Hai selamat datang dikisah MarKir jangan lupa vote ya.
Happy Reading🤗
Setelah melewati hari yang melelahkan dengan predikat "paling sok sibuk", Kirana akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke kamar Sinta. Namun, baru saja punggungnya menyentuh kasur, ponselnya bergetar hebat.
"Ra, hp lo bunyi terus tuh dari tadi," lapor Sinta yang sedang sibuk mengecek hantaran.
"Makasih, Kak." Kirana meraih ponselnya. Nama Rena terpampang di layar.
"Halo? Ada gerangan apa wahai rakyat jelata?" tanya Kirana begitu panggilan terhubung.
"Lo ya! Gue telepon dari tadi baru diangkat!" semprot Rena di seberang sana.
"Ya maaf, tadi gue lagi dalam misi rahasia menghabiskan kue-kue enak di bawah," bela Kirana santai.
"
Makan mulu pikiran lo! Gue butuh solusi nih, urgent!" suara Rena berubah serius.
"Apaan? Buruan, gue orang sibuk."
"Besok gue ke nikahan Kak Sinta pakai baju apa? Gue bingung banget!"
"Sarungan aja kalau bingung," jawab Kirana tanpa beban.
"
KIRANA! Gue serius!" Rena mulai panik.
"Duh, koleksi dress lo kan segunung, Na. Pakai salah satu yang paling cantik aja."
"Iya juga sih. Pokoknya gue harus kelihatan elegan dan berkelas, soalnya besok kan bakal banyak cogan bertebaran," suara Rena kembali bersemangat kalau sudah menyangkut pria tampan.
"Terus Abang gue lo kemanain, Na? Mau lo jadiin pajangan?" sindir Kirana.
"Udah, tenang aja, Abang lo tetap di hati. Tapi mata kan butuh cuci muka," jawab Rena asal.
"Yoi, besok kita berburu cogan!" tawa Kirana pecah sebelum menutup telepon.
"Kak, gue balik dulu ya bentar. Mau ambil baju terus nanti balik lagi ke sini," pamit Kirana pada Sinta.
"Iya, hati-hati. Jangan ngebut!"
"Pintunya jangan dikunci! Nanti gue nggak bisa masuk!" teriak Kirana sambil berlari menuruni tangga.
Kirana memacu motornya menembus udara sore. Namun, sesampainya di rumah, ia mengernyit heran melihat sebuah mobil sport mewah terparkir gagah di halaman rumahnya.
"Mobil siapa nih? Perasaan Papa nggak beli mobil baru," batin Kirana.
Begitu masuk ke ruang tamu, ia melihat Farel sedang asyik mengobrol dengan seseorang. "Adek lo pulang tuh, Rel," ucap
Farel begitu menyadari kehadiran Kirana.
"Enggak, itu bukan gue. Gue lagi tidur," sahut Kirana asal sambil terus berjalan.
"Ekhm... nggak kangen gue gitu?"
Langkah Kirana terhenti. Suara itu... sangat familier di telinganya. Ia berbalik dan matanya membelalak sempurna melihat sosok pria dengan gaya yang makin stylish sedang duduk santai di sofa.
"LHO? KAK RAFAEL?! Kok lo pulang sih?!" teriak Kirana kaget.
"Parah sekali sambutan anak ini. Bukannya peluk kek, malah nanya kok pulang," protes Rafael sambil tertawa.
Kirana langsung duduk di sebelah Farel.
"Kak Rafael, apa kabar? Kok nggak bilang-bilang mau balik?"
"Nah, gitu dong tanya kabar. Kabar gue luar biasa baik. Lo sendiri gimana? Makin bawel?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Markir[SELESAI]
Fiksi RemajaMarkir (Marco Kirana) bukan markir motor Lo ya! Dua sejoli yang di pertemukan dengan Marco sebagai teman farel dan Kirana adalah adik farel. Langsung baca aja ya Terimakasih Ikuti kisahnya ya! Cover by pinterest
![Markir[SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/286804278-64-k999670.jpg)