Lia terus berlari sambil sesekali melihat kearah belakang nya.
Lalu dia berhenti berlari, nafas nya tersendat sendat, ia sangat kelelahan karena terus berlari. Ia tidak sadar bahwa ia telah berlari sampai depan kelas nya. iya mungkin itu menjadi alasan kenapa ia merasa Lelah berlari. Dari ujung ke ujung. Lia mungkin akan meminta kedua orang tua nya untuk mendaftarkan dirinya menjadi peserta lomba lari marathon.
Baru saja lia akan membuka pintu kelas nya, ia mendengar suara tawa dari ujung Lorong. Ruangan itu seperti nya ruangan tak terpakai. Lia sempat melihat lihat daerah kelas nya, dan ruangan itu seperti Gudang. Lia yang penasaran, berjalan mengendap-ngendap menuju ruangan itu, ia melihat pintu nya terbuka sedikit, ia mengintip melalui celah celah pintu itu.
Ia terkejut melihat isi di dalam nya. itu adalah geng perempuan yang menganggu nya saat jam istirahat tadi. Bukan, bukan karena orang nya yang membuat ia terkejut, tapi karena apa yang mereka lakukan. mereka merokok sambil membicarakan orang. Lia jadi mengingat masa masa sekolah nya dulu, ia suka membicarakan orang lain bersama teman geng nya, tapi ia tidak merokok.
Ini sudah kelewatan !
Lia tidak ingin ikut campur urusan mereka, lia memutar badan nya bermaksud pergi dari tempat itu, tapi telinga nya menangkap siapa yang mereka bicarakan. mereka membicarakan dirinya.
Lia tidak jadi pergi dari tempat itu, ia ingin tahu apa yang mereka bicarakan.
"aku kesal banget tadi, orang itu menganggu saja, padahal kan aku ingin menguji anak baru itu, malah tidak jadi karena nya."
"iya, aku juga kesal kali. Kapan lagi ada anak baru di sekolah ini, sekolah ini udah krisis anak baru, gak ada yang bisa digangguin kan."
"sekarang kita udah harus hati hati, dia pasti akan melindungi anak baru itu. meskipun kita tidak tahu sih dia akan melindungi nya dengan cara apa."
"lebih baik jangan cari gara gara sama dia. Nanti kita malah kena imbas nya lagi. gak mau ah. Aku masih sayang diri aku."
"justru itu, kita harus mikir gimana caranya, kita harus kasih anak baru itu pelajaran. Enak aja dia sok cari perhatian sama theo."
Lia terkejut lagi mendengar mereka menyebut nama theo. Disini lia dapat mengambil satu kesimpulan, kalau theo itu cukup terkenal, theo digemari oleh murid murid perempuan disini. Karena selama di sekolah, lia selalu mendengar pada ciwi-ciwi terus membicarakan theo.
Lia tidak ingin berada disini terlalu lama, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat ini, namun ia sungguh tidak beruntung. Ia menabrak papan kuning bertuliskan hati hati lantai licin hingga jatuh dan menimbulkan suara yang cukup keras.
Lia panik, lia tidak bisa berpikir jernih, lia langsung lari begitu saja dari tempat itu, tanpa membetulkan papan yang ia tabrak.
Lia Kembali berlari sampai ia berhenti di pinggiran lapangan basket. Ia menatap sekeliling, menghela nafas lega karena sepertinya mereka tidak mengejar lia. bisa gawat jika lia tertangkap basah setelah mendengar pembicaraan orang.
Di sekitar tempat ia berdiri sekarang sangatlah sepi, mungkin karena murid murid sekolah sudah pada pulang. Lia Kembali gelisah Ketika mendengar suara tawa dari arah belakang. Lia segera berlari, bersembunyi dibalik dinding dekat tangga. Suara tawa itu ia yakinkan bahwa itu suara tawa perempuan.
"hahaha. Lucu banget tadi lihat muka nya. kamu lihat kan raut wajah takut nya."
"kamu nih kebiasaan suka jahilin orang, nanti kalau sampai dia tahu itu kamu, kamu bisa diomelin loh sama dia."
"ihh biarin aja, lagian dia sombong banget kemarin gak mau salaman sama aku."
"iya deh. Pulang yuk udah sore nih."
KAMU SEDANG MEMBACA
Athalia [ √ ]
Teen FictionLia, remaja perempuan yang duduk di bangku SMA memiliki kehidupan yang biasa biasa saja, tidak ada hal spesial di dalam hidupnya, pikir lia. namun orangtua nya tiba tiba memutuskan untuk pindah ke rumah ke daerah yang jauh dari kota. ia pikir hi...
![Athalia [ √ ]](https://img.wattpad.com/cover/284309514-64-k740132.jpg)