Bel pulang sekolah berbunyi, murid murid di sekolah lia berlarian keluar kelas untuk segara pulang atau bermain dengan teman teman mereka. Semua nya sangat senang karena besok sudah akhir pekan yang artinya sekolah libur.
Lia dan grace berjalan beriringan menuju keluar kelas, selama berjalan di Lorong, murid murid yang melihat mereka berjalan berdua menatap mereka dengan tatapan tegang. Sesekali terdengar bisikan bisikan kecil di antara mereka, kemudian mereka akan berhenti berbisik setiap grace menatap mereka dengan tatapan datar.
Sejak lia dekat dengan grace, lia memang merasa bahwa setiap ia berjalan berdua dengan grace, ia pasti selalu mendapatkan tatapan itu. namun lia berpendapat, mereka yang menatap nya demikian karena rasa iri hati nya pada lia.
"jadi besok kita kerja kelompok ya disini ya?" tanya lia.
Grace menganggukan kepala nya. lia dan teman teman sekelompok nya sudah memutuskan untuk mengerjakan tugas biologi mereka besok di sekolah. Mereka tidak ingin menunda nunda tugas yang sudah diberikan. Jika bisa dikerjakan sekarang, kenapa harus nanti kan.
Setelah itu mereka berpisah, karena grace bilang ia ada urusan. Dan lia memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Lia sebenernya tidak ingin pulang, karena ia merasa muak harus bertemu dengan keluarga nya. lia Lelah jika setiap saat harus berdebat dengan keluarga nya.
Ia pasti akan selalu kalah berdebat dan berakhir terkena amukan orang tua nya. namun ia tidak punya tempat lain yang bisa ia kunjungi selain rumah nya. lia sempat berpikir untuk pergi dari rumah. Ia lebih suka sendirian daripada harus bersama keluarga nya.
namun realita kehidupan, jika ia pergi dari rumah, kemana ia harus tinggal? Ia akan makan apa nantinya?
Di perjalanan pulang ke rumah, mood lia sudah memburuk, memikirkan apa saja yang akan ia hadapi nantinya di rumah. Namun perhatian nya teralihkan pada satu suara yang ia kenal.
"haii anak baru!" sapa gio.
Lia menatap gio sesaat, dan Kembali menatap kearah depan dengan raut wajah datar. Gio yang memang dasarnya peka dengan keadaan, merasa yakin bahwa lia sedang tidak baik baik saja sekarang.
"kamu kenapa? Apakah ada masalah? Kalau kamu lagi ada masalah, kamu bisa cerita ke aku, aku siap membantu dan mendengarkan." kata gio sambil tersenyum tulus pada lia.
Meskipun lia melihat kearah depan, ia tau kalau sekarang gio sedang tersenyum padanya. Senyuman nya terlihat sangat tulus, senyuman tulus yang baru pertama kali lia lihat. Lia menghela nafas.
"aku gapapa kok, terima kasih." kata lia.
"gapapa kalau kamu gak mau cerita sekarang, tapi kalau kamu udah siap buat cerita, cari aku. Inget, kalau kamu ada orang yang bisa dipercaya disini, yaitu aku." kata gio sambil tersenyum bangga.
Lia menatap gio, ia tersenyum melihat kelakuan gio. Lia saja bingung dengan dirinya, kenapa kelakuan gio terhadap nya selalu membuat ia tersenyum. lia akui jauh di dalam hati nya, ia merasa nyaman dan aman berada di dekat gio.
"terima kasih gi. Mungkin suatu saat nanti aku akan cerita."
"no problem li. Aku selalu ada disini buat kamu."
Kemudian tidak ada percakapan lagi di antara mereka, sampai lia merasa bingung kenapa gio bisa berjalan bersama nya. memang nya arah rumah mereka sama? Kalaupun sama seharusnya sudah dari dua minggu lalu lia melihat gio.
"eem.. terus sekarang kamu ngapain ikutin aku?" tanya lia.
"eeeee ya gapapa. Aku Cuma pengen jalan aja, dan jangan terlalu percaya diri kalau aku ikutin kamu." jawab gio sambil tersenyum miring.
KAMU SEDANG MEMBACA
Athalia [ √ ]
Teen FictionLia, remaja perempuan yang duduk di bangku SMA memiliki kehidupan yang biasa biasa saja, tidak ada hal spesial di dalam hidupnya, pikir lia. namun orangtua nya tiba tiba memutuskan untuk pindah ke rumah ke daerah yang jauh dari kota. ia pikir hi...
![Athalia [ √ ]](https://img.wattpad.com/cover/284309514-64-k740132.jpg)