Hai selama datang di kisah MarKir jangan lupa vote ya.
Happy Reading🤗
Sang fajar telah tuntas menggantikan tugas rembulan. Cahaya keemasan menyelinap melalui celah jendela, menandakan sebuah awal baru bagi setiap orang untuk merajut cerita mereka.
Di kediaman Danendra, suasana hangat menyelimuti ruang makan. Langkah kaki yang ringan terdengar menuruni tangga, memecah keheningan pagi.
"Pagi semua"sapa Kirana,yang turun dari tangga.
"Pagi, Sayang," sahut Mama Sari, Papa Reno, dan Farel hampir bersamaan—sebuah harmoni rutin yang selalu menenangkan.
"Ayo duduk, sarapan dulu supaya hari kamu punya cukup tenaga untuk menghadapi dunia," ucap Mama Sari sambil meletakkan piring berisi nasi goreng hangat.
Sarapan pagi itu berlangsung hangat, diselingi tawa kecil dan petuah bijak dari Papa Reno, sebelum akhirnya Kirana dan Farel berpamitan untuk memulai petualangan mereka di sekolah.
Pemandangan di depan rumah selalu sama, namun tak pernah gagal membuat tetangga menoleh. Di sana, barisan motor besar dengan raungan mesin yang gagah sudah menunggu. Anggota Gibros telah bersiap mengawal sang Wakil Ketua, Farel, dan tentu saja—sang adik kesayangan, Kirana.
Setelah turun dari motor Kirana langsung di antar oleh farel pergi ke kelas,banyak siswa dan siswi ketika farel dan Kirana berjalan langsung membukakan jalan untuknya.
Sesampainya di sekolah, suasana seketika berubah riuh namun segan. Deru knalpot Gibros adalah pengumuman bahwa "pangeran sekolah" telah tiba. Banyak pasang mata menatap penuh kagum sekaligus iri saat Farel berjalan dengan penuh wibawa, menggandeng Kirana di sisinya. Siswa-siswi secara otomatis membelah jalan, memberikan ruang layaknya menyambut tamu kehormatan.
Setelah memastikan Kirana masuk ke kelasnya dengan aman, Farel mengacak rambut adiknya gemas sebelum berlalu menuju kelasnya sendiri.
Di dalam kelas, Rena sudah menunggu dengan tatapan penuh selidik.
"Hai, Bro!" sapa Kirana santai sambil mendaratkan tasnya di kursi.
Rena memutar kursinya, matanya berbinar. "Gimana? Ceritain soal semalam!"
Kirana menarik napas panjang, wajahnya mendadak antusias. "Na, sumpah! Semalam Bang Farel benar-benar bawa gue ke markas Gibros. Lo tahu nggak? Basecamp-nya bukan kayak gudang tua di film-film, tapi nyaman banget kayak rumah sendiri. Cuma ya gitu... isinya cowok semua."
Rena tertawa kecil, "Ya iyalah, Ra! Namanya juga geng motor, bukan sanggar senam."
"Basecamp Nya itu kayak rumah tau,terus disana banyak anak cowoknya"ucap Kirana.
"Ya mestilah,namanya juga geng motor laki"ucap Rena yang mendengar ucapan Kirana barusan.
"Bukan itu poinnya, Na!" Kirana mendekat, merendahkan suaranya seolah membisikkan rahasia negara.
"Waktu gue dikenalin sama teman-temannya, gue kasih senyum dong biar ramah. Eh, masa Kak Marco—Ketua mereka yang dingin itu—malah nyuruh gue berhenti senyum? Dia bilang senyum gue berbahaya atau gimana gitu. Aneh banget, kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Markir[SELESAI]
Teen FictionMarkir (Marco Kirana) bukan markir motor Lo ya! Dua sejoli yang di pertemukan dengan Marco sebagai teman farel dan Kirana adalah adik farel. Langsung baca aja ya Terimakasih Ikuti kisahnya ya! Cover by pinterest
![Markir[SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/286804278-64-k999670.jpg)