Epilog

18.5K 1.3K 178
                                        

Tujuh tahun kemudian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tujuh tahun kemudian

Kala itu, siang lebih cerah dari biasanya, langit biru dihiasi burung-burung yang berkicauan di atas sana. Di sebuah mansion mewah, tepatnya di ruang tamu--Sasuke duduk, dengan penampilan yang begitu santai.

"Hikaru, jangan mengganggu adikmu"

Sosok anak laki-laki yang diperingati oleh Sasuke itu mendengus kecil dan memilih menghentikan aksinya yang tengah memainkan pipi sang adik.

"Salahkan mengapa Shina sangat menggemaskan"

Sasuke memutar bola mata malas dan menggeleng melihat tingkah puteranya itu. Tujuh tahun sudah berlalu, Uchiha Hikaru tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan dan memiliki otak yang pintar walau usianya masih terlalu dini--tujuh tahun. Bukan hanya itu, sifat Sasuke sudah menurun pada Hikaru.

Tak jauh berbeda dengan sang ayah--Hikaru memiliki sifat yang dingin, cuek dan pendiam. Hikaru adalah anak laki-laki yang sedikit sulit untuk mengekspresikan perasaan nya. Dia terlalu kaku dan datar.

Lalu ada Uchiha Shina, Putri Sasuke dan Hinata, adik dari Hikaru. Masih berusia satu tahun, wajahnya mungil, pipi nya bulat dan memiliki netra bulan yang menurun dari Hinata.

Hikaru sangat menyayangi Shina terlepas sifat lelaki itu yang dingin. Hikaru selalu menjaga Shina, memperlakukan Shina dengan lembut, bahkan Hikaru meminta kepada Sasuke dan Hinata agar membiarkan Shina tidur bersamanya saat malam hari.

"Sudah, biarkan adik mu tidur.."

Hikaru menghela nafas mendengar titah dari sang ayah, anak laki-laki bersurai hitam itu akhirnya menghentikan aksinya memainkan pipi bulat Shina yang sangat lucu di matanya dan memilih mengamati sang adik yang tengah tertidur.

"Shina cepat bangun, temani kakak bermain"

Sasuke tersenyum mendengar gumaman Hikaru, lelaki raven itu mengusap puncak kepala Hikaru dengan lembut.

"Bersabarlah, kau tidak lihat ? adik mu tertidur sangat pulas, kenapa kau tidak tidur juga ?"

Hikaru menoleh menatap Sasuke. Hikaru memiliki netra kelam persis seperti milik Sasuke.

"Hikaru tidak mengantuk Pa, tidur itu sangat membosankan"

Hikaru bukan tipe anak yang suka tidur siang atau semacamnya, anak laki-laki itu tidur hanya saat malam menjelang. Entahlah, sepertinya Hikaru mengikuti kebiasaan Hinata.

"Yasudah, lakukan apa yang kau mau tapi jangan mengganggu adikmu oke ?"

Hikaru mengangguk, tak lama kemudian Sasuke bangkit dari duduknya memilih pergi ke dapur, menghampiri sang istri yang tengah sibuk dengan aktivitasnya membuat pie kesukaan Hikaru.

"Sayang"

Sasuke langsung memeluk Hinata dari belakang membuat Hinata yang kala itu tengah merapikan pie buatannya tersentak kaget.

[M] Beautiful Revenge ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang