15. Penyesalan selalu datang diakhir bukan?

483 56 8
                                        


AUTHOR POV

"Jangan berani menyebarkan berita palsu tentang kekasihku."

"Kau lebih mempercayai seorang jalang daripada adikmu?"

"JAGA MULUTMU!"

"Begitulah kenyataannya. Tak apa jika kau tidak ingin melakukannya, hanya saja kau akan menyesal nanti"

"Aku butuh bukti."

"Kemarilah, Taufan"

"Hali, maafkan aku. Apa yang dikatakan Solar adalah benar. Cepat lakukan sesuatu sebelum segala nya terlambat"

"Kau terlibat?"

"Tidak, Taufan tidak terlibat. Jika kau ingin memperbaiki segala kesalahan mu, cepat pakai soflens ini"

"Ck! Baik aku percaya"

'Maafkan aku (name). Karena aku juga kita telah kehilangan calon anak kita'

--

"Bagaimana Tuan Boboiboy Solar?"

"Jika aku tidak ingin melakukannya, apa yang akan kau lakukan padaku?"

"Halilintar akan mengetahui segala kebodohan kedua adiknya. Dan--"

"Dan apa Yaya?" ujar Hali dengan wajah kecewa sambil melepas kacamata visor serta soflens yang ia gunakan untuk menyamar.

"Ka-kau.."

"Perlakuan yang sangat tidak terpuji. Lebih rendah dari seorang jalang. Aku mencintaimu dengan segenap hatiku, tetapi kau! Kau mempermainkan semua ini!? KAU ADALAH WANITA YANG TIDAK PUNYA HATI!"

"Ha-Hali, a-aku bisa jela-jelaskan"

"Setelah rumah dan mobil yang kau minta aku berikan? Jalang mata duitan. Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun! Kembalikan semua itu, karena itu hak untuk istriku, (name)"

"Tidak Hali! Hali! Dulu kau berjanji akan menikahi ku bukan!? Tapi kenapa?"

Yaya shock untuk hal yang ia dengar barusan, apakah semua kebohongan lain akan terbongkar? Dan ia jatuh miskin menjadi seorang gelandangan?

"Karena aku tidak sebodoh kedua adik-adikku. Marga Boboiboy milik ayahku, jadi dia bukan hasil perselingkuhan ibuku. Taufan, kemarilah" jawab Hali tenang dan dingin sambil menatap Thron yang berada disamping Yaya.

Mendengar nama Taufan, Yaya shock untuk kedua kalinya.

"Kekasihmu aku atau Hali? Kau tak akan bisa memilih keduanya, sayang"

"Taufan! Taufan, aku bisa jelaskan" Yaya mulai berlutut dan memegang kaki Taufan. Namun Taufan tetap tidak acuh.

"Sayang, berdirilah. Tidak ada gunanya seperti itu jika kami berdua tidak menginginkan seorang jalang sepertimu" ucap Taufan tersenyum sinis. Akhirnya ia bebas dan sadar bahwa Yaya tak pernah tulus atas dirinya.

Namun juga merasa bersalah sudah membantu Yaya untuk mencelakai Gempa. Taufan menepis kakinya kasar dan Yaya terlempar duduk tak berdaya.

'Kalian berani denganku ya? Aku tidak terima harga diriku di injak-injak. Tunggu pembalasan ku terutama untuk dirimu (name)'

--

"(name) masih sakit?" tanya Solar lembut. (name) sudah sadar sejak beberapa menit lalu, Solar disini untuk menjaga (name) sambil menunggu Hali dan Taufan kembali.

"Ngga kok, makasih udah jaga (name) disini"

Pintu terbuka menampakkan Hali dan Taufan yang masuk kedalam ruangan tempat (name) dirawat. Saat melihat Hali, (name) agak ketakukan dan menundukkan kepalanya.

Maybe We Can Love?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang