Markir (Marco Kirana) bukan markir motor Lo ya!
Dua sejoli yang di pertemukan dengan Marco sebagai teman farel dan Kirana adalah adik farel.
Langsung baca aja ya
Terimakasih
Ikuti kisahnya ya!
Cover by pinterest
Hai selamat datang dikisahMarKir jangan lupa vote ya.
Happy Reading🤗
Minggu pagi di kediaman Danendra terasa jauh lebih hangat. Kehadiran Sari dan Reno yang tiba-tiba di pintu rumah menjadi kejutan manis bagi Farel dan Kirana. Suasana rumah yang biasanya hanya riuh oleh candaan anak-anak Gibros, kini terasa lengkap dengan wibawa sang Ayah dan kelembutan sang Ibu.
"Lho, Mama sama Papa kok udah pulang?" tanya Farel terkejut sembari menyalami kedua orang tuanya dengan takzim.
"Kejutan! Tugas Papa sudah selesai lebih cepat," sahut Sari dengan senyum sumringah, memeluk putra sulungnya itu.
"Gimana kabarmu, Rel? Aman rumah selama Papa nggak ada?"
"Aman, Pa. Terkendali," jawab Farel mantap.
"MAMA!" Sebuah teriakan melengking dari arah tangga memutus percakapan mereka. Kirana berlari kencang dan langsung menghambur ke pelukan Sari.
"Sayang, jangan teriak-teriak, ah. Malu sama teman-teman abangmu," tegur Reno lembut, meski ia tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya melihat putri bungsunya.
Sari beralih menatap anak-anak Gibros yang berdiri sopan di ruang tamu.
"Makasih ya, Marco dan teman-teman, sudah bantu jagain Farel dan Kirana selama Om dan Tante di luar kota."
"Sama-sama, Tante," jawab Marco sopan. Saat suasana mulai cair setelah pembagian oleh-oleh, anak-anak Gibros pun berpamitan. Namun, sebelum Marco melangkah keluar, ia mengambil nafas panjang untuk melakukan satu hal penting.
"Om, Tante... saya mau jujur. Saya dan Kirana sudah resmi berpacaran," ucap Marco dengan suara yang mantap.
Suasana mendadak hening. Reno menatap Marco tajam, menimbang kesungguhan anak muda di depannya. "Jaga putriku baik-baik, Nak. Jangan sampai air matanya jatuh karena kamu," ucap Reno akhirnya, memberikan restu yang membuat Marco bernapas lega.
"Cie, dapet restu jalur resmi nih!" ledek Rafael disambut tawa yang lain.
"Hati-hati di jalan ya, Ra. Kalau kangen, langsung telpon aja," bisik Marco pada Kirana di depan pintu.
Kirana mencibir gemas. "Dih, pede amat. Biasanya juga nggak kangen tuh."
"Jahat banget lo!" Marco cemberut seperti anak kecil, membuat Kirana tertawa dan akhirnya berjanji akan menelepon nanti.
Setibanya di basecamp, Marco langsung merebahkan diri di sofa. Baru beberapa menit berpisah, tangannya sudah gatal ingin mengirim pesan pada Kirana.
Namun, pesan-pesannya hanya berakhir dengan centang satu. "Rel, adik lo kok nggak aktif sih? Padahal tadi baru ketemu," keluh Marco frustrasi.
Farel yang sedang asyik bermain game bersama Natan hanya menyahut tanpa menoleh, "Baca Wattpad paling. Kalau udah ketemu cowok fiksi, dunia serasa milik dia sendiri."
"Yaelah, Co! Baru juga pisah berapa menit udah kangen. Bucin amat!" ledek Rafael sembari asyik mengunyah kacang kulit.
"Iri bilang, bawahan!" sahut Marco ketus, lalu kembali mengecek ponselnya saat sebuah notifikasi masuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.