2. Special birthday

791 70 6
                                        

AUTHOR POV

Posisi yang nampak ambigu itu seolah Gempa dan sang wanita yang tidak diketahui identitas nya seperti sedang berciuman. Jadi, (Name) memutuskan untuk mendekat dan memastikan.

"Dia siapa Gem?" pertanyaan yang dilontarkan secara tiba-tiba membuat Gempa dan wanita itu harus merubah posisi dengan cepat.

'Yeah! Tebakan ku benar. Dia selalu ke taman.' batin Gempa senang karena rencana yang sudah ia susun berjalan dengan lancar.

"Aku kekasihnya. Kau siapa?" Gempa menatap wanita disampingnya yaitu gadis berjilbab pink atau panggil saja Yaya yang sedang menyamar dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.

"Gempa. Tolong jelaskan" pinta (Name) pada Gempa yang sedang di landa kepanikan, siapa sih yang gak panik ke pergok selingkuh?

--

"Gempa keren juga kalau jadi aktor." bisik Blaze pada Taufan yang berada di sampingnya.

"Diam, Blaze. Nanti ketahuan." titah Taufan kesal lalu memberi simbol telunjuk pada mulutnya.

--

"Anu... Itu... Di-dia..." (Name) langsung memotong ucapan Gempa yang nampaknya sedang menyembunyikan sesuatu.

"Oke Gem. Aku paham kok" tanpa berlama-lama lagi (Name) pergi meninggalkan mereka berdua di taman.

"Kita selesai." sinis (Name) melepas cincin yang pernah Gempa berikan secara paksa, lalu melempar nya tepat di depan wajah Gempa.

"(NAME)!!! GABISA GITU DONG, DENGERIN DULU!" sahut Gempa ingin mengejar (Name). Namun ia ditahan oleh Yaya dengan adegan akting tambahan nya.

"Sayang! Masa kamu tinggalin aku sendirian disini." tahan Yaya dengan tatapan kecewa.

READERS POV

'Pria bajingan, dia benar-benar berselingkuh.'

--

GEMPA POV

"CUT! Akting nya mantap! Nanti kamu saya kasih bonus, hehe." saat Taufan keluar dari persembunyian nya bersama dengan kamera yang ia gunakan untuk merekam, ia langsung memberi pujian dan menatap ku dengan memohon ampun.

"Bagus, sesuai script. Saya puas dengan kerja kalian." Blaze juga tak kalah meresahkan, ia keluar dengan tepuk tangan membanggakan diri karena ide yang ia buat dengan Kak Hali untuk kejutan ini berhasil dijalankan dengan lancar.

"Kalau aku putus sama (Name), kematian mu yang jadi bonus." sarkas ku langsung menatap Taufan dengan datar. Respon Taufan? Terkekeh tidak jelas.

"Aku kasihan sama (Name) tau!" Sahut ku pada duo trouble maker. Kak Hali keluar dari tempat persembunyiannya dan melerai kami. Serta mengajak untuk segera mengejar (Name) dan menyelesaikan semua ini.

--

"Yaya, masker mu sudah boleh dibuka. Kalau tadi kan hanya supaya (Name) tidak tau rencana kejutan kita." titah Kak Hali secara datar pada Yaya yang sedang memegang hadiah untuk (Name) saat di depan rumah nya.

"Kenapa memaksa sih?" kesal Yaya menatapnya sebagai jawaban dengan sangat tajam.

"Aku ingin terus melihat wajah cantik mu, sayang." gombal Kak Hali tidak melihat situasi dan kondisi.

"Kak." tegur ku.

"Ya, ya baiklah."

--

Kacau. Satu kata yang menggambarkan keadaan rumah (Name) saat ini. Banyak serpihan kaca dan sedikit darah? Ah tidak, darah itu bukan perbuatan nya, aku tau itu.

Maybe We Can Love?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang