Aku melihat Betrand yang masih asik berbicara dengan Bundanya yang sesekali matanya melirik kearahku. Setelah beberapa saat Betrand tersenyum kearahku di ikuti Bundanya yang berdiri dari duduknya dan memanggil diriku.
"Anneth... ".
"iya tante? ".
"sini duduk, katanya Betrand mau ngobrol sama kamu. Bosen katanya ngobrol sama tante terus".
"enggak apa-apa tante? ".
"gak apa-apa sayang, ayo duduk sini", Anneth pun beranjak dari tempat duduknya menuju tempat duduk di sebelah ranjang.
"kamu apa kabar? ".
"seharusnya aku yang tanya gimana keadaan kamu sekarang? ".
"aku baik, seperti yang kamu lihat. Bahkan lebih baik lagi pas udah ketemu sama kamu".
"apaan sih Al".
"aku suka".
"Suka apa? ".
"Aku suka saat kamu panggil aku Al, rasanya kenangan masa kecil itu kembali berputar di kepalaku. Salah satu kenangan yang tak pernah ingin aku lupain".
"oh, kirain".
"kamu kira apa emang?".
"emm, gak, bukan apa-apa".
"kamu tau gak kenapa aku gak mau lupain? ".
"kenapa? ".
"karena ada kamu di dalam nya", Anneth tersenyum setelah mendengar perkataan Betrand tersebut.
"ada kenangan yang pernah mau kamu lupain? ".
"Pastinya ada, setiap manusia pasti punya kenangan yang ingin di lupain Ann, entah karena terlalu menyakitkan atau menyedihkan. Dan kamu bukan salah satu diantaranya", Betrand tersenyum.
"Aku kangen sama kamu", kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Anneth tanpa ia sadari.
"aku tau", Betrand tersenyum. Mendengar jawaban Betrand seprti itu ingin rasanya Anneth melempar keranjang buah yang saat ini ada di sampingnya jika tak ingat ada banyak orang saat ini. "aku tau kamu kangen sama aku karna aku juga kangen kamu, kangennya itu kangeeeeen banget Ann. Gara-gara obat bius semalem aku gak bisa ngeliat kamu jelas cuma kedengeran suara kamu aja".
"tapi sekarang udah jelas kan? ".
"udah dong, berasa lagi ngelihat bidadari tau gak, hahahaha jangan merah gitu dong pipinya".
"enggak biasa aja, ini tuh blush on aku".
"ooh, kamu bawa apa buat aku? ".
"aku bawa buah, kamu mau? ".
"boleh, aku mau jeruk".
"nih", Anneth memberikan buah jeruk pada Betrand.
"yah Ann, tangan aku lagi di infus nih jdi gak bisa kupas jeruknya".
"Bilang aja minta kupasin".
"hehehe tolong ya Ann", setelah selesai Anneth memberikan jeruknya pada Betrand. Bukannya tangan Betrand yang bergerak mengambil jeruk tersebut tapi mulutnya yang menganga lebar.
"ngapain mangap-mangap gitu? ".
"aku mau jeruknya, akh".
"malu tau, makan sendiri nih".
"gak bisa Ann, tangannya lagi di infus tu", menunjukan tangan kanannya yang sedang di infus.
"yaudah nih", menyuapkan jeruk tersebut ke dalam mulut Betrand.
"manis".
"yaiyalah, gak mungkin juga aku bawa jeruk asem buat orang sakit".
"siapa yang ngomongin jeruk sih?".
"kamu tadi kan bilang jeruknya manis ".
"Jeruknya emang manis sih, tapi aku gak lagi ngomongin jeruknya".
"terus ngomongin apa? ".
"ngomongin kamu, kamu manis", Anneth menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan pipinya yang mulai memanas karena perkataan Betrand. "kenapa?".
"gak apa-apa".
"terus itu blush on di pipi kamu kenapa makin merah Ann?", berusaha menjahili Anneth kembali.
"ih, BETRAND.... ", karena terlalu kesal Anneth tak sadar jika ia memanggil Betrand terlalu kuat.
"Al, Anneth diapain sih? ".
"gak di apa-apain Oma, kita cuma bercanda doang kok".
"bohong oma", bisik Anneth pelan seakan mengadu pada oma di hadapan Betrand. Sedangkan Betrand tertawa gemas melihat tingkah Anneth saat ini.
"gimana tadi? ".
"apanya? ".
"sekolahnya, kamu kesepian gak kalo gak ada aku".
"gak, biasa aja. Ada Zara, Naura sama Nashwa jadi aku gak inget kamu tadi di sekolah".
"bohong".
"serius".
"masa sih? Terus kenapa tadi Zara bilang kamu gak konsen pas di sekolah?", tanya Betrand dengan senyum jahilnya.
"aku gak konsen karena laper bukan karena mikitin kamu".
"aku gak ada bilang karena kamu mikirin aku loh Ann", ingin rasanya saat ini Anneth menghilang dari hadapan Betrand karena malu.Saat sedang asik ngobrol, tiba-tiba pintu ruangan terbuka yang menampilkan Alex yang datang dengan membawa tas punggungnya.
"wih, kak Alex mau camping apa gimana? Bawa tas segala", ceplos Richi yang langsung di hentikan oleh Rey.
"loe kalo ngomong sembarangan banget sih, malu gue punya temen kaya loe".
"salah gue apa sih Rey? Gue kan cuma nanya".
"hush, kok malah pada berantem sih".
"maaf Oma".
"kamu sudah makan lex? ".
"belum yah".
"yasudah kita makan di luar sekalian ada yang mau ayah bicarakan dengan kamu".
"baik ayah", dengan patuhnya Alex mengikuti ayahnya keluar ruangan yang kemudian tanpa ia sadari pundaknya di rangkul oleh ayahnya.
"kamu anak ayah bukan bodyguard, kenapa jalan di belakang".
"Alex cuma... ".
"cuma apa? Malu kamu ".
"gak yah, Alex gak malu".
"yasudah kalau begitu, ayok", ajak ayahnya sambil merangkul pundak Alex. "anak laki kok loyo banget sih? Semangat dong".
"iya yah".
"masa depan kamu masih panjang, jangan mau kalah sama keadaan. Selagi kamu benar-benar mau berubah, ayah yakin kamu pasti bisa Lex", mendengar kata-kata ayahnya membuat kepercayaan diri Alex sedikit demi sedikit kembali.Di dalam ruangan, Betrand yang mulai tak betah berada di dalam ruangan berniat meminta izin pada Oma dan Bundanya untuk keluar sebentar.
"aku bosen nih".
"bosen kenapa? ".
"ya bosen Ann, dari kemarin aku tiduran mulu yang di lihat dinding putih terus dari kemarin".
"ya mau gimana lagi? Kamunya kan belum sembuh jadi belum boleh keluar".
"bentar aja Ann, bosen aku disini apalagi denger suara Richi makin pusing tau gak? ".
"gak boleh Al".
"bentaran aja, pleaseeeee", mohon Betrand pada Anneth.BERSAMBUNG.....
#Jika saatnya tiba, sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu akan menjadi temu, kau dan aku akan menjadi kita.- Fiersa Besari

KAMU SEDANG MEMBACA
Al & Ann
Teenfikce"Al janjikan akan balik kesini lagi??? Al janji kita akan ketemu lagi??? ". ucap anak perempuan mengangkat jari kelingkingnya kepada anak lelaki tersebut. "iya, Al janji kita akan ketemu lagi, Al janji bakalan temuin Ann lagi." ucap anak lelaki it...