27 | MY PRIORITY

6 0 0
                                        

Kini Kabar hubungan lia dan theo telah menyebar sampai ke segala tingkatan. Lia si anak baru dari kota menjalin hubungan dengan sang idola sekolah. Semua murid di sekolah membicarakan keduanya. Nama mereka pun selalu menjadi topik perbincangan dari mulut ke mulut.

Daripada itu, bagaimana kabar hubungan keduanya sekarang?

Terakhir kali mereka baik baik saja saat lia memiliki jadwal tari hari itu. theo yang tiba tiba saja mengubah sikap nya menjadi dingin dan bersikap acuh terhadap lia. sejak hari itu mereka tidak terlihat menghabiskan waktu bersama lagi. keduanya enggan berbicara satu sama lain. Lia selalu berusaha mengajak theo bicara, namun theo menghindari nya. lama kelamaan lia Lelah juga, jadi lia menghentikkan usaha nya.

Sekarang ini lia sedang duduk bersama grace di kantin. Lia menceritakan pertengkaran nya dengan theo. grace terlihat antusias mendengar cerita lia.

"menurut ku sih, theo itu yang salah. Theo tiba tiba menjauh dari kamu dan gak bicara sama kamu pasti ada sesuatu terjadi. Dan saat aku dengerin cerita kamu, sikap theo itu benar benar menyebalkan sih." komen grace.

"iya kan. makanya aku bingung harus ngapain supaya kita bisa berbaikan lagi. menyebalkan sekali dia, aku benci theo."

Grace tersenyum dan menepuk bahu lia.

"tidak usah dipikirkan. Lebih baik kita makan aja, lupakan masalah itu."

Lia mengikuti ucapan grace dan mereka memakan makanannya. Dari kejauhan, via melihat lia dan grace sedang makan bersama. Via tersenyum sendu melihat keduanya dan ella melihat nya.

"kamu kenapa vi?"

"eem gapapa kok. Aku mau ke bukit belakang saja deh."

"loh? Kamu gak mau makan siang? Biasanya kan kamu paling nomor satu kalau soal makan."

"enggak dulu deh. Aku lagi gak pengen."

Via berjalan pergi meninggalkan ella di belakang. Sebenernya ella sudah sangat lapar, namun ia lebih memilih mengikuti via. Pasti ada suatu hal yang membuat via jadi tidak ingin makan.

Di bukit belakang.

Sesampainya mereka di bukit belakang, yang dilakukan via adalah menendang bebatuan kecil disana sambil memasang wajah cemberut. Ella memperhatikan kelakuan sahabat nya dan menghela nafas melihat nya.

"kamu kenapa sih vi? Kalau ada masalah kamu bisa cerita sama aku."

"aku gapapa ella. Aku kan sudah bilang berkali kali."

Kemudian dari arah samping datanglah dua orang manusia yang ditunggu ella sejak tadi. Ella memanggil gio dan niko untuk membantu nya menasehati via. Mereka sangat menyayangi via. Jika terjadi sesuatu pada via, mereka bertiga pasti akan langsung turun tangan bak seorang pengawal yang melindungi ratu nya.

"kenapa kalian bisa kemari?" tanya via bingung.

"itu tidak penting. Kamu belum makan siang kan? nih makan. Aku beliin buat kamu." jawab niko.

Via menggelengkan kepala nya, ia menolak makanan yang sudah dibeli oleh niko. Niko terus memaksa via menerima makanan nya, sampai akhirnya niko Lelah membujuk via, ia memutuskan duduk di salah satu batu besar disana.

"ada apa dengan via?" tanya gio pada ella.

"entahlah. Saat kita di kantin, raut wajah via sudah berubah, dan dia tidak mau makan."

"apa dia diganggu lagi?"

"tidak kok. Aku selalu bersama nya."

Gio menganggukan kepala nya mengerti, ia berjalan mendekati via yang masih memasang raut wajah sendu.

Athalia [ √ ] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang