part.3

732 45 0
                                        

Ke empat gadis itu kini sudah berada di area kantin lalu membagi tugas menjadi dua,dua orang harus bisa mendapatkan tempat dan dua orang lainnya memesankan makanan

Asya dan vena mendapat tugas mencari tempat Asya orang baru disini maka tak heran jika dia tak tahu dimana tempat yang kosong

Tapi tiba-tiba Vena menarik menuju ke arah tiga pemuda yang sedang bercengkrama lebih tepatnya dua laki-laki

"Apa soh xl nih ikut-ikut aja" ucap Deon mencolek dagu Axel

Ya mereka bertiga adalah murid yang terkenal tadi tak ada yang berani untuk duduk pada sekitar mereka

Mereka tak melarang untuk seseorang duduk di sana tapi kebanyakan dari mereka mengira duduk di area ketiga lelaki itu adalah pantangan

"Raka,numpang ya?"tanya Vena menggenggam tangan Asya

"Ya"jawab singkat Raka atau yang sering di panggil lyon

"Sini duduk sya"ucao Valen mempersiapkan Asya duduk

Sebenarnya Asya merasa tak enak dengan tatapan yang siswi-siswi berikan mereka menatap horor pada Asya

Ntah mengapa perasaannya tak enak akan tatapan itu

"Caper banget sih"

"Sengaja tuh dekatin Valen biar bisa dekat sama lyon"

"Duh baru masuk aja udah begitu"

Bisik mereka masih bisa di dengar oleh Asya, Asya menenangkan diri agar tak lepas kendali membuang muka menghadap ke arah lain

"Kita duduk disini?"tanya Rena pada Asya

"Emm... Iya deh kayaknya tempat lain pada penuh"jawab Chaca melihat sekeliling

Asya menatap kedua sahabatnya lalu menarik dua kursi bersebalahan

"Duduk ga enak berdiri terus"ucao Asya menunjuk tempat yang ia tarik tadi

Tak memiliki pilihan lain akhirnya rena dan Chaca menurut untuk duduk di area tiga bermuda

Banyak orang tahu bahwa segitiga bermuda adalah sebuah wilayah di bagian barat Samudra Atlantik Utara.

Banyak yang berprasangka jika melewati segitiga Bermuda akan tiada meski sang korban melewati perjalanan air maupun udara

Banyak mitos yang bertebaran serta fakta yang belum bisa di ungkapkan, menyangkut segitiga Bermuda Lyon, Deon,dan exel juga sebut sebagai tiga bermuda lokal

Mereka akan menjadi sahabat jika tak ada orang yang mencari masalah pada mereka tapi juga sebaliknya mereka akan sangat mematikan jika ada seseorang yang ingin mencari masalah

"Teman baru na?" Tanya deon melirik Asya

"Iya,dia Asya dan dua temannya..."Vena menjeda perkataan karna tak tahu nama kedua sahabat Asya

"Aku chaca dan dia Renata panggil Rena aja"ucap chaca memperkenalkan diri

Raka menoleh memperhatikan Asya yang sepertinya familiar dengan wajahnya tapi siapa? Raka mencoba mengingat tapi tak menemukan apapun

"Gue deon dia xl"ucap deon menunjuk exel

"Nama gue Exel E.X.E.L bukan xl monyet!"

Tuk...

Exel mengetuk kepala deon dengan keras kesal pada temannya itu karna selalu memanggil namanya dengan salah satu kartu ponsel

"Lo udah punya pacar?"tanya Deon pada Renata sambil memegang kepalanya yang sakit atas ketukan dari Exel

"Nanya gue?"tunjuk renata pada dirinya

"Iya sayanggg"balas deon

"Belum nih"

"Bisa dong jadi pacar gue?"tanya deon mengedipkan matanya

"Najis"balas Renata menunjukan wajah jijik menjawab semua pertanyaan Deon

"Yaa lu mah cewek terus pikirannya"ucap Exel kembali mengetuk kepala Deon

"Wehh santai pala gue nih di fitrah-hin tiap tahun"balas Deon mengelus kembali kepalanya

"Jangan kasar kasian yuh kepalanya"ucao Chaca ingin menyentuh kepala Deon

Deon menunjukan wajah melasnya agar Chaca percaya dan memarahi Axel tapi belum sempat tangan itu sampai Exel lebih dulu menariknya

"Apa sih biasa aja ga usah sok peduli" ucao Exel menghempaskan tangan Chaca

Ya Exel memang menyukai Chaca dari kelas 11 tapi rasa canggung serta egonya membuat dia tak bisa maju lebih dalam

"Lo kalo mau kasar jangan sama sahabat gue dong!"bentak Rena memperhatikan pergerakan Chaca sendari tadi

"Udah ga usah ribut cuman gitu doang kok"lerai Chaca menenangkan Renata

Asya diam memperhatikan pertengkaran mereka dari tadi tapi hanya di ladeni dengan tatapan biasa dan tak ingin melerai

Bukannya tak ingin tapi Asya merindukan hal ini sudah lama sekali dia tak pernah melihat kebersamaan dengan kedua sahabatnya itu

"Ga lo lerai?"tanya Vena melirik ke arah Asya

"Ga biarin aja ntar juga damai sendiri"jawabannya

Raka terus memperhatikan Asya dari sebelah meja, mata,bibir serta kepribadian yang di miliki Asya

Seperti seseorang yang pernah dekat dengannya dulu tapi siapa? Raka menggelengkan kepala memikirkan dengan keras siapa Asya

"Lo kenapa dah struk?"tanya Exel yang ternyata melihat Raka

"Ga"jawab singkat Raka

Asya tersenyum kembali melihat tingkah kedua sahabatnya bagaimana tidak tersenyum? Chaca memeluk Renata tapi tak sengaja' menjepit Renata pada keteknya

"CHACA!!"ketek lo bau!"

"Ehh sorry Chaca ga liat ren"

"Ahh lo ma"

Renata menarik nafas dengan rakus saking sesaknya di hampit oleh ketek Chaca,ketek Chaca wangi hanya enggap saja tak ada oksigen

"Duh kasian-nya mau di kasih nafas buatan ga?" Tanya Deon menahan tawa

"Sialan lo! Sini ga!"

Rena mengejar deon dengan menarik kerah bajunya tapi tak kena sehingga Deon bisa menjauh dari tangkapan Renata

Semakin Asya tertawa semakin keras raka berfikir siapa sebenarnya dia? Senyum itu pernah ia lihat saat dulu bermain kejar-kejaran tapi kapan?

Raka merasa kepalanya pusing memikirkan seseorang yang berada di hadapannya, seingatnya raka tak pernah lupa ingatan hanya saja tak bisa mengingat dengan jelas peristiwa di masa lalu














Bingung mau lanjut atau ga(:)

WARNING!!!

TERDAPAT BANYAK TYPO DAN SALAH PENEMPATAN DALAM CERITA

SALAM MANIS BUAT KALIAN●♡

Rakasya {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang