"Nikah juga ya kalian berdua." Ucap Akash, saat dia dan Vani menghampiri sepasang pengantin yang sedang memasang wajah salah tingkah.
"Dia yang paksa gue supaya nikah sama dia." Rania menjawab seraya memandang Dito dengan tatapan sinis, dan yang di tatap hanya nyengir kuda tidak merasa bersalah.
"Tapi, usaha gue membuahkan hasil," Dito kini beralih menatap Vani. " Usia kandungan Vani berapa bulan?" Tanya Dito.
"Enam bulan. Kalian berdua jangan nunda momongan ya, supaya anak kita bisa temenan." Vani menjawab seraya mengelus perut buncitnya.
"Wah, Chaska bentar lagi punya adik. Seneng gak?" Rania sekarang sedang memperhatikan bocah berusia tiga tahun yang sedang di gendong papanya tersebut.
Chaska mengangguk antusias. " Seneng."
Mereka tertawa, merasa gemas dengan tingkah laku Chaska. Sebenarnya, Vani dan Akash juga sudah mengadakan resepsi pernikahan mereka beberapa bulan lalu, atau lebih tepatnya lima bulan yang lalu. Tidak terlalu ramai karena Vani sedang mengandung, hanya saja resepsi tersebut terasa berbeda karena ada banyak keluarga yang mendampingi mereka.
Ditengah lamunan Vani tentang resepsi tersebut, Rania dan Dito mengajak mereka berfoto bersama. Sebuah foto yang merupakan saksi bahwa persahabatan mereka abadi. Senyum bahagia tidak bisa mereka sembunyikan.
"Semoga langgeng ya."
Rania dan Dito menjawab dengan anggukan dan senyuman yang menular pada Vani dan Akash. Sahabatnya bahagia dan mereka pun ikut bahagia karenanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vanilla (COMPLETED)
Novela JuvenilHamil sebelum menikah apalagi saat SMA, Vani tidak pernah merencanakannya. Terpikirkan pun tidak. Rencana untuk masa depannya sudah tersusun rapi walaupun orang tuanya yang merencanakan. Tapi sekarang ia hamil dan Alvin yang seharusnya bertanggung j...
