26. Akhirnya 🍃

548 75 8
                                    

"hai Zar... ".
"Betrand ada di atas kan?", Faith mengangguk.
Zara yang terlihat menahan amarah langsung bergegas menuju rooftop di mana Betrand berada. Faith yang merasa takut terjadi sesuatu pun mengikuti nya secara diam-diam.
"BETRAND.... ".
"Zar, loe ngapain ke.... ", belum sempat Betrand menyelesaikan pertanyaannya Zara sudah lebih dulu melayangkan pukulannya tepat di perut Betrand dan juga wajahnya. "akhk.... Gila loe ya...".
"loe yang gila, loe apain si Anneth".
"gue gak ngapa-ngapain dia Zar, yang ada Anneth yang diamin gue dari kemarin dan gue gak tau kesalahan gue apa".
"gak usah bohong loe, denger ya Anneth semalem ngeliat loe sama Faith pelukan di taman belakang, ngapain loe".
"Zar gue bisa jelasin".
"jelasin apa lagi hah? Udah pernah gue bilangkan kalau loe emang suka sama Anneth jangan pernah loe sakitin dia".
"gak ada yang mau nyakitin Anneth Zar, gue bisa jelasin".
"udah deh Bet gak ada yang perlu di jelasin".
"ZAR...,Loe bisa gak sih denger penjelasan gue juga. Gue juga temen loe kali, seenggaknya loe harus dengerin penjelasan gue bukan cuma Anneth aja. Gue juga sakit Zar, loe fikir gue baik-baik aja apa saat Anneth diemin gue. Kalau Anneth gak mau denger penjelasan gue, seenggaknya loe bisa Zar", Zara yang merasa bersalah pun mendekati dan menenangkan Betrand.
Faith yang melihat pertengkaran Zara dan Betrand dari balik tembok pun pergi menuruni tangga dan mencari Anneth. 
"sorry Bet, gue seharusnya gak boleh kaya gini maafin gue".
"gue gak ada niat nyakitin Anneth Zar, gak ada. Gue sayang sama dia, dia yang gue tunggu selama ini. Gue meluk Faith cuma mau say good bye dan selesain semua salah paham selama ini, udah itu doang. Gue gak mungkin nyakitin Anneth Zar".
"Sorry Bet, gue seharusnya dengerin loe dulu", Betrand mengangkat kepalanya yang tadinya tertunduk.
"gue gak mungkin sanggup nyakitin dia Zar, gue sayang sama dia".
"sorry Bet, gue bantu loe obatin luka loe dulu. Baru itu gue bantuin loe  jelasin semuanya ke Anneth".
"gak usah, udah kering juga lukanya", kata Betrand sambil memegang ujung bibirnya yang luka.
Faith berjalan menuju kelas untuk menemukan Anneth, namun ia tak ada di kelasa. Ia harus segera menyelesaikan kesalahpahaman antara Anneth dan Betrand. Bagaimanapun karena dirinya lah Anneth menjauhi Betrand. Seandainya ia tak meminta Betrand memeluknya waktu itu semuanya pasti akan baik-baik saja.
"Shinta, loe lihat Anneth gak".
"Anneth? Kenapa loe nyariin Anneth? ".
"kalo gue nanya ya loe tinggal jawab, bukannya malah balik nanya".
"Sorry, Anneth tadi kayanya ke toilet. Oiya btw selamat ya loe udah berhasil Anneth menjauh dari Betrand".
Faith berjalan mendekati Shinta, "gue udah pernah bilangkan sebelumnya, jangan samain gue sama loe. Gue emang suka sama Betrand tapi bukan berarti otak gue gak bekerja kaya otak loe yang kosong itu. Gue gak selicik loe yang menghalalkan segala cara buat dapatin Betrand. Gue masih Waras, gak gila kaya loe", Faith pun pergi sedangkan Shinta mematung mendengar perkataan Faith padanya.
Faith pun berjalan menuju toilet untuk menyusul Anneth. Saat Faith akan masuk ke toilet tiba-tiba Anneth keluar dari toilet.
"Anneth... ".
"yaampun kaget, Faith? Kamu mau ke toilet? ".
"gak, gue mau ngomong sama loe".
"mau ngomong, tentang apa? ".
"tentang masalah loe sama Betrand".
"kayanya gak bisa deh, gue mau ke perpus ", Anneth mencoba menghidar dari Faith yang sudah lebih dahulu memegang tangannya.
"pleas neth, bentar aja jangan sampai loe nyesel".
"oke, dimana? ".
"di taman belakang", Anneth dan Faith pun berjalan beriringan menuju taman.
" mau ngomong apa? ".
"gue mau jelasin kesalapahaman loe sama Betrand".
"Gak ada  perlu di jelasin Faith karena gak ada yang salahpaham juga".
"gue sama Betrand gak ada apa-apa, apa yang kemarin loe lihat gak seperti yang loe fikir".
"ada apa-apa juga gak masalah kali Faith".
"bohong banget sih loe, mulut sama hati loe beda tau gak".
"bohong tentang apa? ".
"tentang hati loe, mulut loe berusaha menjauh dari Betrand tapi hati nolak kan?".
"Gue gak ngerti sama omongan loe", Anneth berusaha menghindar dari Faith.
"loe semalem gak pulang sama Alex kan? Loe turun di halte. Padahal loe bilang ke Betrand kalo Alex nganterin loe ke rumah ".
"loe tau dari mana? ".
"gue lihat sendiri loe naik taksi dari halte. Loe coba kuat di depan Betrand padahal hati loe juga terluka saat menjauh dari dia".(Anneth terdiam tak berkutik)." Okey, tentang gue sama Betrand kemarin. Kalo loe tanya gimana perasaan gue sama dia, gue akui gue suka sama dia bahkan mungkin cinta, tapi masalahnya dia gak Neth. Dia tetap aja setiap nunggu Perempuan itu".
"Perempuan itu? ".
"ya, perempuan yang selalu dia inget walaupun gue yang selalu di sampingnya, gue selalu berusaha buat dia suka sama gue tapi sulit. Kenangan masalalunya begitu kuat".
"ada perempuan yang di suka dari dulu sampai sekarang maksudnya".
"ya, perempuan yang bahkan  sudah menjadi kenangan sulit gue kalahkan apa lagi sekarang dia bersamanya".
"loe tau dia suka seseorang? ".
" tau, tapi tetap aja gue berharap sama dia, dan lebih bodohnya saingang gue masa lalunya".
"terus, sekarang loe gimana? ".
"gue milih menyerah dengan perasaan gue, mau gimanapun gue berusaha gue gak akan menang dengan seseorang yang dia sebut Ann itu".
"Ann? ".
"iya, Orang yang katanya akan ia temui suatu hari nanti, orang yang menjadi alasan kenapa Betrand gak bisa mencintai gue, dan alasan loe selalu dia jaga".
"kenapa gue? ".
"ya, karena loe Ann. Awalnya gue kecewa, kenapa Betrand bisa mencintai loe yang baru di hidupnya sedangkan gue gak bisa. Tapi kemarin gue udah dapat jawabannya, karena ternyata loe orang yang selama ini dia tunggu, orang yang ingin dia temui selama ini".
"Al? ".
"oiya, masalah gue meluk dia kemaren itu cuma sebagai salam perpisahan".
"perpisahan? Loe mau kemana? ".
"gue bakalan ikut bokap pindah ke luar negeri. Jadi sebelum pergi gue mau mastiin tentang perasaan gue walaupun gue tau gimana akhirnya, tetap loe pemenangnya Neth. Jadi, gue berharap loe jaga dia baik-baik karena gue tau segimana cintanya dia sama loe".
"sorry Faith, maaf karena udah salah paham sama kamu dan Betrand".
"it's okey gak masalah. So, gue bisa minta salam perpisahan juga gak ke loe? ", Faith merentangkan tangannya dan memeluk Anneth.


BERSAMBUNG.....

#jangan melihat dengan telinga tertutup dan mendengar dengan mata tertutup karena otakmu membutuhkan keduanya untuk menenangkan hatimu yang kalut.-

Al & AnnTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang