Hai selamat datang dikisah MarKir jangan lupa vote ya.
Happy Reading🤗
Sore itu, langit perlahan berubah menjadi palet jingga yang memukau. Sepulang sekolah, Kirana menarik tangan Marco menuju tepi danau yang tenang, tempat rahasia yang ia pilih untuk merayakan sisa waktu yang kian menipis. Mereka duduk bersisian di atas rumput, membiarkan angin sepoi membelai wajah mereka.
"Kenapa tiba-tiba mau ke sini?" tanya Marco pelan, memecah keheningan yang damai.
Kirana menoleh, menatap mata Marco dengan binar yang tulus. "Mau lihat senja sama kamu," ucapnya lembut. Itulah pertama kalinya Kirana mengganti kata 'lo-gue' menjadi 'aku-kamu', sebuah perubahan sederhana yang membuat jantung Marco berdegup lebih kencang dari biasanya.
Marco tidak menjawab dengan kata-kata, ia hanya tersenyum lebar sambil mengeluarkan ponselnya. Tak lama kemudian, alun lagu Sunsets with You dari Cliff & Yden mengalun pelan dari speaker ponselnya. Melodi yang manis itu seolah menjadi latar musik sempurna bagi momen romantis mereka.
Namun, di tengah keindahan itu, setitik kecemasan muncul di wajah Kirana. "Kita bakal LDR sebentar lagi," bisik Kirana tiba-tiba, suaranya sedikit bergetar.
Marco terdiam sejenak, menatap matahari
yang mulai tenggelam. Ia mengangguk pelan, lalu menarik Kirana ke dalam pelukannya yang hangat dan kokoh.
"Walaupun jarak bakal memisahkan kita nanti, hati kita tetap di sini, Ra," ucap Marco mantap. "Dengerin aku. Kamu di sini fokus belajar sampai lulus, dan aku di sana akan selalu nungguin kamu.
Bukannya kamu yang bilang kita harus sukses bareng-bareng? Sekarang waktunya kita kejar cita-cita masing-masing."
Tangis Kirana akhirnya pecah dalam dekapan Marco. Rasa takut akan kehilangan dan rindu yang belum terjadi tumpah seketika.
"Jangan takut," bisik Marco lagi, mencium puncak kepala Kirana dengan lembut.
"Aku janji akan jaga hati ini cuma buat kamu, dan aku minta kamu lakukan hal yang sama. Aku janji... aku pasti kembali cuma untuk Kirana."
Mereka berdua terdiam, larut dalam keheningan yang dalam sambil menatap pantulan cahaya keemasan di permukaan air danau. Di bawah langit yang perlahan menggelap, ada sebuah ketakutan yang tak terucap: apakah momen manis seperti ini akan terulang kembali?
Namun, bagi mereka saat ini, janji yang diucapkan di tepi danau itu sudah cukup menjadi pegangan untuk menghadapi badai jarak yang akan datang. Senja itu mungkin berakhir, tapi cinta mereka baru saja menemukan kekuatannya.
~~~
Motor Marco berhenti tepat di depan gerbang rumah keluarga Danendra. Langit sore mulai meredup, menyisakan sisa-sisa percakapan manis mereka di danau tadi.
"Bentar lagi kamu ujian, jadi harus belajar yang pinter. Jangan balapan terus," ucap Kirana lembut saat turun dari motor.
Marco terkekeh, ia mengacak rambut Kirana pelan. "Iya, siap Tuan Putri. Sudah, sana masuk, istirahat."
Setelah melambaikan tangan dan memastikan motor Marco menjauh, Kirana melangkah masuk ke rumah.
Suasana ruang tengah cukup sepi, namun saat melewati kamar Farel, ia mendengar dentingan gitar yang terdengar melankolis. Kirana mengintip sedikit dan melihat abangnya sedang duduk di tepi ranjang, tampak sangat menghayati setiap petikan senarnya.
"Halo, Bro!" seru Kirana sambil nyelonong masuk ke kamar Farel.
JRENG!
Farel tersentak kaget, jarinya sempat terpeleset dari senar gitar. "Woi! Orang masuk tuh ketuk pintu dulu kek, minimal salam!" gerutu Farel sebal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Markir[SELESAI]
Teen FictionMarkir (Marco Kirana) bukan markir motor Lo ya! Dua sejoli yang di pertemukan dengan Marco sebagai teman farel dan Kirana adalah adik farel. Langsung baca aja ya Terimakasih Ikuti kisahnya ya! Cover by pinterest
![Markir[SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/286804278-64-k999670.jpg)