Hari kamis,yap hari dimana para mayat yang tak di ketahui identitasnya menunjukkan diri
Asya kembali bersekolah seperti biasa dimana dia sekarang berada mejanya sendiri tanpa berkata sepatah katapun
Dia takut apa yang ia mimpikan semalam akan jadi kenyataan, saat itu dia sedang berada di taman untuk menenangkan diri tiba-tiba saja suatu hal terjadi...
Gadis itu berhenti berkhayal dengan menggelengkan kepalanya dengan keras agar pikiran buruk tersebut tak akan datang lagi
Lama waktu berselang bel sekolah pun berbunyi dengan sangat kencang menandakan bahwa saatnya untuk kembali pada kelas mereka masing-masing
Jam mata pelajaran berjalan dengan sangat baik tampa ada kendala sama sekali
Asya mengerjakan soal pada papan tulis dengan cermat sehingga tak mendengar suara dari kaca tepat di sebelahnya
"Syutt... Kak!"teriak seseorang dari samping melihat Asya yang masih sibuk dengan buku tulis tampa melihat sekitarnya
"Njir gue ga di dengarin,kak Asya!!"
Teriak seorang pria dari dalam mengetuk kaca dengan pelan
Asya merasa ada panggilan dari arah samping pun akhirnya menoleh dan terkejut saat Zaylan memanggil dengan raut wajah yang memerah karna panas
"Hah? Kenapa?"tanya Asya menoleh berbicara secara pelan agar guru di depan tak tahu bahwa dia sedang tidak konsen dengan pelajaran
Zaylan memberitahu Asya dengan bahasa tangan untuk mengartikan bahwa Asya harus keluar menemuinya di taman sekarang
Tak ingin bertele-tele Asya mengangguk lalu meminta ijin pada guru yang sedang mengajar untuk pergi keluar dengan alasan ijin buang air kecil
Asya sampai pada taman yang di maksud Zaylan barusan tapi kini orang yang di tunggu-tunggu belum datang padahal dia yang mengajak untuk bertemu
Gadis itu diam melamun dan bertengkar dengan pikirannya sendiri tentang apa yang ingin di sampaikan oleh Zaylan
"Kak?"ucap Zaylan menepuk bahu Asya secara perlahan
Gadis itu pun menoleh menatap seseorang yang memanggilnya
Zaylan menunduk lalu mengangkat kembali kepalanya untuk bisa menatap Asya
"Kenapa? Kok gini? Apa ada kor-ban baru?" Tanya asya berturut-turut menatap Zaylan dengan sangat lekat
Berat untuk mengatakan ini semua pada Asya tapi mau tak mau gadis tau harus tau semuanya
Memang berat tapi tak ada yang lebih berat dari pada tak tahu masalah yang menimpanya sama sekali
"Zay? Jawab dong kok diam sih?!" Geram Asya
Asya maju lalu menggoyangkan tubuh Zaylan dengan keras sebab lelaki itu tak mau menjawab pertanyaan sama sekali dan malah memilih diam
Saat gadis itu sibuk dengan Zaylan maka pria itu sibuk bertengkar dengan pikirannya sendiri
Harusnya ini tak terjadi andai saja dia lebih berhati-hati dalam bertindak pasti korban yang ada sekarang tak ada ada
Andai daja dia pergi pulang malam itu pasti kejadian ini tak mungkin terjadi
Ini semua salahnya ANDAI ya andai saja waktu itu dia tak menerima tawaran untuk berkumpul keluar pasti seseorang yang masih menjadi misteri itu tak mungkin...
Akh!!!.....
Bruk...
Zaylan menekuk lututnya tepat pada hadapan Asya menangis dengan pelan serta suara kecil yang keluar dari mulutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakasya {END}
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!!] (KARYA INI HANYA KARANGAN SEMATA.) Alsya crions harus bisa menerima semua kenangan pahit yang selalu menghantuinya selama 2 tahun belakangan ini Mengalami pelecehan di umur yang masih sangat muda membuat gadis cantik bern...
