5.Cerita

651 82 1
                                    


Akhirnya kami sampai di rumah setelah sebelumnya kami mengantarkan Zara terlebih dahulu kerumahnya yang tidak terlalu jauh jaraknya dari rumahku. Aku langsung pergi ke kamarku untuk bersih-bersih kemudian makan siang dengan papi dan mami.
"gimana Ann sekolahnya tdi? "tanya papi padaku.
"baik pi, Zara tdi banyak ngebantu Anneth terus dia juga ngenalin Anneth ke temen-temennya tdi".
"jadi kamu nyamankan tinggal di sini? ".
"nyaman kok pi, gk seburuk apa yang Anneth fikirin.
"bagus deh, oiya nnti malam juga ayahnya Zara ngundang kita makan malam dirumahnya".
"kapan mgomongnya? "
"tdi ayahnya Zara nelpon papi, jdi kamu nnti malam siap-siap ya".
"oke pi".

Setelah makan siang tdi ia langsung pergi kekamar untuk mengerjakan tugas-tugasnya, karena nnti malam ia akan pergi kerumah Zara. Namun tiba-tiba perkataan Betrand tdi mengusik fikirannya.
("Ann gua duluan")
Mungkin bagi orang lain itu hanya kata-kata yang biasa namun baginya tidak. Karena tidak pernah ada yang memanggilnya Ann selain orang tuanya dan juga Al. Namun kli ini ada orang lain yang memanggilnya seperti itu membuatnya kembali merindukan saat-saat bersama Al.

Pukul 7 malam kami sudah berada di rumah Zara. Maminya sedang membantu ibunya Zara di dapur, papi lagi ngobrol di ruang tamu dengan ayahnya Zara sedangkan aku membantu Zara mengerjakan tugas yang tadi siang sudah selesai aku kerjakan.
"akhirnya selesai juga neth, pegel otak gue ngerjain tugas pak Jamal. Dia jelasin aja gua gak ngerti apalagi di suruh ngerjain tugas ck".
"Zara Anneth turun yuk,  makanannya udah siap nih".
""yuk neth udah di suruh nyokap turun. "
"yuk".

Saat acara makan malam ada banyak obrolan-obrolan yang baru aku tahu. Seperti saat papi dan ayahnya Zara pernah satu band saat di Bandung. Ibunya Zara yang menjodohkan mami dengan papi dan masih banyak lagi.
"gak nyangka ya mas, kita yang dulu ketemunya di Bandung bisa kumpul lagi di Jakarta. " ucap ayahnya Zara
"iya, apalagi persahabatan kita itu sampai ke anak-anak".
"sekarang Zara klo mau ketemu Anneth tinggal langsung dateng ke rumah aja gk perlu nungguin emak bapaknya dateng ke Bandung dulu lagi"
"iyaya mbak, klo dulu itu setiap weekend Zara nangis minta kerumah omanya,tpi yang pengen di temuin si Anneth bukan omanya". Aku dan Zara hanya tersenyum mendengar obrolan mereka .

Makan malam sudah selesai tapi obrolan orang tua terus berlanjut sedangkan aku dan Zara pergi ke rooftop rumah Zara.
"gila ya neth udah lama bnget ya kita temenan. Ya walaupun kita jarang ketemu karena gue di Jakarta dan loe di Bandung".
"iya Zar aku juga gk nyangka bisa sedekat ini sama kamu, padahal aku dulu susah banget berteman dan yang paling deket itu cuma kamu dan Al."
"Al temen loe itu? Sekarang dia gimana sih gak ada kabarnya. "
"ntahlah Zar, aku gk tau di dimana dan kabarnya gimana".
"yaudah neth jangan sesih gitu dong kan loe masih punya gue. "
"aku gak tau klo misalnya kamu pergi juga Zar. "(memeluk Zara )
"gk akan neth. Oiya loe mau tau gk rumah Betrand? "
"rumah Betrand? Knp tiba-tiba? "
"hahhha... Lihat deh rumah yang berpager putih"
"itu rumah Betrand? "
"bukan, rumahnya sebelahnya yang paker hitam. "
"kan bisa langsung nunjuk yang pager hitam Zar, kenapa musti ke pager putih dulu sih? ".
"hahahha teransit dulu neth, emosian ya jadi orang. "
"emang pesawat pake transit segala. "
"oiya, loe inget gk dulu gue sering ngasih loe coklat setiap gue ke Bandung? "
"iya inget,  knapa? Kamu mau ngasih aku coklat lagi? ".
"dih gk lah. Lagian coklat itu bukan dari gue".
"klo bukan kamu terus coklatnya dari siapa?". Tanyaku penasaran
"dari cowok pager hitam. "
"pager hitam? Betrand maksudnya? "
"iya Anneth, setiap aku mau ke Bandung pasti dia nitip coklat buat di kasih ke kamu".
"kok bisa? Diakan dulu gk kenal sama aku Zar. "
"dia pernah ngeliat foto kamu dirumah, terus nanya-nanya tentang kamu gitu neth. "
"terus knp kamu mau aja sih di suruh ngasih coklatnya.  Aku tau banget kamu itu bukan orang yang gampang disuruh buat ngelakuin kaya begitu?."
"eehhmm... Pertama,karena dia teman gue. Terus karna dia ngasih gua coklat juga biar bisa di makan sama loe klo gak gitu sih guanya males. " jawab Zara tak bersalah sambil tersenyum menampilkan giginya .
"aku fikir coklatnya emang sengaja kamu yang beli buat Kita makan berdua. "
"yakan emang buat kita makan berdua neth,  ya...walaupun bukan gua yang beli hahaha. Tpi sampe sekarang gua masih gk tau apa alasan dia ngasih coklat itu buat loe neth dan dia juga gak bolehin ngasih tau loe. "
"emang gk pernah nanya? "
"pernah, tapi gk pernah bener jawabnya, sampe gua cape nanyain terus. "

Anneth dan keluarga sudah pulang dari rumah Zara. Sekarang ia ada di kamarnya, perkataan Zara tentang Betrand masih membuatnya penasaran. Apa alasan Betrand kasih dia coklat?. Itu bukan hanya sekali tpi selalu, setiap Zara ke Bandung pasti dia bawa coklat untuknya. Siapa dia? Kenapa bisa begitu baik dengan orang yang belum pernah ketemu dengannya?.

<<<<<<<<<<<<Berambung>>>>>>>>>>

#Bagiku kamu seperti kado didalam kado...

Al & AnnTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang