Hai selamat datang di kisah MarKir jangan lupa vote ya.
Happy Reading🤗
Satu tahun telah berlalu, membawa perubahan besar bagi setiap orang. Kirana kini telah bertransformasi menjadi mahasiswi semester awal yang sibuk, sementara Marco dan Farel sudah lebih dulu mencicipi asam garam kehidupan kampus di semester pertengahan. Di belahan bumi lain, Rafael si peramai suasana sedang berjuang menaklukkan dinginnya Amerika demi gelar sarjana dan tanggung jawab perusahaan keluarganya.
Sementara itu, Natan kini telah berdiri tegak sebagai CEO muda yang disegani. Dan sang sepupu, Sinta, tengah berada di puncak kebahagiaannya; ia baru saja lulus dan sedang mempersiapkan hari pertunangannya dengan Elo, seorang CEO sukses yang menjadi pelabuhan hatinya.
"Kirana, ayo berangkat ke rumah Sinta sekarang! Kita harus bantu-bantu persiapan di sana," seru Mama Sari dari arah dapur, sudah siap dengan pakaian rapinya.
Kirana yang sedang asyik meluruskan kaki di sofa sambil menonton TV hanya menyahut malas. "Mama duluan aja, nanti Kirana nyusul kalau urusan di sini udah beres."
"Heh, anak ini! Ujung-ujungnya nanti kamu ke sana cuma buat makanin masakan yang sudah jadi. Kita ini saudara, harus ringan tangan bantu mereka," omel Mama Sari, paham betul tabiat putrinya.
"Duh, Mama sayang... Kirana lagi tanggung nonton Upin Ipin nih. Sedikit lagi kelar, nanti Kirana susul beneran deh," ucap Kirana tanpa mengalihkan pandangan dari layar kaca.
"Ya sudah, Mama berangkat duluan. Awas ya kalau kamu sampai nggak datang!" ancam Mama Sari sebelum akhirnya melesat pergi.
Beberapa jam kemudian, Kirana akhirnya menampakkan batang hidungnya di kediaman Sinta. Begitu pintu terbuka, suaranya langsung menggelegar.
"SELAMAT PAGI SEMUA ORANG FAVORITKU!" teriak Kirana, membuat beberapa orang yang sedang menata dekorasi tersentak kaget.
"Kirana! Sopan sedikit, Nak!" tegur Mama Sari yang muncul dari balik pintu dengan wajah gemas.
"Hehehe, maaf Ma. By the way, Kirana bisa bantu apa nih?" tanya Kirana santai, tangannya langsung bergerak gesit mencomot kue kering di atas meja sebelum ada yang sempat melarang.
"Ya Tuhan, Kirana! Kalau kamu comotin terus, kuenya habis sebelum acara mulai," keluh Mama Sari yang prediksinya terbukti tepat sasaran.
Mama Sinta hanya tertawa melihat tingkah keponakannya itu. "Sudahlah Sar, nggak apa-apa. Kirana, kamu ke kamar Sinta saja, temani dia di sana."
"Siap, Bos!" sahut Kirana semangat, tak lupa mengantongi dua keping kue lagi sebelum berlari menuju lantai atas.
"Aaaaa! Kakak gue akhirnya laku juga! Cieee tunangan!" heboh Kirana begitu masuk ke kamar Sinta.
Sinta yang sedang mencoba beberapa aksesori langsung melonjak kaget. "Heh! Masuk itu ketuk pintu, kaget tahu gue!"
"Hehe, sorry. Kak, lo nggak ngerasa deg-degan gitu?" tanya Kirana sembari merebahkan diri di kasur Sinta yang empuk.
"Deg-degan kenapa?" Sinta balik bertanya dengan tenang.
"Ya besok kan lo tunangan, Kak. Bakal jadi calon istri orang!" ucap Kirana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Markir[SELESAI]
Teen FictionMarkir (Marco Kirana) bukan markir motor Lo ya! Dua sejoli yang di pertemukan dengan Marco sebagai teman farel dan Kirana adalah adik farel. Langsung baca aja ya Terimakasih Ikuti kisahnya ya! Cover by pinterest
![Markir[SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/286804278-64-k999670.jpg)