BAB 29

6 1 0
                                        

Dari sekian Miliar banyaknya manusia yang ada di bumi, mengapa yang aku mau justru kamu?


Sudah dua minggu berlalu semenjak acara donasi yang diselenggarakan berlalu, dan hal itu menambahkan kedekatan yang terjadi antara Nadira juga Azka. Karena selama dua minggu ini, Azka lah yang mengantar jemput Nadira ke Sekolah. Biasanya Azka hanya mengantar Nadira sepulang Sekolah saja, tapi tidak dengan dua minggu terakhir ini.

"Seger banget tuh muka kayaknya dari tadi pagi." Ucap Vira melihat Nadira yang sejak sampai di Sekolah pagi tadi menunjukan aura kebahagiaan.

"Masa? Nggak ah, biasa aja kayaknya. Memang gue kan tiap hari selalu bercahaya, memancarkan kebahagiaan. Gimana sih, lo."

"Iya benar kata Vira, Nad. Aura lo jadi kayak orang yang lagi jatuh cinta, tau nggak." Tambah Farah membenarkan ucapan Vira.

"Dih, jatuh cinta. Jatuh bangun kali gue, hahaha."

"Emang nggak beres nih anak."

"Ngomongin soal jatuh cinta, gimana sih rasanya kalau seseorang tuh lagi ngerasain jatuh cinta?" Tanya Nadira sambil terus merangkum apa yang tadi guru sejarah pinta, karena guru tersebut absen masuk ke kelas.

"Lo, tanya siapa?"

"Gue sih maunya tanya ke lo bertiga, tapi karena dalam hal ini Farah mungkin ahlinya, jadi gue mau tau pendapat dia dulu deh."

"Jadi, lo beneran lagi jatuh cinta?" Tanya Amanda kemudian berhenti menulis sebentar, untuk melihat ekspresi yang baru saja dikatakan oleh teman semejanya.

"Dari bahasa gue barusan, emang gue ngomong kalau gue lagi jatuh cinta, ya? Nggak, kan."

"Ya, siapa tau aja kan, Nad." Sahut Vira.

"Nggak ah, ya gue mau tau aja apa yang orang lakuin kalau lagi jatuh cinta tuh."

"Lo, lihat aja contohnya teman lo yang satu ini." Jawab Vira kemudian menepuk pelan bahu Farah beberapa kali.

"Bucin akut." Sambung Amanda.

"Dih, apaan sih?" Tanya Farah tak menerima apa yang baru saja teman-temannya ucapkan mengenai dirinya.

"Jadi, kalau orang lagi jatuh cinta tuh, pasti bakal jadi bucin akut, gitu?"

"Coba aja lo cari di google, Nad."

"Gue lagi nggak ada paket data nih, hotspot dong, Far."

"What!? Seorang Nadira nggak punya paket data? Gue agak nggak percaya, sih."

"Gue belum isi paket lagi, baru aja semalam paket gue habis. Hotspot sebentar ya, Farah cantik."

"Ada maunya aja, lo puji-puji gue."

"Oh, jadi lo mau gue puji setiap hari, nih?"

"Tuh, atur aja. Lo tau kan password nya apa." Ujar Farah kemudian menyodorkan ponselnya kehadapan Nadira.

"Aaaaa, thank you Farah."

"Gimana? Udah ketemu artikelnya?" Tanya Vira yang melihat Nadira masih fokus terhadap ponselnya.

"Banyak banget, Vir, sampai bingung gue mau pilih artikel yang mana."

"Eh, bentar-bentar. Gue rasa salah nih para penulis artikelnya." Tambah Nadira.

"Salah gimana maksud, lo?"

"Iya, ini. Nih ya, sebentar, gue bacain deh. Disini ditulisnya, 'Anda sedang merasa jatuh cinta? Berikut penjelasan mengenai orang yang sedang kasma---"

IMPOSSIBLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang