28. Semua wanita menyebalkan

417 48 51
                                        

AUTHOR POV

Hari ini hari minggu, hari dimana Hali bisa meluangkan waktu bersama keluarganya tanpa dibebani oleh pekerjaan di kantor. Lagi pula, dia punya anak buah, jadi tidak masalah walaupun banyak pekerjaan yang ia tinggalkan.

Ruang tamu, tempat dimana (Name) dan Hali berada saat ini. Mereka baru saja pulang dari rumah sakit setelah memeriksa kandungan (Name).

FLASHBACK

(Name) tengah berbaring di ranjang pesakitan rumah sakit, dengan sambil mengelus-ngelus perutnya yang sudah sangat besar.

Hali menemani istrinya dengan sepenuh hati, dimana ia memegang tangan (Name) sambil mengelus surai istrinya. Sesekali ia mengecup singkat dahi (Name).

Tak lama dokter datang sambil mengundang Hali untuk duduk di hadapannya. Setelah membantu (Name) untuk duduk, Hali membawa dirinya duduk di kursi sebelah.

Sang dokter hendak membuka mulut sembari menjelaskan isi dokumen yang ia bawa dari ruang lab.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan USG, jenis kelamin anak kalian adalah---"

"Ehh! Jangan, Dok. Biar jadi surprise nanti, hehe." sahut (Name) setengah berteriak, ia sudah membuat kesepakatan dengan suaminya atas hal ini.

"Iya, biar tau nya nanti aja." singkat Hali tersenyum tipis sambil merangkul istrinya.

--

Saat berada di luar rumah sakit, lebih tepatnya saat menuju ke tempat mobil Hali di parkir, (Name) melihat ada seorang pria separuh baya yang sedang membagikan balon secara gratis pada pasien di sana.

"Hali, balon nya lucu. Aku mauu, ambilin ya?" pinta (Name) sambil menunjuk-nunjuk dari jauh.

"Ha-hah? Kenapa harus ambil di tepi jalan begini? Kita bisa beli yang bersih di mall." kaget Hali sambil berusaha mengelak, mengingat ia adalah seorang globophobia (orang yang takut balon meletus).

"Ayolah! Aku maunya sekarang, huweeeeeee" sedangkan (Name) malah berpura-pura menangis sehingga Hali terpaksa menuruti apa yang diinginkan oleh istrinya.

'Ya Tuhan, aku harus apa... Dia malah memasang wajah memelas.' batin Hali tersenyum tertekan, ia harus memilih antara malu karena sang istri menangis di depan umum atau kah ia akan terus merasa ketakutan pada balon tersebut.

'Bagus, rencana ku berhasil. Hali masuk perangkap.' ucap batin (Name) dengan sangat licik.

"CEPETAN, LI. AKU NGIDAMMM" saking liciknya, (Name) semakin menjadi. Ia malah menangis lebih keras.

"Iya deh, iya." mau tak mau, Hali menyekap mulut (Name).

'Maaf ya, Li. Aku ngidam prank kamu sebenarnya...' setelah berbicara dalam hati, (Name) malah memberi kode pada sang pria yang membagikan balon tersebut.

DORRRR

"AAAAAA, BALON NYA MELETUS!"

"HAHAHAHAHAHA!"

FLASHBACK OFF.

--

Sepanjang perjalanan pulang, Hali terus dihantui rasa shock. Bahkan ia menyetir dengan keadaan bergetar seluruh tubuh, sebut saja tremor.

Maybe We Can Love?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang