butuh

27.3K 2.7K 52
                                        

"Yang mulia, anda membuat saya malu"ujar Pricilla dengan wajah ingin menangis,setelah mereka ditinggal berdua

"Kenapa?"tanya Javier mengangkat wajahnya

"Apa anda tidak sadar dengan apa yang anda lakukan tadi?"

"Aku tidak perduli"ujar Javier kembali mencari posisi nyaman di Pelukan Pricilla

"Tetapi saya malu yang mulia"cicit Pricilla nanar

"Pricilla, apa kamu tahu rasanya hampir mati ?"

Pricilla diam mendengarkan

"Pada saat itu hal yang aku inginkan hanya melihat wajahmu, Maka saat dewa dengan baik hati menyelamatkanku dan mengirimkanmu padaku apa aku harus memperdulikan hal lain?

"Yang mulia, itu--"

"Aku mencintaimu Pricilla, jika orang tuaku adalah obat penyembuh untukku kamu adalah makananku. Kalian sama pentingnya bagiku"

"Tapi yang mulia kit--"

"Besok ayah dan ibu akan berbicara hal penting pada kita,jadi tidurlah"

Pricilla tiba tiba terkekeh

"Kenapa kamu tertawa?"

"Membandingkan orang yang dicintai dengan makanan untuk mengungkapkan rasa cinta itu hal  unik yang mulia"ujar Pricilla masih dengan senyum di wajah nya

"Memang kamu tahu maknanya?"

"Anda membutuhkan saya ?"tanya Pricilla hati hati

"Ya untuk terus bertahan hidup"ujar Javier menyangga tubuhnya yang kini berada diatas pricilla "dan....." javier menggantung kata katanya

"Dan apa yang mulia?"

Javier mengecup bibir Pricilla ringan

"Dan untuk menghapus rasa lapar ku"ujar Javier lalu mencium bibir Pricilla mesra

Javier mengangkat wajahnya setelah hampir kehabisan nafas dia lalu menatap wajah Pricilla yang bersemu merah dibawahnya

"Aku mencintai mu"bisik Javier dengan pendar cinta di mata nya dan Pricilla menatapnya dengan mata berkaca

~

Paginya Javier bangun terlebih dulu, tubuhnya terasa lebih segar karena semalam dia makan dengan baik dan tak melewatkan waktu minum obatnya.

Javier menatap pricilla yang masih tertidur, Javier menyusuri wajah cantik Pricilla, melihat setiap inci gadis yang semalam bersedia melalukan semua kemauannya meskipun gadis itu pasti sangat lelah.

gadis yang tertidur dengan wajah polos ini katanya membencinya ,tapi ketika Javier melepaskannya Bukannya pergi dia malah berlari mendekat.

Javier pernah merasakan hal mengerikan selain kematian,yaitu terpuruk. karena lumpuh, keracunan dan tidak memiliki harapan hidup. dunia seakan berpaling darinya.

Tapi gadis ini selalu datang menenangkan meskipun dengan canggung tapi sarat akan ketulusan.

Gadis yang dulu selalu menampakan raut wajah takut, tetapi memperhatikan semua kebutuhannya.

Gadis yang katanya ingin menjauh ini, nyatanya terus memeluknya dengan sayang saat malam malam lalu badai kesakitan menerjang tubuh ringkih Javier.

Javier tersenyum dalam renungan, dia mengeratkan pelukannya pada Pricilla untuk semakin memutus jarak antara mereka.
Mencium pelipis gadis itu berkali kali dengan senyum mengembang.

tokoh Antagonis (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang