Hari itu Janu nggak ke mana-mana. Sejak pagi dia cuma mondar-mandir di dalam rumah, sesekali rebahan di sofa ruang tamu sambil mantengin layar ponselnya yang dari tadi nganggur tanpa notifikasi berarti. Udara siang bikin malas, dan entah kenapa dia juga nggak punya dorongan buat keluar atau sekadar nongkrong di warung kopi dekat komplek seperti biasanya.
Sebenarnya, sejak semalam dia udah ada rencana keluar sore nanti. Hendra bakal manggung di salah satu kafe di pusat kota. Ini bukan pertama kalinya Hendra tampil, tapi kali ini dia lebih antusias karena katanya ada orang penting yang bakal nonton juga. Makanya dia ngundang beberapa temannya buat datang, termasuk Janu.
Janu awalnya cuma baca undangan itu tanpa respon, tapi Hendra ngotot lewat chat, ngirim voice note, bahkan nge-tag dia di grup. "Lo pokoknya harus dating, gue gak mau tau," begitu katanya.
Pemuda itu akhirnya mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak di samping bantal. Layarnya menyala, memantulkan setengah wajahnya yang tampak sendu tanpa alasan jelas. Dia nggak membuka chat, nggak juga membuka media sosial. Jarinya justru menggulir ke galeri-sebuah folder yang hampir nggak pernah dia sentuh lagi.
Nama foldernya sederhana, tanpa emoji atau judul dramatis. Tapi begitu dia mengetuknya, ada jeda sepersekian detik sebelum foto-foto itu muncul. Entah kenapa hari ini dia ingin melihatnya. Mungkin karena rumah terlalu sunyi. Mungkin karena pikiran yang sedari tadi kosong justru memberi ruang pada kenangan yang sudah lama dikunci.
Satu foto terbuka. Layar kecil itu menampilkan seseorang di sampingnya—senyumnya yang cerah, cahaya matahari kala itu, dan ekspresi dirinya yang jarang muncul belakangan ini. Janu memandangi foto itu cukup lama.
Dia menggeser ke foto berikutnya. Ada rekaman cuplikan video pendek. Sudut bibir Janu terangkat tipis. Beberapa video itu ia ambil secara diam-diam. Entah apa yang ada dipikirannya saat itu, yang jelas ia bersyukur memilikinya saat ini. Mengingat sudah tak ada lagi momen itu.
Ada bagian dari dirinya yang masih belum selesai dengan masa lalu yang tersimpan di folder itu. Andai orang lain melihat, mungkin mereka bakal mikir dia belum move on. Tapi buat Janu, ini lebih seperti kebiasaan lama yang jarang muncul—dan entah kenapa, hari ini dorongan itu datang tanpa permisi.
Ingatan hari itu muncul lagi seperti adegan film. Waktu itu situasinya hampir mirip: Janu gabut, bengong di kamar tanpa tujuan. Karina nggak bisa diajak ke mana-mana.
Yang bikin geli, semua orang juga tau Karina itu kayak lagi kompetisi pribadi. Obsesi utamanya cuma satu: ngalahin Liana setidaknya sekali dalam hidupnya. Entah soal prestasi olimpiade, bakat, atau sekadar ranking kelas. Sampai-sampai waktunya sendiri habis buat ambisi yang bahkan kadang nggak ditanya siapa pun.
Alhasil, karena gabut dan ngerasa nggak dianggap, Janu cuma rebahan di kamar. Tapi entah gimana ceritanya, jari-jarinya waktu itu malah membuka ponselnya, mencari satu kontak yang jarang ia hubungi sebelumnya.
Tanpa pikir panjang, dia tekan tombol telepon. Bunyi nada tunggu sempat bikin jantungnya deg-degan. Setelah beberapa detik, panggilan itu diangkat. Begitu suara di seberang terdengar, Janu langsung mengutarakan niatnya—tanpa basa-basi.
"Sibuk?"
"Eh, gak!" sahut seseorang di seberang sana, terdengar sedikit kaget, tapi bukan yang keberatan.
"Siap-siap gih!"
"Kemana?"
"Jalan, gue gabut!" sahut Janu. Dari sambungan telepon, samar dia dengar gadis itu bergumam. "Ya udah, bentar lagi gue jemput!" ucap Janu sebelum menutup sambungannya tanpa menunggu balasan lebih lanjut.
Begitu layar ponselnya mati, pemuda itu langsung bangkit dari kasur. Dia buka lemari, mencari kaos yang dirasa cocok untuk ia gunakan kali ini. Rambutnya yang semula acak-acakan ikut dia rapihin asal pake tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEARTBREAKER [END]
Teen FictionDisclaimer : FC dalam cerita ini Lia dan Jeno. Tetapi saya harap itu bukan patokan buat setiap pembaca, karena saya membebaskan kalian memilih visualisasi siapapun untuk cerita yang saya buat. Tak ada yang spesial di kehidupan Lilyana Chaliana Jeli...
![HEARTBREAKER [END]](https://img.wattpad.com/cover/288601175-64-k226810.jpg)