Janu melangkah ke depan kelas IPA1 dengan niat sederhana—menjemput Karina, lalu pulang bersama. Tapi langkahnya yang semula mantap perlahan melambat ketika tatapan dingin dari Juna menyambar dari kejauhan. Pandangan pemuda itu begitu tajam, seolah sedang memberi peringatan diam-diam: jangan mendekat.
Janu menghela napas pendek, mencoba mengabaikan tekanan yang tiba-tiba saja datang. Ia tak ingin mencari masalah, ia hanya ingin menjemput Karina ke kelasnya. Itu saja. Namun kehadiran sosok lain di bangku paling belakang dengan perban putih yang melilit kepalanya tak bisa Janu abaikan. Rambutnya yang hitam panjang tergerai menutupi sebagian wajah pucatnya.
Ada momen singkat ketika mata Liana bertemu dengan mata Janu. Gadis itu hanya melirik sekilas, tapi cukup untuk membuat dada Janu terasa sesak. Sejak kejadian waktu itu, Janu memang tak bisa berinteraksi dengan Liana. Pemuda bernama lengkap Juna Aksara itu berubah menjadi tameng yang terlalu rapat di sekitar Liana. Over protective, bahkan cenderung mengekang.
Suasana koridor depan kelas IPA1 sejenak terasa hening. Janu berdiri tegak, tapi matanya sesekali melirik ke arah Liana. Gadis itu masih duduk di bangkunya, pura-pura sibuk membereskan buku. Dan saat itu juga, pintu kelas bergeser terbuka. Karina keluar, wajahnya cerah seperti biasa, tapi senyumnya langsung berubah ketika melihat situasi di depannya.
Pandangan Karina sempat tertuju pada Janu, lalu bergeser cepat ke arah Liana, dan akhirnya berhenti pada Juna yang berdiri di sisi pintu.
"Janu?" suara Karina terdengar pelan tapi penuh tanya. Ia melangkah sedikit mendekat, seakan ingin memastikan bahwa pemuda itu benar-benar ada di sana untuknya.
Janu tersenyum tipis, berusaha terlihat tenang. "Ayo pulang," ucapnya.
Liana masih duduk di dalam. Juna menegakkan tubuhnya, seolah menutup pandangan Janu agar tidak bisa menembus ke dalam kelas. Karina menoleh sekilas ke arah Liana—cukup lama untuk membuat hatinya terasa perih. Ada sesuatu yang membuat dadanya sesak. Ia tahu, sejak awal, ada benang halus yang menghubungkan Janu dan Liana.
Begitu Liana melangkah keluar kelas, udara koridor langsung menegang. Baru beberapa langkah ia ambil, Juna tiba-tiba meraih lengannya dan menyeretnya tanpa aba-aba.
"Aduh, Juna pelan-pelan sakit!" keluh Liana dengan suara tertahan.
Raut wajahnya menegang, tangannya berusaha melepaskan genggaman kuat sepupunya. Juna menoleh sekilas, ekspresinya keras tapi matanya sedikit melunak.
"Eh, sorry!" ucapnya, kali ini ia memperlambat langkah, meski tangannya tetap tak melepaskan Liana.
Liana mendengkus kecil, hatinya kesal sekaligus lelah.
"Udah, dong. Jangan terus-terusan musuhan sama Janu." Suaranya lirih, tapi cukup untuk didengar Juna.
Juna langsung menegakkan bahu, nada bicaranya naik setingkat. "Musuhan gimana? Nggak ada tuh. Gue cuma nggak mau dia nyakitin lo lagi nanti!" wajahnya menegang, penuh amarah yang tertahan.
"Jun..." Liana menghentikan langkahnya, menatap sepupunya itu dengan mata yang sedikit bergetar. "Gue sama dia udah nggak ada hubungan apa-apa." Suaranya lirih, tapi jelas.
Juna menatapnya beberapa detik, lalu mendengkus sinis. "Bagus deh kalau gitu. Mendingan lo pacaran sama si kembar tuh. Nakal juga sih, tapi masih jauh lebih mending daripada Janu."
Liana langsung mendelik, wajahnya memerah karena kesal. "Apaan sih, Jun?! Kok malah ngejodoh-jodohin gue gitu!" Ia melepaskan genggaman tangan sepupunya.
Tapi Juna sama sekali tidak menggubris. Ia hanya berdecak, memilih diam, lalu melanjutkan langkah ke arah mobil jemputan mereka yang sudah menunggu. Liana hanya bisa berdiri di tempat, menatap punggung Juna dengan campuran marah dan pasrah. Ia tahu, semua ini lahir dari rasa sayang, tapi cara Juna mengekspresikannya terasa berlebihan.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEARTBREAKER [END]
Teen FictionDisclaimer : FC dalam cerita ini Lia dan Jeno. Tetapi saya harap itu bukan patokan buat setiap pembaca, karena saya membebaskan kalian memilih visualisasi siapapun untuk cerita yang saya buat. Tak ada yang spesial di kehidupan Lilyana Chaliana Jeli...
![HEARTBREAKER [END]](https://img.wattpad.com/cover/288601175-64-k226810.jpg)