Hai Selamat datang dikisah MarKir jangan lupa vote ya
Happy Reading🤗
Setelah makan siang yang penuh tawa, Marco memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak di rumah Kirana sebelum kembali bergelut dengan tumpukan berkas di kantor.
"Gue kangen banget night ride bareng Gibros," celetuk Rafael yang duduk santai di samping Marco.
Farel menoleh, alisnya bertautan. "Tapi anggota Gibros sekarang sudah punya urusan masing-masing, Fel. Ada yang sudah jadi bos, ada yang sudah berkeluarga. Gimana cara ngumpulinnya?"
Rafael hanya menyeringai misterius. "Lihat saja nanti malam. Kejutan buat kalian."
"Apaan sih, sok rahasia banget," gumam Kirana ketus, meski dalam hati ia penasaran.
Sore itu, rumah menjadi tenang. Farel dan orang tuanya sedang keluar sebentar, meninggalkan Kirana sendirian di kamarnya. Gadis itu membuka sebuah kotak kayu kecil di bawah tempat tidurnya, mengambil selembar foto instan yang mulai menguning. Di sana, ia dan Marco tersenyum lebar dengan latar belakang motor besar.
"Gue seneng bisa ketemu Marco lagi. Tapi gue harus sadar, garis hidup kita nggak lagi searah," bisik Kirana pada sunyi.
Lamunan Kirana buyar seketika saat suara gemuruh mesin motor yang berat terdengar dari arah depan rumah. Bukan hanya satu, tapi puluhan! Kaca jendela kamarnya sampai bergetar.
"Siapa mereka? Ramai banget!" Kirana panik. Ia segera berlari ke dapur menemui Bi Inah. "Bi, itu siapa di depan? Kok serem banget?"
Bi Inah tersenyum tenang. "Itu anak-anak GIBROS, Non. Den Rafael yang minta mereka kumpul di sini."
"GIBROS? Semuanya?" Kirana tak percaya. Ia melangkah keluar dan matanya membelalak. Di halaman rumahnya yang luas, puluhan motor sport dan motor custom berjejer rapi. Wajah-wajah lama yang dulu sering ia lihat di koridor SMA kini ada di sana, tampak lebih dewasa namun tetap dengan semangat yang sama.
"Adek! Sini!" panggil Farel dari tengah kerumunan. Ia melemparkan sebuah jaket kulit hitam dengan logo tengkorak bersayap dan tulisan GIBROS yang ikonik di punggungnya. "Pakai ini. Kita tunggu Marco siap."
Malam itu, Jakarta menjadi saksi kembalinya sang legenda. Marco berdiri di depan barisan, mengenakan jaket yang sama, terlihat jauh lebih gagah daripada saat ia memakai setelan jas kantornya.
"Are you ready?" seru Marco, suaranya berat dan penuh wibawa.
"READY!" sahut mereka serempak, menggelegar membelah keheningan malam.
Kirana naik ke jok belakang motor Marco. Saat tangan Kirana ragu untuk berpegangan, Marco menarik lembut tangan gadis itu agar melingkar di pinggangnya. "Pegangan yang erat, Ra. Kita bakal sedikit ngebut," bisik Marco dari balik helm.
Sepanjang perjalanan, angin malam yang dingin terasa hangat bagi Kirana.
Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa merasakan punggung ini lagi, walau status kita tak lagi sama, batin Kirana sambil menyandarkan kepalanya di bahu Marco.
KAMU SEDANG MEMBACA
Markir[SELESAI]
Teen FictionMarkir (Marco Kirana) bukan markir motor Lo ya! Dua sejoli yang di pertemukan dengan Marco sebagai teman farel dan Kirana adalah adik farel. Langsung baca aja ya Terimakasih Ikuti kisahnya ya! Cover by pinterest
![Markir[SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/286804278-64-k999670.jpg)