part.28

311 12 0
                                        

Hari kamis,yap hari dimana para mayat yang tak di ketahui identitasnya menunjukkan diri

Asya kembali bersekolah seperti biasa dimana dia sekarang berada mejanya sendiri tanpa berkata sepatah katapun

Dia takut apa yang ia mimpikan semalam akan jadi kenyataan, saat itu dia sedang berada di taman untuk menenangkan diri tiba-tiba saja suatu hal terjadi...

Gadis itu berhenti berkhayal dengan menggelengkan kepalanya dengan keras agar pikiran buruk tersebut tak akan datang lagi

Lama waktu berselang bel sekolah pun berbunyi dengan sangat kencang menandakan bahwa saatnya untuk kembali pada kelas mereka masing-masing

Jam mata pelajaran berjalan dengan sangat baik tampa ada kendala sama sekali

Asya mengerjakan soal pada papan tulis dengan cermat sehingga tak mendengar suara dari kaca tepat di sebelahnya

"Syutt... Kak!"teriak seseorang dari samping melihat Asya yang masih sibuk dengan buku tulis tampa melihat sekitarnya

"Njir gue ga di dengarin,kak Asya!!"
Teriak seorang pria dari dalam mengetuk kaca dengan pelan

Asya merasa ada panggilan dari arah samping pun akhirnya menoleh dan terkejut saat Zaylan memanggil dengan raut wajah yang memerah karna panas

"Hah? Kenapa?"tanya Asya menoleh berbicara secara pelan agar guru di depan tak tahu bahwa dia sedang tidak konsen dengan pelajaran

Zaylan memberitahu Asya dengan bahasa tangan untuk mengartikan bahwa Asya harus keluar menemuinya di taman sekarang

Tak ingin bertele-tele Asya mengangguk lalu meminta ijin pada guru yang sedang mengajar untuk pergi keluar dengan alasan ijin buang air kecil

Asya sampai pada taman yang di maksud Zaylan barusan tapi kini orang yang di tunggu-tunggu belum datang padahal dia yang mengajak untuk bertemu

Gadis itu diam melamun dan bertengkar dengan pikirannya sendiri tentang apa yang ingin di sampaikan oleh Zaylan

"Kak?"ucap Zaylan menepuk bahu Asya secara perlahan

Gadis itu pun menoleh menatap seseorang yang memanggilnya

Zaylan menunduk lalu mengangkat kembali kepalanya untuk bisa menatap Asya

"Kenapa? Kok gini? Apa ada kor-ban baru?" Tanya asya berturut-turut menatap Zaylan dengan sangat lekat

Berat untuk mengatakan ini semua pada Asya tapi mau tak mau gadis tau harus tau semuanya

Memang berat tapi tak ada yang lebih berat dari pada tak tahu masalah yang menimpanya sama sekali

"Zay? Jawab dong kok diam sih?!" Geram Asya

Asya maju lalu menggoyangkan tubuh Zaylan dengan keras sebab lelaki itu tak mau menjawab pertanyaan sama sekali dan malah memilih diam

Saat gadis itu sibuk dengan Zaylan maka pria itu sibuk bertengkar dengan pikirannya sendiri

Harusnya ini tak terjadi andai saja dia  lebih berhati-hati dalam bertindak pasti korban yang ada sekarang tak ada ada

Andai daja dia pergi pulang malam itu pasti kejadian ini tak mungkin terjadi

Ini semua salahnya ANDAI ya andai saja waktu itu dia tak menerima tawaran untuk berkumpul keluar pasti seseorang yang masih menjadi misteri itu tak mungkin...

Akh!!!.....

Bruk...

Zaylan menekuk lututnya tepat pada hadapan Asya menangis dengan pelan serta suara kecil yang keluar dari mulutnya

Rakasya {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang