Hari ini sekolah lia merayakan bulan Bahasa. sekolah lia mengadakan perlombaan dan juga menyajikan penampilan dari berbagai kegiatan di sekolah. Murid murid dari berbagai tingkatan telah berkumpul di aula sekolah. Mereka bersorak menyaksikan murid murid yang tampil diatas panggung. Sampai tibalah saat nya kelompok tari menunjukkan penampilan mereka.
Suara musik terdengar, ella dan teman teman nya menari dengan penuh semangat. Seisi aula dibuat kagum oleh penampilan mereka, terutama lia. lia menganggumi penampilan ella dan teman temannya. Ada perasaan iri dan menyesal yang lia rasakan. Ia ingin tampil diatas panggung, namun ia menyesal karena melepas tanggung jawab nya begitu saja. Ia pasti telah membuat ella dan teman teman nya kecewa.
Suara musik telah berhenti dan kelompok tari menyelesaikan penampilan mereka. Seluruh murid dan guru guru yang ada di dalam aula bertepuk tangan untuk penampilan mereka. Karena Ella dan teman teman nya mendapat urutan terakhir untuk tampil, kepala sekolah segera mengakhiri acara hari ini, ia mengucapkan kata kata penutup dan terima kasih nya. setelah mengucapkan salam penutup, semua murid kembali ke kelas nya masing masing. kegiatan selanjutnya adalah perlombaan. murid murid yang mengikuti lomba diminta untuk membuat sebuah puisi. Hasil nya juga akan diumumkan hari itu juga.
Mereka berlomba lomba membuat puisi sebagus mungkin agar dapat memenangkan perlombaan. Tapi tidak dengan lia. lia tidak tertarik sama sekali mengikuti perlombaan ini. ia lebih memilih duduk menyendiri di samping lapangan.
Suatu kebetulan lia bertemu dengan theo disana. Theo menghampirinya dan kata kata yang ia ucapkan selanjutnya membuat dunia lia runtuh seketika.
"kita sudahi saja hubungan ini. aku minta maaf kalau aku ada salah. Semoga kamu dapat yang lebih baik."
"tapi kenapa mendadak sekali? kamu tiba tiba menjauh dari aku, dan kamu menyudahi hubungan kita??"
"aku capek menghadapi kamu. Toh kamu juga sedang banyak masalah kan. aku akan membantu kamu menyelesaikan masalah kamu, hubungan kita. Aku juga sudah gak punya rasa sama kamu. Aku duluan. "
Theo meninggalkan lia di belakang. Lia menahan air mata nya. lia sadar ini bukan tempat yang tepat untuknya menangis. Lia mengepalkan tangan nya, dalam hati ia terus mengumpati theo. laki laki yang sangat ia cintai kini meninggalkannya dan ia benci pada theo. di belakang dinding, ada seseorang yang sedang bersembunyi setelah melihat kejadian di depannya. Ia terssenyum senang.
kamu terlalu berharap padanya lia, dan kamu jatuh ke dalam lubang nya. sekarang kamu sudah tidak punya siapa siapa lagi yang dapat membantu kamu keluar dari lubang itu.
******
Semua murid menunggu dengan tidak sabar. Mereka menunggu pengumuman pemenang lomba bulan Bahasa ini. mereka semua menebak nebak siapakah pemenang lomba bulan Bahasa tahun ini. setelah menunggu selama hampir satu jam lama nya, masing masing wali kelas kembali kelas nya untuk memberi tahu siapakah juara juara tersebut.
pemenang lomba membuat puisi adalah via di posisi pertama, gio di posisi kedua, dan niko di posisi ketiga.
Semua murid terkejut Ketika mendengar naman ama itu disebutkan.
"tidak mungkin mereka mengambil posisi juara satu,dua, dan tiga"
"kudengar mereka berteman kan"
"via? Dia memegang posisi pertama?? Tidak kusangka"
Jika murid lain terkejut karena naman ama yang disebutkan, berbeda dengan lia yang diam diam tersenyum bangga. Meskipun ia sendiri tidak tau apakah mereka masih menganggap nya teman atau tidak, tapi lia akui teman teman nya sangat berbakat, tidak seperti dirinya. ia sendiri meragukan dirinya.
Perayaan bulan Bahasa di sekolah nya pun selesai dilaksanakan. Semua murid sudah diperbolehkan pulang setelah guru guru memberitahu juara lomba membuat puisi. Lia sudah tidak punya siapa siapa lagi sekarang, jika biasanya setiap pulang sekolah ia bermain dengan grace atau theo, kini ia sendirian jadi ia memutuskan untuk pulang ke rumah.
Di perjalanan pulang ke rumah, lia hanya menatap kosong jalanan di depannya. Ia mengabaikan sapaan teman teman ibu nya. mereka yang diacuhkan lia pun menatap lia dengan pandangan tidak suka.
"sombong sekali"
Lia terlalu Lelah menanggapi orang orang di sekitarnya. Sesampainya di rumah, lia langsung naik tangga menuju kamarnya. Meletakkan tas sekolah nya dan duduk di lantai tepat di samping tempat tidurnya. Ia mengadahkan kepala nya menatap langit langit kamar dan menghela nafas.
"kenapa? Kenapa tuhan memberikan ini semua kepada ku? aku sangat Lelah. Apakah aku boleh beristirahat sejenak? apakah aku bisa menjalani semua ini sendirian? Aku kehilangan theo, grace, dan mereka mungkin?" ucap lia sambil menatap kosong langit langit kamar nya.
Sejak hari itu, sudah tidak ada senyuman terpancar dari wajah lia. jikapun lia tersenyum, senyuman yang ia tunjukkan pun hanya senyum palsu. Alasan ia melakukan nya agar orang orang di sekitar nya tidak khawatir atau menanyakan dirinya. ia terlalu malas untuk bercerita pada orang orang apa yang ia alami.
Selama beberapa hari sejak hari itu, lia menjadi pendiam dan penyendiri. Lia tidak menyangka kehidupan nya akan benar benar kacau seperti ini. mungkin memang sudah tidak ada hal yang bisa diperbaiki, pikirnya. ia sempat berpikir ingin meninggalkan semua ini. kalian pasti mengerti kan apa yang kumaksud.
Aku akan menjelaskan ke kalian bagaimana keadaan lia sekarang. Lia seperti mayat hidup, tidak memiliki semangat dalam menjalani hidupnya, suasana hati nya yang selalu berubah, membuat nya frustasi dan bingung akan perasaan nya sendiri. ia depresi, ia stress, ia Lelah dengan kehidupannya. Ia memasrahkan semua nya pada tuhan. Ia ingin lepas dari ini semua, namun tuhan belum mengizinkan nya. tapi tuhan mendengarkan semua isi hati kita. Ia menghadirkan seseorang dalam kehidupan lia, seseorang yang tulus, dan selalu memperhatikan lia dari jauh.
"kamu gak sendirian lia. ada aku disini."
Lia menangis, ia menangis keras melihat seseorang di hadapannya. Ucapan nya membuat lia meluapkan apa yang ia rasakan selama ini. ia berjalan mendekati lia, dan perlahan tangan nya merangkul lia, memeluknya ,dan mengelus punggung nya. sesekali ia melontarkan kata kata penenang pada lia.
"maaf.. hiks.. aku minta maaf, maaf karena aku pernah membentak kamu vi." kata lia sambil menangis terisak.
"tidak apa li. Aku udah maafin kamu! Udah semangat ya, kamu gak sendirian. Ada aku disini yang selalu ada buat kamu." kata via sambil terus mengusap punggung lia.
"terima kasih vi. Terima kasih karena kamu ada buat aku."
"sama sama lia! aku akan membantu kamu sebisa mungkin. Cerita kalau memang itu bisa membuat kamu lebih baik. Jangan nangis lagi ya. Aku gak bisa lihat sahabat aku nangis, nanti aku ikutan sedih loh."
"sahabat? Hiks.. kamu masih anggap aku sahabat setelah apa yang aku lakukan?"
"iya sahabat! Aku sayang sama kamu sebagai sahabat. Aku akan selalu ada di sisi kamu, melindungi kamu dari sini. Percaya sama aku."
Setelah via mengucapkan hal itu, mereka saling tersenyum, dan kembali berpelukan. Dari balik dinding seseorang mendengar pembicaraan mereka. Ia tersenyum melihat interaksi keduanya. Masalah satu terselesaikan. Lia tidak sendirian, ia seharusnya sadar bahwa ia mempunyai via yang tidak pernah meninggalkan nya di belakang.
Sahabat yang baik adalah sahabat yang seperti via kan? seorang sahabat yang tidak akan meninggalkan teman nya berjuang sendirian, seorang sahabat yang akan selalu melindungi dari depan maupun belakang.
------
KAMU SEDANG MEMBACA
Athalia [ √ ]
Ficção AdolescenteLia, remaja perempuan yang duduk di bangku SMA memiliki kehidupan yang biasa biasa saja, tidak ada hal spesial di dalam hidupnya, pikir lia. namun orangtua nya tiba tiba memutuskan untuk pindah ke rumah ke daerah yang jauh dari kota. ia pikir hi...
![Athalia [ √ ]](https://img.wattpad.com/cover/284309514-64-k740132.jpg)