24_Menginap_

24.1K 3K 191
                                    

Playlist, TWICE - Alcohol free

Jangan lupa vote dan spam komen di setiap paragraf nya ya vren✨

Happy Reading

Ana bersikeras tidak ingin dibawa ke rumah sakit jadi Alvian memutuskan untuk membawanya kerumah sendiri, untung saja ia sedang sendiri di rumah, karena kedua orangtuanya yang sibuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ana bersikeras tidak ingin dibawa ke rumah sakit jadi Alvian memutuskan untuk membawanya kerumah sendiri, untung saja ia sedang sendiri di rumah, karena kedua orangtuanya yang sibuk.

"Lo duduk sini dulu, gue ambil sesuatu." Alvian berlari mencari sesuatu dan kembali dengan kotak P3K serta baskom berisi air hangat.

Ana menatap Alvian yang dari tadi mondar-mandir. "Rempong nya ngalahin emak-emak."

Alvian menghentikan langkahnya, menatap Ana sengit. Ia kembali menuju dapur untuk mencari alcohol.

"Alcohol di taro di mana ya?" Atensi Alvian teralihkan saat merasa HP-nya bergetar.

Tertera jelas nama Alan di layar, ia melirik Ana yang sedang membersihkan lukanya sendiri.

"Hallo bang."

"Alvian! Ana sama lo?"

"Hm..dia sama gue."

Terdengar hela nafas lega dari sana.
"Gue titip dia ya, Yan. Gue mau urus masalah tadi sama bokap gue."

"Tapi bang, ada yang pengen gue tanya."

"Tanya-tanya nya nanti aja, gue mau nyelesain masalah ini dulu."

"Hm."

"Sekali lagi makasih ya Yan."

Tut!

•••🌧️•••

Adit terengah-engah di lantai karena habis menerima pukulan yang dilayangkan Alan dengan membabi-buta padanya.

Ia dapat merasakan kilat amarah yang terpancar jelas di mata Alan.

"Gue bisa aja bikin lo koma Pah!"

"Udah cukup sabar gue buat ngehadapin orang tua yang barbar kaya lo!"

Adit tertawa kecil. "Sudah terlalu jauh juga kamu membela anak sialan it-

Adit tidak bisa melanjutkan perkataannya karena menerima tendangan keras di kepalanya.

Alan menyibak rambutnya kebelakang. "Alan lebih baik kehilangan kalian! Daripada Ana!"

Adit menyeka dara yang berada di ujung bibirnya.
"Dimana Papa saat Alan sakit? Dimana Mama? Kalian sibuk sama keluarga baru kalian! Cuma Ana Pah! Ana yang ada di samping Alan!"

"Apa peduli saya? Sudah untung dia bisa tinggal disini!"

"TERUS AJA NGOMONG KAYA GITU PAH!"
Teriak Alan di depan wajah Adit.

Rintik HujanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang