Hai semua nya para pembaca yang baik hati dan tidak sombong Extra Part nya ada lagi nihh!
Markir masih ingin cerita ke kalian kehidupannya baca yuk!
Happy Reading🤗
Di ruang tengah, suasana terasa sedikit tegang—bukan karena masalah besar, tapi karena negosiasi alot antara seorang mantan ketua geng dan putri kecilnya.
"Besok itu Ayah sibuk, Sayang. Ada rapat penting yang nggak bisa ditinggal," ucap Marco, mencoba memberikan pengertian untuk kesekian kalinya. Sejak tadi, Raya tidak berhenti membujuknya agar ikut pergi ke suatu tempat rahasia yang katanya sangat ingin ia kunjungi.
Raya melipat tangan di dada, bibirnya mengerucut maksimal. "Ih, Ayah! Katanya kantor itu punya Ayah sendiri? Masa bosnya nggak boleh libur satu hari aja sih buat Raya? Pelit banget!"
Marco menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Skakmat. Argumennya sendiri soal "kantor punya Ayah" yang ia ucapkan sebelumnya kini berbalik menyerangnya.
Kirana muncul dari arah dapur, berjalan santai sambil membawa nampan berisi camilan dan minuman dingin. Ia duduk di samping Marco, lalu menyuapkan sepotong biskuit ke mulut suaminya sebelum ikut menimpali.
"Sudah deh, Mas. Ikutin saja kemauan anakmu. Jarang-jarang kan dia minta begini? Lagian, sesekali lepas dari laptop nggak akan bikin kantor kamu bangkrut kok," ucap Kirana dengan nada santai namun penuh penekanan yang tak bisa dibantah.
Raisya yang sedari tadi menyimak sambil asyik mengunyah kacang, ikut mengompori. "Iya, Uncle! Masa kalah sama anak SD? Ayo dong, healing tipis-tipis!"
Marco menatap Raya yang matanya sudah mulai berkaca-kaca, lalu melirik Kirana yang memberikan tatapan 'turuti atau tidur di sofa'. Pertahanan Marco runtuh seketika.
Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum pasrah sambil mengacak rambut Raya. "Ya sudah, ya sudah. Besok kita berangkat. Ayah libur total demi Tuan Putri."
"HOREEE!" seru Raya kegirangan, langsung menghambur ke pelukan Marco.
Di sudut ruangan, Raisya dan Raya saling lirik dan melempar senyum penuh arti. Tahap pertama rencana besar Diki berhasil. Besok, Sang Legenda akan kembali menginjakkan kaki di tanah para singa, tanpa ia sadari sedikit pun.
~~~
Sementara di rumah Marco sedang terjadi negosiasi alot, suasana di rumah Farel pun tak kalah "panas". Raisya sepertinya sedang menjalankan misi yang sama: menyeret papanya keluar rumah besok.
"Mas, coba dipikirkan dulu pelan-pelan. Raisya itu jarang sekali minta ditemani ke tempat yang dia suka. Masa sekali saja kamu nggak bisa?" ucap Rena dengan suara lembut, mencoba mencairkan kekakuan suaminya.
Farel memijat keningnya, tampak frustrasi. "Tapi Ren, besok itu ada meeting penting sama klien dari luar kota.
Jadwalnya sudah disusun dari bulan lalu."
Rena menghela napas, ia mendekat dan merapikan kerah baju suaminya dengan penuh perhatian. "Klien bisa dijadwal ulang, Mas. Tapi masa remaja Raisya nggak bisa diulang. Dia hanya minta ditemani satu hari ini saja. Kamu nggak mau kan nanti dia malah cari perlindungan ke orang lain karena papanya selalu sibuk?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Markir[SELESAI]
Fiksi RemajaMarkir (Marco Kirana) bukan markir motor Lo ya! Dua sejoli yang di pertemukan dengan Marco sebagai teman farel dan Kirana adalah adik farel. Langsung baca aja ya Terimakasih Ikuti kisahnya ya! Cover by pinterest
![Markir[SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/286804278-64-k999670.jpg)