"Al janjikan akan balik kesini lagi??? Al janji kita akan ketemu lagi??? ". ucap anak perempuan mengangkat jari kelingkingnya kepada anak lelaki tersebut.
"iya, Al janji kita akan ketemu lagi, Al janji bakalan temuin Ann lagi." ucap anak lelaki it...
Saat Steve berjalan mendekat kearah Alex, tiba-tiba pintu gudang di dobrak oleh seseorang dari luar menggunakan motor. Ia mengedarai motornya ke arah Alex yang membuat anak buah Steve melepaskan Alex dan terjatuh le lantai tak berdaya. Orang itu pun turun dari motornya dan menghampiri Alex. "Alex... Bangun Lex, loe gak boleh mati sekarang, dosa loe masih banyak sama gue". "bacot loe berisik banget tau gak", Alex memberi jitakan ke kepala orang tersebut. "ya loe terkapar begini, gue kira loe mati". "seenaknya aja ya mulut loe". Terdengar tepukan tangan seseorang dari belakang mereka. "wah...wah...wah... Betrand Putra Onsu, gue gak nyangka kalo loe bakalan kesini buat bantu kakak loe. Loe tau, gue cukup terharu tau gak ngelihatnya". "waw...makasih loh, tapi kayanya nanti keluarga loe yang bakalan terharu karena gue udah ngurangi satu beban keluarga". "hahaha... Huft beban kelurga, Loe tau? Ada orang yang bilang jangan sok jadi pahlawan kalo loe gak bisa nerima kebenaran atau membela yang benar". "loe ngomong apa sih? Gak jelas". "maksud gue, loe gak usah sok jadi pahlawan, loe gak tau masalahnya apa". "Kalo gitu kasih tau gue, selesaikan? Punya hidup gak usah ribet-ribet, muka loe jadi cepat tua". "kenapa harus gue? Kenapa gak kakak tercinta loe aja yang kasih tau". "tanpa dia kasih tau juga, gue tau dia gak salah. Walaupun dia orangnya berengsek dia gak akan nyari masalah sama orang kalo orang itu gak nyenggol dia duluan, kecuali sama gue". "loe itu mau belain gue apa mau jelekin gue sih? ", protes Alex. "ya mau gimana lagi, gue baikin juga sikap loe dah terkenal brengsek. Lagian loe buat masalah apalagi sih? ", Alex yang mendengar jawaban Betrand langsung memberi tatapan tajam. "gue gak ngapa-ngapain, gue cuma ngasih pelajaran buat orang kurang ajar kaya adik dia". "heh, diam mulut loe ya, loe gak ada hak ngatur-ngatur hidup gue. Apa yang gue lakuin itu urusan gue bukan urusan loe", Mark adiknya Steve mulai angkat bicara. Alex mencoba berdiri tegak, "iya sih bukan urusan gue dan gak ngerugiin gue. Tapi seenggaknya gue masih punya hati nurani, gue punya sisi kemanusiaan gak seperti loe yang kaya setan". "brengsek loe, banyak bacot loe", Mark menendang Alex hingga terjatuh. Betrand menendang Mark tepat di perutnya, "Loe kalo nyerang ke gue aja gak usah ke Alex, beraninya sama yang lemah, sini loe maju", Betrand semakin memajukan langkahnya kearah Mark. "hahaha... Dia gak bakalan berani, Dia beraninya cuma sama anak cewek sama anak SMP, lemah tapi sok keras", Kata Alex mengintimidasi. "hahaha...ternyata kakak adek sama aja, sok punya power padahal loser, beraninya sembunyi di balik kacung-kacungnya". Steve yang mendengar perkataan Betrand mengode anak buahnya untuk menyerang Betrand. "dasar banci, beraninya keroyokan". Betrand pun melawan anak buah Steve dibantu Alex dengan sisa tenaganya. Di sisi lain Mark yang melihat Alex sendirian tak berdaya pun mengambil pisau yang di pegang Steve tadi dan mencoba menusukkannya pada Alex. Namun tanpa sengaja mengenai Betrand saat akan menghentikan Mark. Alex yang melihat Betrand tertusuk pun kaget dan melupakan rasa sakit yang tadi ia rasa. Alex mendorong Mark dan memberikannya pukulan bertubi-tubi tanpa henti, "gila loe ya, masalah loe sama gue, gak ada hubungannya sama Betrand. Dasar banci loe, loe sama kakak loe sama aja", Steve yang melihat adiknya babak belur pun mencoba menghentikan Alex dan mencoba kabur membawa Mark dengan bantuan anak buahnya. Saat akan keluar dari gudang tersebut tiba-tiba saja terdengar suara mobil polisi. "bos, ada polisi bos, gimana ini? ", tanya salah satu anak buah Steve. "kalian semua tenang, Kita sekarang berpencar dan jangan sampai ada yang tertangkap", Steve memberi arahan. "lebih baik loe nyerah Steve, gak akan ada jalan keluar lagi buat loe", Kata Alex sambil mencoba menahan perut Betrand agar darahnya tak terus mengalir. "diem loe", kata Steve yang sudah mulai panik sambih memapah Mark yang hampir hilang kesadarannya. "loe tahan ya Bet, bentar lagi polisi datang", Betrand pun mengacungkan jempolnya kearah Alex sambil tersenyum. "JANGAN ADA YANG BERGERAK, TEMPAT INI SUDAH KAMI KEPUNG", Suara polisi menggema dari luar gudang. "sialan", Steve yang panik pun melepaskan Mark dan mencoba kabur sendiri. Tiba-tiba pintu gudang terbuka dan terlihat polisi masuk sambil menodongkan pistolnya, "JANGAN BERGERAK", suara polisi menghentikan langkah Steve. Polisi menghampiri Steve dan Mark kemudian memborgol mereka sedangkan yang lain mengejar anak buah Steve yang mencoba kabur. Dan salah satu polisi menghampiri dan mengecek keadaan Alex dan Betrand, "LAPOR, DISINI ADA KORBAN PENUSUKAN, TOLONG SEGERA KIRIMKAN AMBULANCE". Anneth yang mendengar laporan itu dari luar gudang pun di buat khawatir dan langsung berlari mencoba masuk ke dalam gudang. "Zar, siapa yang ketusuk Zar? ". "gue juga gak tau Neth, kita tunggu di sini aja ya". "gak bisa Zar, gimana kalo ternyata Betrand yang ketusuk?". "iya, loe sabar ya, di dalam udah ada polisi yang nangani". "gak Zar, gue gak bisa diam di sini aja", Anneth berlari masuk kedalam gudang. "Neth, loe mau kemana?", tanya Zara yang kaget melihat Anneth nekat memasuki gudang walau sudah di larang polisi. Saat memasuki gudang tersebut Anneth di buat khawatir saat melihat Betrand yang tergeletak lemas di samping Alex, tangannya memegang perutnya menahan darah yang terus mengalir. "Betrand.... ", Anneth berlari mendekat pada Betrand. "Ann, kamu ngapain disini? ". "kamu kenapa, kamu gak apa-apa kan?", Anneth meneteskan air mata. "loh kok nangis sih Ann? Aku gak apa-apa kok, kamu tenang ya", Betrand mengusap air mata Anneth dengan punggung tangannya agar tak terkena darah. "aku minta maaf ", Betrand yang mulai lemas karena terus mengeluarkan darah pun kehilangan kesadaran. "Betrand bangun... Al....Al... Bangun, kamu gak boleh ninggalin aku lagi Al, bangun Al". "permisi mbak", petugas kesehatan pun datang dan langsung membawa Betrand ke ambulance menuju rumah sakit. Anneth yang ikut di dalam ambulance terus menggenggam tangan Betrand yang telah penuh dengan darah. "Al, kamu harus bertahan. Kamu gak boleh ninggalin aku lagi", air matanya kembali mengalir membasahi pipinya.
BERSAMBUNG......
#kehilanganmu, aku harus memaksakan terbiasa tanpamu dan melupakanmu, aku harus kehilangan sebagian ingatanku,–
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.