AUTHOR POV
Pukul 6 pagi dihari senin. Hari yang dibenci oleh sebagian besar pelajar karena harus melaksanakan upacara bendera dengan berdiri dibawah panas terik, serta mendengar ceramah dari kepala sekolah.
"Okee, buku sudah bekal juga, keknya mau bikin untuk Gem juga." gumam (name) sambil menyiapkan bahan untuk membuat nasi goreng spesial kesukaan kekasihnya.
--
"Siap disajikan! Semoga Gempa suka." girang (name) dan memasukkan wadah berisi nasi goreng buatannya kedalam tas. Mengikat tali sepatu dan berdiri membuka pintu, terlihat kekasihnya sedang menunggu dan melihat jam tangannya.
"Gem? Kau sudah lama menunggu ya? Maaf ya."
"Tidak kok. Ayo berangkat" sahut Gempa tersenyum lembut dan menggenggam tangan (Name). Sepanjang perjalanan hanya di isi oleh keheningan dan (Name) memutuskan untuk buka suara.
"Ohh iya Gem, kamu bawa bekal?" Tanya (Name) menatap Gempa dengan senyuman manis nya.
"Tentu. Seperti biasa" (Name) sedikit sendu, berarti percuma saja dia masak untuk kekasihnya?
"Kenapa (Name) kok sedih gitu?" (Name) mengangkat kepalanya
"Aku udah masakin buat kamu Gem. Tapi kalau kamu bawa bekal ya apa boleh buat" Gempa terkekeh kecil.
"Ohh. Bekal ku kan tinggal kasih ke Blaze atau Taufan. Dan aku akan makan bekal dari kekasih ku ini" (Name) mengangguk senang dan mereka melanjutkan acara berjalan ke sekolahnya.
"(Name), hari ini kamu ke kelas sendiri dulu ya. Aku ada rapat osis" ucap Gempa melepas tautan tangan mereka.
"Iya Gem, gapapa" jawab (Name) mengangguk mengerti.
"Nanti jam istirahat aku ke kelas mu ya. Kita makan sama-sama" ucap Gempa sambil berbalik dan melambaikan tangannya.
--
"Hufft, bosan banget dengerin Bu Zila jelasin. Gak ngerti juga." gumam (name) sambil membolak-balikkan pena nya. Bel yang baru berbunyi itu adalah penyelamat bagi (name). Taufan dan Blaze yang berteriak girang dan Bu Zila yang sudah keluar kelas.
"Misi, (Name) ada?" merasa namanya disebutkan, (Name) membalikkan badannya dan tersenyum melihat moodbooster nya mwehehehe.
"Gem! Sini!" ucap (Name) setengah berteriak dan melambaikan tangannya ke arah pintu. Gempa berjalan masuk dan duduk dikursi samping (Name). Setelah mengeluarkan bekalnya mereka memulai acara makan mereka dengan sedikit canda ria di sela acara makan itu.
"Gimana tadi belajarnya? Ada pr?" tanya Gempa pada (Name) yang hanya mengangguk dan acuh dan melanjutkan acara makannya. Gempa mengehela nafas, kekasihnya memang tidak suka mata pelajaran matematika.
"Ya, kalau gak ngerti (Name) bisa tanya sama Gempa." (Name) mengangguk dan setelah selesai makan, ia membersihkan meja dan mengemas tempat bekal tadi.
"Enak banget masakan (Name)! Besok masakin lagi ya!" (Name) membuang wajahnya karena tersipu malu dengan pujian dari kekasihnya.
"I-iya makasih"
Bel berbunyi menandakan semua murid wajib masuk ke kelas dan melanjutkan belajarnya begitu pun dengan Gem yang sudah bersiap meninggalkan (Name).
"Udah ya (Name), Gem balik ke kelas dulu." ucapnya sambil mengelus surai coklat (Name). (Name) tersenyum lembut dan mengangguk, sementara semua yang melihat nya menatap iri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Maybe We Can Love?
Fiksi PenggemarMenikahi seseorang yang seharusnya menjadi Kakak Ipar mu adalah hal yang paling tidak disangka! Sosok Adik Tiri yang selalu saja ingin menghancurkan hidupmu tak pernah membiarkan mu hidup dengan tenang. Bagaimana kelanjutan kisah romansa mu dengan s...
