Karina berdecak pelan, nada kesalnya nyaris tertelan oleh riuh kelas yang baru saja bubar. Tapi matanya langsung menajam ketika sosok Jerome muncul di ambang pintu kelasnya. Seketika, suasana jadi canggung. Beberapa teman sekelasnya menoleh penasaran, ada yang berbisik-bisik sambil pura-pura membereskan buku.
"Eh, itu Karina beneran sama Jerome?"
"Bukannya Kariana masih pacaran sama Janu ya?"
"Bakal ada drama yang seru lagi nih"
Dan Karina tahu betul, rumor itu gak akan berhenti sampai di sini. Hal ini semakin memperkuat ucapan Javi beberapa waktu lalu soal kedekatan dirinya dan Jerome di belakang Janu. Sekarang, semuanya seperti dikonfirmasi dengan kedatangan cowok itu ke kelasnya dengan tanpa rasa bersalah.
Jerome, si murid pindahan dari luar kota, yang rumahnya ada di kompleks yang sama dengan Karina. Dan sebuah kebetulan yang lainnya adalah mereka ternyata pergi ke rumah ibadah yang sama. Hal ini yang membuat ayahnya menyukai Jerome lebih dari pada Janu yang waktu itu menjadi kekasihnya.
"Ngapain sih lo buntutin gue mulu!"
Karina menatapnya tajam. Suaranya datar tapi nadanya meledak. Lebih karena frustrasi ketimbang marah beneran. Jerome cuma nyengir kecil, ekspresi santainya kontras sama emosi Karina.
Gadis itu udah mati-matian menghindar, tapi cowok itu selalu mengabaikan peringatannya. Membiarkan desas-desus kedekatan mereka semakin menjadi. Bukan karena ingin mengakui rumor perselingkuhan itu, tapi bagi Jerome hal itu sama sekali tak penting. Menanggapi mereka saja sudah salah. Ia hanya ingin hidup normal tanpa harus merasa takut dengan apapun.
Namun berbeda dengan Karina. Gadis itu marah bukan karena tak suka Jerome mendekatinya. Dia tak mempermasalahkan pemuda itu. Tapi dia juga butuh ketenangan. Untunya saat ini dia bukan lagi si pusat perhatian, jadi rumor-rumor itu akan lebih cepat berlalu.
"Kan mau nemenin lo beli buku," kata Jerome lengkap dengan senyuman manis yang mungkin bisa membuat sebagian perempuan akan salah tingkah jika melihatnya.
Karina mendengkus, melipat tangannya di dada. "Gak usah. Makasih. Gue gak jadi beli bukunya!"
Tanpa menunggu balasan, dia melangkah pergi. Suara hak sepatunya bergema di lorong panjang, bersahut dengan suara tawa dan obrolan siswa lain. Ia tahu Jerome bakal nyusul. Cowok itu terlalu keras kepala untuk menyerah begitu saja. Tapi dia tetap jalan, berharap kali ini Jerome sadar dan berhenti.
Sekolah ini rasanya makin absurd. Dia bukan artis, tapi setiap gerak-geriknya bisa masuk ke akun gosip sekolah—semacam "Lambe Turah" versi siswa. Kadang fotonya tersebar tanpa izin, dengan caption nyinyir yang bikin naik darah.
"Rin, tunggu!"
Teriakan Jerome memecah suasana. Beberapa kepala langsung menoleh. Suara itu menggema di sepanjang koridor, bahkan terdengar sampai ke kelas sebelah. Termasuk ke dalam kelas Janu—yang masih duduk santai di bangkunya bersama teman-temannya.
Janu melihat semuanya namun taka da rasa cemburu yang terlihat di wajahnya, sementara teman-temannya hanya saling pandang penasaran. Javi hanya menepuk paha pemuda itu. Ia menatap seakan meminta penjelasan, Tapi Janu hanya mengangkat bahu, acuh.
Jerome masih mengejar Karina yang terus menghindar tanpa memperdulikan sekitar.
Sementara Karina berdiri di tengah tatapan puluhan mata, antara malu, marah, dan panik.
Dunia seolah berhenti sebentar, seolah ada adegan drama yang lebih menarik dari episode sebelumnya. Karina tahu pasti, segala yang ia coba sembunyikan, sebentar lagi akan jadi bahan pembicaraan seluruh sekolah.
"Lo gak mau cerita nih, Jan?"
Javi menyenggol lengan Janu, sementara cowok itu sedang senyum menatap layar ponselnya. Senyum yang terlalu bahagia untuk ukuran orang normal dan cukup mengundang tanya sahabatnya yang duduk di sisi kanan-kiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEARTBREAKER [END]
Teen FictionDisclaimer : FC dalam cerita ini Lia dan Jeno. Tetapi saya harap itu bukan patokan buat setiap pembaca, karena saya membebaskan kalian memilih visualisasi siapapun untuk cerita yang saya buat. Tak ada yang spesial di kehidupan Lilyana Chaliana Jeli...
![HEARTBREAKER [END]](https://img.wattpad.com/cover/288601175-64-k226810.jpg)