ujian kedua

33.4K 3.4K 85
                                        

Setelah seminggu menyelesaikan kegiatan kunjungan diluar istana, pagi ini para Lady dikumpulkan kembali di Aula istana Bulan.

"Salam untuk yang Mulia Raja, Salam untuk Yang mulia Ratu dan Salam untuk yang mulia putra mahkota kerajaan Adelard semoga kebahagiaan dan kesejahteraan selalu memberkahi"ujar Para Lady bersamaan

"Duduk"perintah Ratu

Para lady berjalan dan menduduki posisi yang disediakan, sama seperti seminggu lalu saat melepas kepergian mereka hari ini pun aula banyak dihadiri bangsawan kepercayaan istana (kecuali orang tua mereka yang tidak boleh ikut andil selama proses pemilihan)

"Bagaimana kesanmu setelah seminggu kemarin berkunjung keluar istana para lady?"tanya ratu

"Kesanku mereka semua ramah yang mulia, mereka bersikap penuh sopan santun itu ciri warga yang baik"ujar irene

"Nona denia?"

"Lingkungan diluar sangat terawat yang mulia, lahan subur dan dan dipasar perekonomian tampak berputar dengan baik"ujar nona denia

" Nona Pricilla?"tanya ratu aster

"Menyenangkan ratu, disana banyak makan enak dengan harga murah saya juga bisa berlarian tanpa harus takut dimarahi oleh pelayan dirumah saya"ujar Pricilla tersenyum lebar

ratu menghela nafas

"Lalu bagaimana dengan mu nona Alanis?"

"Saya sangat sedih karna setelah melihat langsung saya baru menyadari bahwa kesetaraan dan kesejahteraan belum sepenuhnya merata pada semua rakyat,jangankan untuk di pelosok negeri tempat disekitar kerajaan pun jika bukan bangsawan nampak jelas diperlakukan dengan kurang manusiawi "ujar Alanis nampak sedih

semua yang berada diaula nampak puas dengan jawaban alanis, irene dan denia pun ikut terenyuh mendengar jawaban Alanis, sementara Pricilla nampak mengedigkan bahu, acuh.

"Baiklah, hari ini kalian diperbolehkan untuk beristirahat besok kami aakan memberikan tugas selanjutnya"Tutur Ratu Aster

"Maaf yang mulia sebelumnya saya menyela, tetapi saya tidak merasa mendapatkan tugas sebelumnya"ujar Pricilla

Para lady tercengang mendengarnya, bagaimana mungkin Pricilla tidak menyadarinya ? Apakah Duke Aston benar benar memanjakannya seperti yang di rumorkan sehingga Pricilla tak menyadari bahwa tugas pertama bahkan telah selesai beberapa menit yang lalu.

"Kau tanyalah kepada kepala pelayan"ujar Ratu Aster geram

"Baiklah, terimakasih atas kemurahan hati yang mulia Ratu"ujar Pricilla senang.

Ratu Aster menatap sengit kearah Raja

Lady bodoh seperti ini yang ingin kau banggakan dan ingin kau suruh mendampingi putra mahkota membangun negeri? Begitulah kira kira arti tatapannya.

Sementara Raja mahkota nampak Acuh.

Siang nya para lady berkumpul.

"Nona Pricilla apa anda sungguh sungguh tidak tahu tugas pertama kita?"tanya Alanis

"Tidak"ujar Pricilla sembari meminum teh nya

"Lalu apakah anda sudah tahu sekarang? Apa tadi anda sudah menanyakan pada kepala pelayan seperti anjuran ratu?"tanya irene

"Tidak, tidak penting juga. Sudahlah biarkan saja"

"Tapi nona, ah sudahlah. saya terlalu berekspektasi sangat tinggi tentang anda kareba kesan yang anda berikan pada saat pesta debutante sangat berkesan tapi melihat anda sekarang sungguh seperti dua orang yang berbeda"ujar denia tak bisa menutupi kekecewaannya.

"Hmm maafkan saya jika diri saya tidak sesuai dengan harapan anda, akan tetapi memang begini lah diri saya"ujar Pricilla tersenyum sopan

"Apakah anda tidak menyukai putra mahkota?"selidik denia

"Tidak!"

semua lady tercengang mendengarnya

""Ma-maksudku bukan begitu. Maksudku te-tentu saja aku sangat menyukainya"ujar Pricilla nemutupi rasa gugupnya.

"Hmm Lalu mengapa anda nampak tidak terlihat berusaha? Setidaknya sedikit bersikap dalam tutur kata anda"ujar irene

"saya hanya ingin putra mahkota mencintai saya apa adanya"cicit Pricilla pelan

Yang ditatap iba oleh denia dan irene

"Haha cinta? Tunjukan kualitas diri anda dulu nona Pricilla baru anda berhak dicintai"ujar Alanis sinis

"Lagi pula status itu sangat penting untuk ke langsungan hidup kita dan keturunan kita nona Pricilla, boleh jadi saat ini anda adalah bintang dikediaman Duke Romanof akan tetapi apa anda tidak sadar jika suatu saat akan menikah dan jika anda tidak bisa menguatkan posisi anda dari sekarang anda akan kalah ?"ujar alanis

"Nona Alanis tolong jaga bicara anda"tegur irene

"Benar,tidak sepantasnya seorang lady berkata kasar seperti itu apalagi Nona Pricilla Adalah putri dari Duke Romanof"ujar denia ngeri

"anda lihat sendiri bukan bahkan mereka takut hanya karena anda putri dari seorang Duke"

"Nona Alanis sudah, mohon jaga sikap anda"ujar denia

"Apa anda tidak apa apa nona Pricilla?"tanya irene

"Hmm, sepertinya saya harus kembali ke tempat saya lebih dini, Terimakasih untuk jamuan minum teh saya merasa terhormat. saya undur diri"ujar Pricilla tersenyum sopan kemudian berjalan keluar taman istana selatan

Sadar diri ya? Justru karena saya sangat sadar sesadar sadarnya hingga memilih jalan ini batin Pricilla sambil tersenyum getir.

Esoknya mereka kembali berkumpul diaula

"Hari ini, kami akan meminta partisipasi dari para regina untuk menjawab pertanyaan yang telah dikumpulkan dan disaring dari aspirasi rakyat, dan jawaban kalian akan dinilai langsung oleh yang mulia raja, yang mulia ratu serta yang mulia putra mahkota"ujar penasihat kerajaan

Beberapa kesatria sigap membagikan banyak tumpukan berkas pada masing masing meja para Regina mereka hanya diperbolehkan beristirahat dan kekamar mandi sisanya tetap diaula.

Disepanjang hari itu Ratu dibuat menahan gusar melihat kelakuan Pricilla, gadis itu nampak lebih sibuk memperbaiki kukunya, membetulkan letak duduknya atau ketika sesekali ratu menatap pricilla dia buru buru mengalihkan pandangannya pada putra mahkota dengan senyum malu malu menjijikan.

Belum cukup sampai disana ketika akhirnya berkas tersebut dikumpulkan, dan malamnya ratu ( ditemani putra mahkota dan raja yang sepanjang hari kunjungan keluar istana) dibuat geram dengan isi jawaban Pricilla yang semuanya sama dan hanya bertuliskan satu kalimat saja yaitu "semangat!!!"
Ratu sampai membanting penanya kesal.

tokoh Antagonis (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang