Hari itu, bangku Liana kosong. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh krang sepuluh menit. Kelas IPA1 sudah ramai dengan kesibukannya masing-masing. Namun Liana belum juga menunjukkan batang hidungnya pagi itu.
Padahal hari ini ada simulasi ujian terakhir sebelum kelulusan. Hal inilah yang bikin semua orang menjadi resah sejak dua puluh menit yang lalu. Mereka takut kejadian waktu itu terulang lagi nantinya. Mereka mencoba bersikap santai, mungkin saja Liana memang telat datang.
Namun sampai jam pelajaran pertama usai, gadis itu benar-benar tak masuk sekolah. Janu yang biasanya santai, sekarang malah mondar-mandir ke kelas Liana dengan wajah setegang kabel listrik.
Tangannya gelisah, terus merogoh saku, keluarin ponsel, buka chat Liana, dan menatap layar kosong itu berkali-kali. Liana benar-benar tak membalas satupun pesan dari mereka.
"Jan, bisa gak sih kamu duduk dulu? Kita semua juga khawatir tapi aku juga pusing liat kamu mondar mandir!" Karina menegur pelan.
Suara helaan napasnya terdengar samar. Janu tidak menjawab. pemuda itu masih sibuk menatap ponselnya gusar. Ia mendengkus kesal tapi pelan, nyaris tak terdengar.
"Segitunya kamu khawatir sama dia?" Karina menatap tak percaa, bahkan sekarang Janu terang-terangan mengabaikannya. "Padahal kalian udah gak ada hubungan apa-apa!" gumamnya pelan dengan senyum sinis, suara itu bahkan tenggelam diantara suara siswa lain yang tertawa di sudut ruangan.
Janu mendengar perkataan Karina. Katakan dia bodoh karena masih khawatir berlebihan, padahal dia dan Liana udah bukan apa-apa lagi. Tapi gimana bisa dia gak peduli, kalau yang ada di kepala cuma bayangan Liana yang lagi dipaksa ke rumah itu.
Dulu, tiap kali Liana mendapat kabar kalau dia harus pergi ke rumah ayahnya, wajahnya langsung memucat. Setiap itu juga, dia akan datang memohon pada Janu dengan suara bergetar: "Jan, bisa temenin aku gak ke rumah papa?"
Awalnya Janu enggan. Bukan karena tak ingin, dia hanya merasa tak memiliki kewajiban untuk terus menemani gadis itu. Namun bayangan wajah pucat Liana dengan tubuh penuh lebam selalu menghantuinya dengan rasa bersalah. Ia akhirnya mau tak mau mengiyakan permintaan Liana dan itu berlangsung bahkan hingga keduanya sudah tak berstatus sebagai pacar lagi.
Setelah putus, mereka memang jarang sekali bersinggungan. Liana bahkan menghindaripemuda itu. Kecuali di situasi tertentu, mereka selalu ada cara untuk saling berkomunikasi. Janu bahkan gak segan membatalkan janji temunya dengan Karina jika Liana bilang dia harus ke rumah ayahnya.
Dan tiap kali ia ikut ke rumah besar itu, Janu tahu satu hal: kehadirannya bikin Bram sedikit menahan diri.
Kalau mabuk, biasanya Bram hanya membentak dan melempar gelas kaca ke lantai, bukan melayangkan tangan ke wajah anaknya.
Abraham Leonardo Hartono—Bram, pengusaha besar, namanya harum di dunia bisnis. Dulu dia juga seorang ayah yang baik. Tapi kini setelah keadaan rumahnya tak lagi sesuai dengan keinginannya, Liana tahu senyum ramahnya di depan kamera itu hanya topeng untuk menutupi sifatnya yang suka hilang kendali setiap kali Liana gak menuruti kemauannya.
Dan kemauan itu selalu sama: "Papa cuma minta kamu datang makan malam, tidur di rumah, dan ikut acara keluarga besar. Apa susahnya?"
Sesederhana itu, tapi buat Liana, permintaan itu seperti jerat yang siap melilit lehernya hingga ia kehabisan napas. Karena kenyataannya di rumah besar itu tak benar-benar menginginkan kehadirannya. Bram tak pernah tahu bagaimana ia diperlakukan berbeda. Namun kini bukan hanya itu yang menjadi alasan.
Ada seseorang yang tak ingin Liana lihat, dan sialnya orang itu selalu saja ada di tengah-tengah keluarga ayahnya—seperti benalu yang melekat pada pohon inangnya, sulit disingkirkan. Seseorang yang selalu berhasil membuat darah Liana mendidih. Dan entah sejak kapan wanita itu menjadi "tamu tetap" di rumah ayahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEARTBREAKER [END]
Teen FictionDisclaimer : FC dalam cerita ini Lia dan Jeno. Tetapi saya harap itu bukan patokan buat setiap pembaca, karena saya membebaskan kalian memilih visualisasi siapapun untuk cerita yang saya buat. Tak ada yang spesial di kehidupan Lilyana Chaliana Jeli...
![HEARTBREAKER [END]](https://img.wattpad.com/cover/288601175-64-k226810.jpg)