14_Adit_

26.1K 3.3K 289
                                        

Sebelum membaca alangkah baiknya kalian pencet bintang dulu di pojok kiri bawah vren😗

Jangan lupa juga komen di setiap paragraf nya✌️🤩

Playlist - I Loved her first

Happy Reading

Dari dalam mobil Adit dapat melihat sosok Ana yang baru saja turun dari motor Arga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dari dalam mobil Adit dapat melihat sosok Ana yang baru saja turun dari motor Arga.

Setelah mengantar pulang putrinya. Adit segera melaju menuju kediaman yang ditempati Alan dan Ana.

Setelah motor Arga pergi menjauh. Adit melajukan mobilnya mendekati Ana yang masih berdiri di depan gerbang.

Ana menatap bingung mobil yang berhenti di sampingnya. Mobil yang asing. Namun saat kaca mobil di turunkan membuat Ana mengetahui siapa orang yang berada di dalam mobil.

"Papa?" Ana menatap Adit bingung.

"Masuk!" Titah Adit. Dari nada suaranya membuat pertanda bahwa Adit sedang suasana hati yang buruk, terlebih lagi dia tadi pulang bareng Arga. Apakah Adit melihatnya dan marah padanya?

Segera Ana berjalan cepat menjauh dari mobil Adit.

"ANA!" Adit keluar dari mobil dan mencekal lengan Ana membuat Ana terus memberontak. Adit segera menyeret Ana memasuki mobilnya.

"DIAM DI SITU!" Tekan Adit. Ana kembali mengingat kejadian yang ia alami belum lama ini membuat jantungnya kembali berdebar.

Adit berjalan ke sisi kemudi.
BRAK!

Ana terlonjak membuat jantungnya kembali berdebar.

klek!

Bunyi pintu mobil membuat Ana panik. Ia berusaha membuka namun dikunci oleh Adit.

"Pah! Kenapa pintu mobilnya dikunci?" Tanya Ana berusaha setenang mungkin walau jantungnya sedang berdebar hebat.

Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri dia tidak akan takut lagi ataupun menangis didepan Adit.

"Karena saya masih punya urusan dengan kamu!"

"Aku? Emang aku kenapa lagi Pah!" Tanya Ana frustasi.

"Jangan tatap saya dengan tatapan seperti itu!"

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Ana melindungi kepalanya dari pukulan yang ia dapat tiba-tiba.

Ana menarik nafas dan membuangnya kasar.
"Tenang Ana! Lo gak boleh nangis! Tarik nafas, buang! Oke lo harus tenang!"

"Kenapa Papa pukul Ana?"

Rintik HujanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang