AUTHOR POV
"BWAHAHAHA!! Gem, Gem. Bisa-bisa nya cemburu cuman karena itu." tawa (Name) terbahak-bahak sesekali memukul pahanya dan menyanggah air mata nya.
"Kan aku gatau kalau misalnya kamu beneran selingkuh, (Name)." ucap Gempa menahan malu. Bagaimana tidak malu!? Mari kita saksikan bersama.
FLASHBACK
"Ini siapa (Name)?" tanya Gempa memperlihatkan ponselnya yang berisikan sebuah foto, tepat di depan wajah (Name).
"Ice, sahabat aku." singkat (Name).
"Kok bisa sama dia?" tanya Gempa lagi.
"Belajar bareng." jawab (Name) dengan datar.
"Terus nilai ulangan matematika mu ini?" Gempa menunjukkan kertas ulangan yang ia temukan dengan nilai yang ditulis dengan angka 32.
"I-itu... Ya, karena aku dapat nilai rendah makanya belajar sama dia. Kan Ice pinter MTK." gugup (Name) karena terkejut dimana Ice mendapatkan itu.
"Kenapa gak sama aku?" ketus Gempa.
"Kamu sibuk."
"Belajar perlu pegangan tangan gitu?" introgasi Gempa sambil memperjelas foto yang ia temukan.
"Apasih Gem!? Cemburuan banget! Kamu ga sadar ya kalau kita di perhatiin dari tadi!" sahut (Name) menunjuk ke belakang. Memang benar mereka sedang di perhatikan oleh kerumunan anak kelas 10 dan 11 yang belum pulang karena ekskulnya.
"Wahh aku baru tau lho kalau Kak Gempa itu cemburuan." bisik seorang perempuan yang menggunakan baju pramuka.
"Gak nyangka banget." tambah teman nya yang berpakaian cheerleader.
"Tapi beruntung jadi Kak (Name), pengen juga jadi pacar salah satu dari mereka. Eh tapi, Kak Gem cemburuan. Gajadi."
'AHAHAHA RASAIN TUH, GEM!'
Begitulah kira-kira ucapan anak kelas 10 dan 11 yang mengintip pembicaraan (Name) dan Gempa disana. Eits, mereka bukan segaja lho. Tapi karena (Name) jawabnya dengan nada agak tinggi mereka ngintip deh.
'Mau taruh dimana wajah ku ini' ucap Gempa membatin sungkan. Hancur sudah reputasinya sebagai ketua osis.
--
"Hahahaha! Diinget berapa kali juga ngakak, astaga." ungkit (Name) sambil memutar memori yang tersimpan di otak nya.
"Cukup (Name). Aku malu" ucap Gempa datar tapi tetap saja masih sangat kesal dengan adik kelasnya tadi.
"Btw Gem, kita udah mau lulus kan?" Tanya (Name) mengalihkan topik.
"Iya 2 bulan lagi. Kenapa? Gak sabar mau jadi istri ku hm?" ucap Gempa menggoda
"Ga ada. Gausah, ge-er." ucap (Name) dengan wajah memerah. Padahal dalam hati nya sangat berbunga-bunga.
"Hahahaha (Name) sangat lucu tauu" Komentar Gempa sambil mencubit kedua pipi (Name). Sekarang (Name) sudah seperti seorang boneka.
"Aku juga ga sabar kok mau jadi suami kamu" bisik Gempa kecil, tapi berdamage. Jantung (Name) butuh perawatan khusus rasanya.
DEG
DEG
DEG
KAMU SEDANG MEMBACA
Maybe We Can Love?
FanfictionMenikahi seseorang yang seharusnya menjadi Kakak Ipar mu adalah hal yang paling tidak disangka! Sosok Adik Tiri yang selalu saja ingin menghancurkan hidupmu tak pernah membiarkan mu hidup dengan tenang. Bagaimana kelanjutan kisah romansa mu dengan s...
