25. Selamat Tinggal dan Sampai Jumpa.

1.6K 366 88
                                        

###

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

###

"Meme belangkat ya, Ma!"

"Titi belangkat ya, Ma!"

Suara pekikan cempreng dari dua anak TK itu langsung menggema ke seisi rumah. Mama yang tadinya masih sibuk mondar-mandir langsung berjalan menuju pintu depan mengantarkan dua anak kembarnya itu.

"Koko langsung ke kampus apa ke rumah lagi?" tanya Mama sambil memberikan beberapa uang seratus ribuan pada Damar.

"Itu beli bensin kade lupa!" (awas)

"Siap, Ma! Koko kelas jam setengah sepuluh sampai jam dua belas," jelas Damar yang daritadi duduk di atas motor.

"Mau jemput Joy dulu biar bareng, jadi langsung ke kampus aja."

Mama mengangguk kecil. "Yaudah, pulangnya ke Borma dulu ya, Ko! Ini bahan-bahan di rumah abis, Mama gak keburu."

Damar mengangguk santai. Urusan belanja dadakan begini udah biasa dilakukan laki-laki bermata bulat ini.

"Yaudah, jug geura berangkat. Bisi kasiangan!" (sana cepet berangkat. Takutnya kesiangan!)

Mama Senja langsung bergegas masuk ke dalam rumah setelah memastikan ketiga anaknya pergi dengan aman.

"Ce, ke kampus gak?"

Senja yang setelah sarapan langsung menuju halaman belakang buat mencuci baju langsung menoleh dan mengangguk. "Siang, Ma."

"Oh? Udah dapet pembimbing skripsinya?"

Senja lagi-lagi mengangguk. Walaupun di rumah ada mesin cuci, tapi tentunya ada beberapa jenis pakaian yang perlu dicuci pakai tangan.

"Sama siapa?"

"Ada itu, Pak Soni sama Bu Fina. Mama gak akan tahu, sih," jelas Senja singkat. Maklum, perempuan ini sedang fokus menghilangkan noda-noda apalagi di baju adik-adik kembarnya.

"Bareng si Clareen gak? Apa Calvin?"

Senja mendengus. "Boro-boro. Kita bertiga gak ada yang sama pembimbingnya, Ma."

"Oh, nya bae lah." (ya biarin lah)

"Ini Mama berangkat ya, Ce? Makan sama minum si Lele jangan lupa Cece isi dulu sebelum berangkat."

"Terus itu, selimut keueuman heula," (rendam dulu) lanjut Mama. "Nanti dicucinya sama Mama aja lah abis dari toko, bisi beurat ku Cece mah." (takutnya berat kalau sama Cece)

Senja mengangguk dan langsung membawa dua selimut tebal miliknya dan Damar.

"Ma, kalau jadi nanti Senja mau langsung skripsian sama Clareen, Calvin, dan Biru," ucap Senja meminta izin sementara kakinya sibuk menginjak-injak selimut yang baru direndam air.

PhotographCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang