Setelah melakukan transfusi darah dari Alex. Dokter pun keluar dari dalam ruangan.
"Dok, bagaimana keadaan cucu saya", oma mendekat saat melihat dokter keluar dari dalam ruangan.
"pasien telah melewati masa kritisnya dan setelah ini pasien akan di pindahkan ke ruang inap dan setelah ini kalian bisa menjenguknya. Hanya saja tidak boleh terlalu banyak orang ".
Setelah Betrand di pindahkan ke ruangannya, oma langsung masuk kedalam untuk melihat keadaan cucunya yang saat ini terbaring tak sadarkan diri.
"Al, bangun nak. Oma disini nungguin senyum manis cucu oma. Jangan lama-lama tidurnya ya Al, oma gak tega melihat kamu seperti ini", Karena tak sanggup lagi melihat keadaan Betrand, oma pun memilih keluar dan memberi kesempatan lainnya untuk melihat Betrand. "kalian kalau mau masuk silahkan, oma mau menemui Alex sebentar".
"baik oma", jawab mereka serentak.
"gue boleh masuk kedalam duluan gak?".
"boleh kok Neth, loe duluan aja, mungkin Betrand juga lagi nungguin loe".
"makasih Rey", Anneth memasuki ruangan dimana Betrand berada dan duduk di sebelah ranjang sambil menggengam tangan kanan Betrand.
"Al kamu bangun dong, aku kangen. Aku kangen suara kamu, canda kamu, senyum manis kamu. Aku minta maaf karena nyuekin kamu tapi kamu jangan bales begini dong Al. Kamu ngomong jangan diem aja. Nyuekin kamu kemarin aja udah bikin aku sakit Al, apalagi sekarang harus ngelihat kamu begini", Anneth tak dapat membendung air matanya yang terus saja menetes. Anneth pun memilih untuk keluar dan memberi kesempatan temannya yang lain untuk melihat Betrand. Namun, saat ia akan berdiri dari duduknya ia merasakan tangannya di genggam oleh Betrand. "Al, kamu udah sadar? Tunggu ya aku panggilin dokter". Saat Anneth akan pergi ia merasa genggaman tangan Betrand semakin erat. Akhirnya Anneth pun memutuskan kembali duduk di samping Betrand. "Al?", Anneth terus menatap wajah Betrand berharap dia akan membuka matanya. "Al, kamu dengar aku kan? Aku Anneth, Al". Tak ada lagi respon dari tubuh Betrand, membuat Anneth sedikit kecewa dan menundukan kepalanya bertupukan tangannya yang tak lepas menggenggam tangan Betrand.
"Ann... ", Anneth mendengar seseorang memanggil namanya. Dan yang ia yakini hanya Betrand dan orang tuanyalah yang memanggilnya seperti itu. Anneth mengangkat kepalanya dan melihat Betrand yang telah membuka matanya sambil tersenyum padanya.
"Al, Kamu udah sadar? Bentar ya aku panggil dokter dulu".
Betrand menahan tangan Anneth, "mau kemana? ".
"Bentar Al, aku panggil dokter sebentar. Kamu jangan merem lagi ya, awas kalo kamu merem", Betrand tersenyum sambil menganggukkan kepala. Anneth keluar ruangan dan memberitahuakan keadaan Betrand. "Zar, Betrand sadar Zar".
"Loe serius Neth? ".
"serius Zar, Rey boleh minta tolong panggilkan dokter?".
"Boleh dong Neth,Bentar ya", saat Rey akan melangkahkan kakinya memanggilkan dokter, Richi sudah duluan berlari kencang memanggil dokter.
"ah lama loe Rey, gue aja yang manggil".
"chi pelan-pelan, itu anak ada aja tingkahnya".
"temen loe tuh".
"mau gimana lagi Zar terpaksa, Hahahha. Gue boleh masuk kedalam bentar gak? ".
"boleh dong Rey, masuk aja". Rey pun masuk ke ruangan Betrand dan melihat seseorang yang terbaring di ranjang Rumah Sakit.
"Beth? ".
"Rey, loe sama Richi baik-baik aja kan?".
"bisa-bisanya loe nanya keadaan kita sedangkan keadaan loe begini".
"gue baik-baik aja kok".
"baik-baik aja gimana? perut loe berlubang tuh".
Betrand tertawa kecil, "bolong di depan bukan dibelakang, gak bakalan jadi sundel bolong juga gue nya".
"kalo loe jadi sundel bolong yang ada udah gue bacain ayat kursi loe biar kebakar sekalian".
"hahahha, oiya Rey, gimana sama Bastian? ".
"Bastian sama gank Steve udah di urus polisi, gue minta maaf karena gue telat dateng loe jadi begini. Bastian sama Anak buah Steve ngehadang gue sama Richi di depan gudang".
"it's ok Rey, lagian seharusnya gue yang minta maaf sama loe dan Richi, karena gue loe berdua jadi bonyok gitu".
"loe slow aja Beth, aura kegantengan gue gak akan hilang cuma karena bonyok gini".
Betrand menatap Rey dengan tatapan kesal, "ck, nyesel gue ngomong gitu".
"hahahha, yaudah gue keluar dulu, bentar lagi dokter dateng buat meriksa keadaan loe", Betrand mengangguk meniyakan.
Di tempat lain Richi yang akan memanggil Dokter bertemu dengan Oma dan Alex di lorong Rumah Sakit.
"Richi? ".
" eh iya oma, ada apa? ".
"seharusnya oma yang nanya, kenapa kamu tadi lari-lari begitu?".
"saya buru-buru buat manggil dokter oma, si Betrand... ", belum sempat Richi meneruskan perkataannya, Oma sudah lebih dulu menarik Alex untuk berjalan lebih cepat ke ruangan Betrand. "yaampun oma, lincah amat kakinya". Richi pun kembali ke tujuan awalnya untuk memanggil dokter. Sedangkan Oma dan Alex bergegas ke ruangan Betrand.
"Zar, Betrand kenapa? Kok tadi oma lihat Richi buru-buru manggil dokter? ".
"Betrand baik-baik aja kok oma cuma Richi nya aja yang lebay, kita panggil dokter itu karena Betrand udah sadar".
"Betrand sudah sadar? Syukurlah kalau begitu, oma sudah sedikit lega dengernya".
"dia pasti baik-baik aja oma. Oma kan tau Betrand anaknya kuat, Alex bantai tiap hari aja dia tahan".
"kamu tuh ya, jangan ajak berantem lagi Betrand nya kalau gak kuping kamu oma potong", oma menjewer telinga Alex pelan.
"iya oma, Alex bercanda kok".
Tepat saat Rey keluar dari ruangan, dokter pun datang bersama dengan Richi dan lansung masuk kedalam ruangan untuk memeriksa keadaan Betrand saat ini. Di luar ruangan, Anneth dan yang lainnya menunggu kabar dari dokter dengan harap-harap cemas.
Dokter keluar dari ruangan, "dok, gimana keadaan temen kita dok?".
"keadaan pasien sudah lebih baik tinggal memberi perawatan pada luka sobeknya dan istirahat cukup. Jadi saya harap untuk saat ini untuk tidak terlalu sering mengunjungi pasien agar pasien dapat istirahat dan segera pulih".
"baik dok terimakasih". Dokter pun pergi meninggalkan mereka, "Oma, Alex boleh masuk ke dalam kan".
"boleh, asal kamu gak buat macam-macam di dalam".
"gak akan oma, Alex cuma mau ngomong sama Betrand bentar", setelah mendapat izin dari oma, Alex masuk dalam ruangan...
BERSAMBUNG.....
#Cinta adalah rasa sakit, begitu banyak kebahagian terjadi namun dunia terus memberi rasanya, yang membuat kita memilih bertahan dan tetap tinggal atau lelah dan meninggalkan, -
KAMU SEDANG MEMBACA
Al & Ann
Подростковая литература"Al janjikan akan balik kesini lagi??? Al janji kita akan ketemu lagi??? ". ucap anak perempuan mengangkat jari kelingkingnya kepada anak lelaki tersebut. "iya, Al janji kita akan ketemu lagi, Al janji bakalan temuin Ann lagi." ucap anak lelaki it...
