[This is life, we never know what will happens]
Ternyata benar perjalanan hidup tidaklah semulus apa yang diinginkan. Cinta, perbedaan, dan keegoisan adalah 3 hal yang selalu menghalangi kisah indah itu.
Dan perpisahan, jangan pernah melupakannya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
"Mala, Kamala" sapa Willy yang muncul dari balik badan wanita itu.
"Eh rapih amat lo? Pulang kerja?" tanya Kamala ketika melihat penampilan pria yang kini ada di hadapannya sangatlah rapi.
Ya memang betul Willy terlihat lebih rapih melebihi hari-hari biasanya. Ia memakai setelan kemeja, celana, dan blazer serba hitam.
"Hmm... Iya." dalihnya.
Padahal sebenarnya Willy memang sudah mempersiapkan ini semua, berdandan serapih mungkin untuk acara makan malamnya bersama Kamala yang telah "Menyelamatkan nyawanya."
Pandangan wanita itu kemudian beralih kepada apa yang melekat di tubuhnya, "Yah lo kok gak bilang sih, gue jadi gak enak sama lo, guenya kaya loper koran gini."
"Gapapa yang penting masih sama-sama warnanya gelap, hehehe." hibur Willy, "Yuk jalan sekarang."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.