Hai selamat datang di kisah MarKir jangan lupa vote ya.
Happy Reading🤗
Malam itu, suasana di markas sekaligus rumah Farel mendadak riuh. Marco berjalan masuk dengan wajah yang jauh lebih cerah, sementara Kirana berjalan di sampingnya dengan jemari yang saling bertautan erat dengan tangan Marco. Tidak ada lagi jarak, tidak ada lagi tembok dingin.
"Gue ada pengumuman," suara Marco yang tegas seketika membungkam tawa anak-anak Gibros yang sedang asyik bermain game.
Semua mata tertuju pada tangan mereka yang bertautan. Senyum kemenangan terukir di wajah Marco. "Mulai hari ini, Kirana resmi jadi pacar gue. Dan sebagai perayaan, malam ini semuanya gue traktir sepuasnya!"
Sorakan heboh langsung meledak di ruangan itu. Rafael bahkan sampai melompat dari sofa sambil bertepuk tangan.
"Akhirnya! Si singa dingin ini berani juga ungkapin perasaannya," seru Farel sambil merangkul bahu Marco, ada rasa lega sekaligus bangga melihat sahabatnya itu tidak lagi terjebak dalam gengsi. "Selamat ya, Co. Jagain adik gue, kalau nggak, lo berurusan sama gue."
"Gue pasti jagain dia lebih dari nyawa gue sendiri," jawab Marco mantap, lalu melirik Kirana yang wajahnya sudah merona merah.
Sinta yang sejak tadi memperhatikan dari balik meja makan ikut menimpali sambil menyesap minumannya. "Wah, akhirnya ya... Marco yang biasanya nggak bisa diatur, sekarang udah ada pawangnya. Habis ini nggak bakal ada lagi tuh acara bolos-bolosan."
"Yoi dong, Kak! Harus nurut sama ratu," sahut Marco penuh percaya diri, membuat semua orang tertawa.
Malam yang tadinya terasa dingin dan penuh drama kini berganti dengan kehangatan. Kirana bersandar di bahu Marco, merasa tenang karena pengejarannya selama ini berakhir dengan indah. Sementara anak-anak Gibros mulai sibuk memesan makanan mahal melalui aplikasi, merayakan bersatunya sang ketua dengan gadis yang paling mereka sayangi.
~~~
Pagi itu, suasana kelas terasa lebih hangat bagi Kirana. Begitu Rena duduk di sebelahnya, Kirana langsung menyambutnya dengan senyum lebar.
"Gimana nenek lo, Ren?" tanya Kirana perhatian.
"Udah mendingan kok, syukurlah bukan sakit yang serius," jawab Rena lega.
Kirana menggigit bibir bawahnya, menahan tawa sebelum berbisik pelan, "Ren, gue udah jadian sama Kak Marco."
"HAH?! Kapan? Kok lo nggak kasih tahu gue?!" Rena memekik kaget, membuat beberapa teman sekelas menoleh.
"Kemarin sore," jawab Kirana dengan pipi merona.
"Wah, seneng ya lo! Cie, Kirana akhirnya nggak jomblo lagi!" ledek Rena sambil menyenggol bahu sahabatnya.
Kirana terkekeh, lalu menatap Rena dengan tatapan serius. "Sekarang tinggal lo. Cepetan jadian sama Abang gue."
Senyum Rena memudar, digantikan oleh hela napas berat. "Masalahnya, Abang lo itu kalau sama gue nggak ada respon sama sekali, Na. Gue capek sebenarnya. Mau mundur, tapi perasaan gue nggak bisa diajak kompromi. Susah banget."
KAMU SEDANG MEMBACA
Markir[SELESAI]
Teen FictionMarkir (Marco Kirana) bukan markir motor Lo ya! Dua sejoli yang di pertemukan dengan Marco sebagai teman farel dan Kirana adalah adik farel. Langsung baca aja ya Terimakasih Ikuti kisahnya ya! Cover by pinterest
![Markir[SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/286804278-64-k999670.jpg)