Yuvenile yang berarti remaja. Kehidupan remaja yang penuh kebebasan, ambisi, tantangan, emosi, konflik, energik, dan banyak cerita lainnya. Gadis bernama Alula yang identik dengan poni gemas miliknya dan ia selalu mencolok dalam hidupnya. Sehingga i...
Bagaimana kabar kalian? Sudah siapkah baca new chapter YUVENILE?
Aku harap kalian punya stok kesabaran untuk melihat kelakukan Lula pada chapter ini, tetapi yang aku harapkan semoga kalian banyak terkuras emosinya xixi :v
Jangan lupa vote dan komennya ya !
Selamat membaca ...
_________________________________________
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sebuah konduktor begitu yakin untuk menghantarkan panas pada setiap hal, begitu pun isolator yang selalu percaya bahwa dirinya mampu menghalau panas itu agar tidak banyak merusak. Apa jadinya jika konduktor bertemu dengan isolator yang saling berantonim?"
.
.
.
Setengah bagian meja terlihat dipenuhi lembaran-lembaran kertas dengan coretan-coretan rumus dan angka-angka. Semangat membara dengan ambisi melanglang buana, bahkan keyakinannya seratus persen mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Alula telah selesai mengerjakan setiap soal ujian matematika. Wajahnya sangat semringah dan yakin atas semua jawabannya tidak ada yang salah. Perfeksionis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alula keluar kelas paling awal karena dia yang pertama kali menyelesaikan soal ujiannya. Semua pasang mata melihat ke arah Alula yang berjalan keluar kelas dengan begitu angkuh. Ada yang terpesona dan ada yang kesal dengan kelakukan Alula yang tidak pernah berubah menjadi lebih baik. Terkecuali Orion. Dia tidak tertarik menatap hal lain selain mengoreksi kembali jawaban-jawaban di lembar jawabnya. Baru setelahnya ia keluar kelas menyusul Alula. Adel dan Zalfa merasa kebingungan ternyata Orion tidak seremeh itu di pikiran mereka.
"Gue kira tuh cowok dingin paling akhir ngerjain soal ujiannya tadi," sindir Adel sambil melirik ke arah Orion yang duduk di meja kantin bersama dengan Rafan.