45_Ancaman_

45.9K 3.4K 518
                                        

Playlist, Masih - Rossa

Jangan lupa vote and spam komennya di setiap paragrafnya vren.

Mau ingetin nanti malem udah pergantian tahun, gimana untuk tahun ini? Masih waras kan?

Masih kuat kan buat lanjut ke tahun berikutnya?

Happy Reading

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Kini Arga hanya memandangi wajah damai Ana yang sedang tertidur pulas di sampingnya.

Lihatlah, bukankah dulu dia seorang bocah yang selalu memaki dirinya. Kini bocah tersebut sudah tubuh besar dan menjadi kekasihnya.

Arga pun tersenyum kecil jika mengingat masa lalunya dengan Ana. Tangannya bergerak lembut menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah kekasihnya.

"Entah sekelam apa masa lalu kamu, Na. Aku akan tetap di samping kamu." Ujarnya lirih.

Matanya beralih menatap pintu kamar lalu kembali menatap wajah damai Ana.

Ia harus menyelesaikan semuanya, ia akan berbicara dengan Ara secara baik-baik.

Cup!

Dengan lembut Arga mengecup pelipisnya kekasihnya lalu beranjak. Ia berusaha menyingkirkan meja yang menghalangi pintu kamar selembut mungkin agar tidak menimbulkan suara.

Setelah berhasil Arga segera berjalan menuju ruang tamu yang ternyata mereka semua sedang berkumpul disana.

Tanpa disadari, sendari tadi pergerakan Arga terus dipantau oleh Ana.

Ia sengaja berpura-pura tertidur karena tidak ingin menciptakan kecanggungan yang terjadi di antara mereka.

Ia berjalan keluar kamar, mengintip mereka dari atas tangga. Terlihat Arga yang sedikit berdebat dengan Alan, setelah itu Arga menarik Ara untuk keluar.

Entah apa yang ingin mereka bicarakan. Ia berjalan menuju balkon kamarnya untuk memantau Arga dan Ara.

•••🌧️•••

Mendengar suara langkah dari arah tangga, membuat Ara menoleh dan sontak berdiri dari duduknya.

"Arga!"

Arga tidak memperdulikan tatapan sengit yang dilayangkan oleh Adit padanya.

"Bisa bicara berdua?"

Baru saja Ara ingin menjawab, tapi sudah lebih dulu di sela oleh Adit.

"Tidak bisa, dia tidak boleh kelelahan!"

"Cih!" Alan memutar bola matanya mendengar perkataan Adit.

"10 menit om, gak lama." Ujar Arga yang langsung menarik lengan Ara.

Rintik HujanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang