maafkan aku

28.3K 2.8K 19
                                        

Suasana diaula istana matahari nampak mendung, isak tangis ratu aster tidak dapat ditahan.

Javier akan memimpin pasukan untuk berangkat ke perbatasan, sementara kondisi putranya tersebut nampak tidak begitu baik.
Raja Braga berniat menggantikan nya namun dihalangi Javier

"Istana membutuhkan seorang raja yang mulia"

"Tapi, kau sedang sakit"

"Saya tidak akan mati semudah itu yang mulia, takdir kematian saya memang sudah ditentukan tapi saya yakin bukan saat ini"yakin Javier

Raja Braga akhirnya mengalah dan melepaskan kepergian Javier dengan bangga, Javier telah mengecap stample yang menyatakan jika dia gugur di medan perang tahtanya akan turun pada andreas, adiknya.

Javier berjalan tergesa meninggalkan Istana namun langkahnya terhenti dan menoleh ke kanan ke arah pricilla yang menunduk sedari tadi, Javier berjalan menghampirinya dan mengangkat dagu Pricilla.

Saat mata mereka beradu air mata Pricilla kembali lolos,sorot mata Pricilla sarat akan kesedihan.
di kehidupan sebelum sebelum nya dia sudah mati sehingga tidak mengetahui bahwa ada hal seperti ini, dia tidak tahu apa Javier akan selamat atau gugur dimedan perang.

dia sangat khawatir, dia memang tidak ingin hidup bersama Javier tapi bukan berarti dia mengharapkan kematian Javier, dia hanya merelakan cintanya tetapi dia berharap dirinya atau Javier terus hidup bahagia dengan jalan yang berbeda.

"Maafkan aku"hibur Javier sembari mengecup bibir Pricilla singkat yang membuat Pricilla semakin terisak

Javier menahan diri dengan mengepalkan tangannya erat agar tidak terbuai untuk memeluk Pricilla.

Javier mundur beberapa langkah masih dengan menatap Pricilla lekat,lalu berbalik pergi.
dia sudah bertekad untuk tidak meninggalkan hatinya di istana dan lebih fokus pada kewajibannya.

Pricilla melepas kepergian Javier dengan tangis kepedihan dan itu tidak lepas dari perhatian Duke aston dan semua orang yang berada di aula istana, duchess mia menghampiri Pricilla Lalu memeluknya

"Yang mulia pasti kembali Pricilla, dia kesatria yang hebat"

Ya seharusnya aku yakin padanya,tapi mama entah mengapa hatiku sangat menderita jerit hati Pricilla sembari memeluk duchess mia.

**

Banyak yang berubah di istana setelah kepergian Javier, keamanan di perketat dan semua orang nampak sibuk dengan perasaan nya masing masing

Rencana penyerangan itu masih tahap rahasia dan javier dengan sigap berhasil mencegahnya, bahkan rakyat tidak sampai tahu dan membuat perputaran kehidupan di negeri adelard berjalan seperti biasa.

akan tetapi bukan berarti semua selesai begitu saja,setelah nya javier disibukan dengan banyaknya pemberontakan dan pembelotan yang terjadi di banyak wilayah perbatasan.

javier berpindah pindah,setelah wilayah yang satu aman akan timbul pemberontakan di wilayah lainnya dan terus berlanjut.
meskipun javier cukup sigap dalam mengambil keputusan dan meminimalisir terjadinya kerugian atau korban jiwa akan tetapi javier masih belum mengetahui siapa orang yang mendalangi ini semua

Terlalu banyak bukti yang membingungkan dan mengarah kebanyak pihak tak terkait, sehingga javier memutuskan untuk tidak gegabah dan melaporkan hanya apa yang telah dia selesaikan pada Raja Braga.

sementara di sisi lain Pricilla juga telah banyak bertambah pengetahuan dia dan duke aston banyak membantu raja Braga mengambil keputusan atau memberi masukan yang cukup bermanfaat untuk meredam polemik rakyat yang mulai mendengar desas desus pemberontakan.

Pricilla juga memberikan terobosan terobosan yang banyak di apresiasi oleh raja Braga untuk menyejahterakan rakyatnya, Pricilla membangun pengobatan gratis yang ditujukan pada rakyat yang kurang mampu, dengan melaporkan pada kepala wilayah terlebih dahulu dan memastikan bahwa kepala wilayah sigap merespon saat itu juga. Jika tidak, kepala wilayah harus bersedia dicopot dari jabatannya bila diketahui lalai lebih dari tiga kali.

Pricilla juga terus menambah pasokan makanan bagi rakyat yang kurang mampu dengan fasilitas istana atau pun dengan dana pribadinya,diwaktu bersamaan dia juga terus mengembangkan bisnis papanya untuk menambah lapangan kerja

Pricilla bekerja sangat keras dan membuat raja Braga dan semua bangsawan atau rakyat mengangkat topi padanya, dia menempatkan diri dengan sangat baik di istana. tapi lebih dari pada itu sebetulnya Pricilla hanya berusaha untuk tetap waras, dia tidak mengizinkan fikirannya untuk berkelana terlalu lama, Seperti saat ini dia menatap sendu sebuah pintu di istana bintang, usianya telah bertambah 2.5 tahun sejak terakhir bertemu dengan putra mahkota,akan tetapi tak pernah ada satu pucuk suratpun datang padanya.

Dia tahu dia tak layak, dan lagi mereka memang tidak seakrab itu untuk bertukar cerita. apa yang akan dibahas? Tentu tidak ada.

Satu tarikan lembut menyadarkan lamunan Pricilla

"Hai,kau sudah siap?"

seorang anak kecil berusia sekitar 4 tahun mengangguk antusias

"Wah yang mulia pasti akan senang melihat penampilanmu"ujar Pricilla kembali riang

Namun alih alih mengikuti Pricilla anak itu malah merentangkan tangannya minta digendong

"Hmm yang mulia raja pasti akan marah jika aku memanjakan mu"

Anak itu berkedip lucu

"Baiklah mari kita rahasiakan ini dari yang mulia raja dan ratu, tapi kau harus berjalan setelah di istana matahari nanti?"

"Hmm"anak itu mengangguk setuju.

**

"Kau sudah memberikannya pada yang mulia raja?"

Rocco mengangguk

"bagaimana kabar istana?" tanya javier sembari membebat tangannya yang terluka

Rocco memberikan sebuah gulungan kain

Javier menatap heran ke arah Rocco sekilas lalu mengambilnya

"Rocco, terimakasih"ujar Javier

rocco mengerutkan kening merasa aneh dengan tingkah Javier namun memutuskan untuk tak ambil pusing, dia masih kelelahan setelah kembali dari istana.

"Saya pamit undur diri yang mulia"

~

Javier yang tengah merebahkan diri diatas dahan pohon besar dihulu sungai lalu membuka gulungan itu perlahan

Matanya terpaku pada isi lukisan tersebut, di sana terdapat lukisan raja Braga dan ratu aster bersisian tapi yang membuat sesuatu asing terasa mengiris hatinya adalah lukisan Pricilla yang tengah berdiri memangku andreas yang tersenyum ke arahnya.

Javier tersenyum tapi entah Mengapa senyum itu terasa pahit, dia memang tak pernah menyukai istana dan semakin membencinya setelah Pricilla berada disana.

Javier melirik Rocco yang tertidur tak jauh dari bawah pohon dan kembali menatap lukisan tersebut, dia ingin melihat lukisan itu dulu sepuas hatinya sebelum dia bakar agar musuh tidak pernah mengetahui apa yang menjadi titik kelemahannya.

tokoh Antagonis (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang