Yuvenile yang berarti remaja. Kehidupan remaja yang penuh kebebasan, ambisi, tantangan, emosi, konflik, energik, dan banyak cerita lainnya. Gadis bernama Alula yang identik dengan poni gemas miliknya dan ia selalu mencolok dalam hidupnya. Sehingga i...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pedang Wallace Sword adalah pedang mematikan dari legendaris Wallace and Skotland pada abad ke 13. Dikhianati dengan orang terdekat akan lebih menyakitkan dibanding hunusan pedang yang mampu memberikan luka berat pada lawan pengguna pedang ini."
.
.
.
Melewati lorong sekolah ditemani kehancuran perasaannya seolah terasa gelap padahal keadaan masih pagi. Pada pukul 08.00 WIB tepat saat itu juga Alula diberikan hukuman scorsing selama tiga hari. Bukan kesal karena dihukum, hanya saja sepertinya dunia sedang menunjukkan kuasanya bahwa Alula hanyalah manusia yang tak akan sempurna, sampai kapan pun.
Tiba di kelas, Alula berhenti di depan Orion yang sedang bersandar pada jendela sambil membaca buku. "Menurut lo, lebih baik kebenaran diungkapkan meski menyakitkan atau diam tanpa kejelasan?"
"Ya ... Kebenaran diungkapkan walau sakit," balas Orion serius. Ia beralih berdiri menghadap Alula. Gadis berponi itu segera berlari menuju ruang radio sekolah yang terhubung dengan seluruh pengeras suara di penjuru sudut gedung sekolah. Orion hanya duduk dan menunggu Alula di kelas.
Setibanya di ruang radio untung saja tidak ada siapa-siapa di sana maka dengan segera Alula menyalakan mikrofon radio.
"Cek! Cek!" Alula mengecek kondisi suara mikorofon, dirasa sudah cukup segera Alula meluapkan uneg-unegnya.
"Oke, sebelumnya saya Alula mohon izin kepada seluruh guru dan staff sekolah untuk berbicara sebentar di sini." Alula menjeda sejenak untuk mengambil napas.
"Pak Nino, itu kenapa Alula masih di sekolah? Coba bapak cek di ruang radio dan suruh dia segera pulang ke rumahnya." Guru yang bernama Jeselyn yang memiliki jabatan sebagai wakil kepala bidang kesiswaan meminta guru yang duduk di dekatnya untuk menghentikan aksi Alula.
"Hm, gue di sini mau bicara buat seluruh siswa-siswi SMA Holmes. Gue bingung ngomongnya dari mana karena yang pasti kalian semua mendengar ocehan gue ini juga enggak sudi 'kan? Oke, langsung pada intinya saja. Gue yang kalian sebut sebagai Queen of Devil memohon maaf atas segala tingkah dan ocehan gue selama ini pada kalian. Gue tahu selama ini gue hanya menghabiskan waktu luang hanya untuk merendahkan kalian, padahal bisa gue isi waktu itu dengan yang lebih bermanfaat dibanding merisak kalian." Alula berhenti sejenak lalu mengambil napas panjang untuk menetralkan emosinya.