penangkapan

34.2K 4.1K 17
                                        

1.5 tahun kemudian

Javier telah berhasil melumpuhkan kelompok yang selama 2 tahun terakhir ini memprovokasi masyarakat di wilayah utara untuk melakukan pemberontak, dia bahkan harus mengejar mereka yang kabur hingga kewilayah timur.

tanpa ampun javier mengeksekusi mereka dengan tangannya sendiri ditengah lapangan yang ditonton banyak orang.

"Yang mulia, apakah tidak lebih baik menginterogasi mereka terlebih dahulu di istana?"

Sring, pedang Javier kembali menebas salah satu leher pemberontak

"Tidak ada kesempatan kedua bagi seorang pengkhianat" ujar javier dingin

Rocco yang notabene nya adalah ksatria yang menjaga Javier sejak kecil bergidig ngeri mendengarnya.
Javier adalah bentuk sosok lain dari Raja Braga.

Tidak seperti Raja Braga yang menutup kebengisannya, pangeran Javier merasa tak perlu repot repot menunjukkan seperti apa dirinya.

"Selesaikan sisanya, kita berkumpul di kota axelee besok siang"

Rocco menunduk hormat, dia mengikuti perintah tuannya dengan membunuh semua pemberontak tanpa ada yang tersisa.

Javier menunggangi kudanya meninggalkan pusat kota wilayah timur menuju kearah Hutan, Bruno -kuda milik Javier- melesat cepat membelah Hutan
Javier tak memelankan sedikitpun kuda nya hingga ber jam jam kemudian.

"Apa kau haus bruno? baiklah mari kita beristirahat disana"

Bruno mengikuti arahan majikannya menuju ke sebuah sungai didekat lembah

Javier turun dan mengajak Bruno minum air sungai yang nampak bersih

Javier memandikan Bruno dan sesekali tersenyum tipis, sangat tipis yang bahkan tidak bisa disebut sebuah senyuman.

Krak!!!

Telinganya mendengar bunyi ranting yang patah, Javier langsung menajamkan pendengaran nya.
Dia segera bersembunyi di sebuah semak dan menggenggam belati nya.

"Huaaaaa"

Teriak seorang anak yang tiba tiba terkejut melihat Javier keluar dari semak.

"Tu-tuan tolong jangan bunuh aku, aku hanya tinggal bersama ayahku. Dia pasti akan sedih jika aku mati seperti ibuku"mohon anak itu

"Apa yang kau lakukan disini?"tanya Javier datar

"Aku sedang menemani ayahku mencari tananan obat"

"lalu dimana dia?"

Anak itu menunjuk kearah hutan pinus

melihat keadaan amat Javier langsung memasukan belatinya

"Dia masih disana, aku disuruh ayah untuk mandi terlebih dahulu sambil menunggu nya"

"Apa kau tidak takut?"

"Rumahku tidak jauh dari sini tuan, sehingga aku tidak akan tersesat lagipula jarang ada orang kemari"

"Hmm"hanya itu jawaban Javier tanda mengerti

Mereka berjalan kearah sungai

"waaah apa itu kuda mu tuan?"

"Hmm"

"Bolehkah aku memegang nya?"

Javier melirik nya sekilas

"Aku janji akan cuci tangan terlebih dahulu" ujar anak itu

Javier menyelesaikan kegiatan memandikan bruno dibantu Ethan, nama anak kecil itu.
Javier dan ethan mandi setelahnya.

tokoh Antagonis (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang