javier Xavierus Adelard

45.9K 4.5K 50
                                        

Pricilla telah mematut dirinya dicermin saat duchess mia datang

"sudah siapa sayang?"
Pricilla berbalik dan tersenyum memandang ibunya

"Oh, kamu tampak sangat luar biasa cantik sayang"
"Terimakasih mama, aku pikir semua putri akan terlihat sangat cantik bagi orang tuanya"ujar Pricilla terkekeh

"Yah itu betul juga sih, tapi kamu memang sangat cantik"ujar duchess mia gemas

"Mama merasa bisa menggigitmu jika tidak mengingat ayahmu akan mengomel jika melihat putri kesayangannya mengaduh"

"Hihihi kalau begitu mari kita keluar duchess mia romanof yang terhormat"ujar Pricilla mempersilahkan dengan sopan

"Dengan senang hati nona Pricilla marine romanof"ujar duchess mia sebelum tertawa sembari memeluk putri semata wayangnya.

**

"Yang mulia raja Braga alexander Adelard, yang mulia ratu aster sharon Adelard dan Putra mahkota Javier Xavierus adelard memasuki ruangan"teriak seorang kesatria mengumumkan kedatangan keluarga kerajaan memasuki aula pesta.

Semua bangsawan sontak berdiri menyambut kedatangan mereka.

Raja Braga berdiri didepan singgasana lalu menyisir pandangannya kepada seluruh tamu undangan.

"Selamat datang, aku berterimakasih atas kesediaan kalian yang telah hadir di pesta debutante putraku Javier Xavierus Adelard aku berharap dimasa depan putraku bisa membuat kekaisaran ini lebih makmur dan sejahtera"ujar Raja Braga sembari mengangkat gelasnya

"Hidup yang mulia Raja,hidup yang mulia ratu,hidup putra mahkota" Sorak seluruh tamu undangan

Aku berharap tidak melakukan kesalahan dan tidak menjadi pusat perhatian dipesta ini batin pricilla

"dan... Nona Pricilla, terimakasih untuk kesediaanmu hadir malam ini"ujar raja Braga tersenyum kemudian meneguk minumannya.

Pricilla meremas roknya tegang, dia memaksakan tersenyum yang lebih terlihat seperti ringisan

"Dengan senang hati yang mulia"ujar Pricilla sembari menunduk hormat lalu meminum jus ditangannya dengan tangan agak bergetar.

Pricilla merasa punggungnya akan bolong karna tatapan orang orang kini tertuju kepadanya. Sialan!

Ratu Aster tidak bisa menyembunyikan kecut diwajahnya melihat ulah Raja Braga dan wajah Duke aston mengeras melihat wajah putrinya nampak tak nyaman

"kau tidak pergi kesana Pricilla?"tanya Duke aston ketika memperhatikan Pricilla sejak tadi terpekur dengan piring nya
"Nanti saja pa, aku merasa agak lapar sehingga ingin menikmati kue ini dengan segera"

"Jika memang tak nyaman, mari menyapa anggota kerajaan dengan segera setelah itu kamu bisa pamit undur diri lebih dulu"

Pricilla mengangkat wajahnya dan menatap wajah sang papa yang juga tengah menatapnya

"Maaf"cicit Pricilla.

"Tak apa,ayo papa antar"ujar Duke aston mengusap lembut kepala putrinya.

Mereka berjalan menuju singgasana penguasa negeri Adelard

"Hormat kami kepada matahari kerajaan adelard hormat kami yang mulia ratu, hormat kami kepada calon matahari kerajaan adelard"

"Oh aku baru saja berniat mendatangi kalian kesana untuk mengenalkan putraku"ujar raja Braga

"Tidak perlu yang mulia, sudah seharusnya kami lah yang mendatangi yang mulia"ujar Duke Aston

"Javier, ini nona Pricilla yang ingin aku kenalkan kepadamu"ujar raja Braga

"Hormat saya Putra mahkota"

Javier hanya mengangguk

"Kenapa? Apa kau tidak tertarik? Haruskah aku yang menikahinya?"canda raja yang dihadiahi tatapan sinis ratu Aster

"Aku hanya bercanda sayang"ujar raja Braga tertawa

"Nah Javier jika memang tidak ada nona yang menarik perhatianmu di pesta ini, tidak ada salahnya jika kamu mempertimbangkan nona Pricilla untuk berdansa bersamamu"

Javier menatap Pricilla dengan pandangan yang sulit diartikan

"Mohon ampun yang mulia, tapi saya kesini untuk pa--"

"Aku fikir tidak ada salahnya, nona Pricilla apa anda bersedia berdansa dengan saya?"tanya Javier

tunggu seharus nya tidak begini! seharusnya Javier sudah mulai tertarik pada putri Marquess Abigail
Fikir Pricilla

Pricilla sontak mengedarkan pandangan nya pada seluruh ruangan untuk mencari lady Alanis

Dia pasti ada disekitar sini

"Nona Pricilla, apa anda mendengar saya?"

"Pricilla"Tegur Duke aston,duchess miapun menyenggol lengan Pricilla

"Yyah? Bagaimana?"

Duchess mia tampak melirik tajam padanya

"Ooh te-tentu saja Putra mahkota dengan senang hati"ujar Pricilla segera menyambut lengan putra mahkota.

Otaknya dipaksa berfikir keras sehingga tak sadar putra mahkota telah membimbingnya ke area dansa dan mulai memeluk pinggangnya.

Setelah sadar Pricilla menjadi semakin gugup dan beberapa kali menginjak kaki putra mahkota.

"Ma-maaf"
"Apa kau masih Sakit?"tanya Javier acuh
Pricilla menggeleng

"lalu mengapa kau nampak pucat tubuhmu pun terasa dingin"

Tubuh Pricilla menegang mendengar hal tersebut keringat mulai terbentuk di wajah cantiknya,dadanya terasa sesak.

"P-putra mahkota, sepertinya saya memang masih kurang sehat. Apa kita bisa menghentikan dansa nya?"cicit Pricilla tanpa berani menatap wajah putra mahkota

"Tidak bisa, jangan berniat mempermalukan saya. bahkan jika kau ingin pinsan pastikan kau lakukan itu setelah berdansa"bisik Putra mahkota tajam didekat telinga Pricilla

Jika orang lain melihat mereka nampak berbisik dengan intim tidak dengan pricilla yang tampak semakin mengkerut.

"K-kalau begitu maaf jika saya menginjak kaki anda"cicit Pricilla

"Hmm"

Javier mengangkat wajahnya dan mengeratkan pelukannya pada pricilla mereka meneruskan dansa tanpa berbicara setelahnya.

**
"Bagaimana kesan berdansa dengan putra mahkota putriku?"goda duchess mia saat mereka tiba di kereta, Pricilla bersikeras kembali ke kediaman mereka malam itu juga.

"Kau tidak melihat raut putrimu seperti habis dicabut nyawa secara paksa"ujar Duke aston ketus

"Ck aku bertanya pada putri kita Duke, bukan padamu"omel duchess mia

"Bahkan kau tak lihat? putra mahkota menolak semua gadis lain setelah berdansa dengan putri kita"ujar duchess mia bangga

"Jangan dengarkan mama mu Pricilla, kemari lah tidur dipangkuan papa"ujar Duke aston berpindah ke sisi Pricilla dan memeluk bahu putrinya.

Pricilla yang tengah memijat keningnya menyandarkan tubuhnya dengan nyaman.

"aku merasa sedikit tak enak pada Yang mulia raja"ujar duchess mia

" kenyamanan Pricilla lebih dari segalanya"tutup Duke aston tegas

Duchess mia menghela nafas panjang, dia tak nyaman melihat pandangan sinis ratu aster tadi, karena dinilai tak sopan pamit ditengah pesta dan lagi langsung kembali ke kediaman mereka.

Dia merasa takut akibat kejadian ini mempengaruhi nama baik Duke Aston yang selama tinggal diistana menjadi bahan olokan bangsawan lain sebagai orang tua yang terlalu memanjakan putrinya.

tokoh Antagonis (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang