33. TANYA

494 71 3
                                    

Setengah jam berlalu, namun Anneth belum juga datang ke rumahnya. Zara yang kesal pun menghubungi Anneth untuk mengetahui keberadaannya sekarang.
Di tempat lain, Anneth yang masih bingung memilih baju yang akan ia kenakan ke Rumah Sakit pun terkejut mendengar hp nya berdering dan memperlihatkan nama Zara di layar hp nya. Anneth pun mengangkat telephon dari Zara yang sudah Anneth pastikan akan di penuhi dengan omelan Zara pada nya.
"hallo".
"gila loe neth, setengah jam gue nungguin loe dari tadi, loe sebenarnya jadi pergi gak sih? ".
"sabar Zar, ini gue juga lagi siap-siap".
"ngaret banget sih loe, ngapain aja loe sampai lama banget gini".
"gue lagi milih baju, gue bingung mau pakai baju apa Zar".
"loe bingung kenapa sih neth? Yang mau loe datengin itu Betrand bukan pak Jokowi, milih baju aja ribet banget".
"ya tapi kan? ".
"gak ada tapi-tapian neth, lima belas menit lagi loe belum dateng, gue tinggal loe".
"jangan dong Zar, yaudah bentar-bentar gue udah otw ini".
"loe milih baju aja belum kelar, gimana mau otw".
"ya loe ngajak ngomong terus, gue nya gak kelar-kelar jadinya".
"kok jadi gue? Loe yang lama, loe yang malah lebih sewot".
"udah ya Zar gue tutup". Anneth memilih baju dengan cepat dan berlari terburu-buru untuk menuju rumah Zara menggunakan taksi yang telah ia pesan tadi.

Sesaat setelah Anneth dan Zara sampai di Rumah Sakit, mereka berpapasan dengan Rey dan Richi yang baru datang dari arah parkiran. Terlihat dari jauh Richi yang terus saja mengomel pada Rey karena tak mau membantunya membawa kantong belanjaan.
"kalian berdua kenapa sih gak pernah akur? Berantem mulu".
"kesayangan loe nih Zar gak mau bantuin gue, tangan gue kan pegel  bawa gini sendirian", menunjukan beberapa kantong pelastik makanan.
"kesayangan apa sih? ".
"alah gak usah ngelak deh, gue sering lihat chatan loe sama Rey pake sayang-sayangan. Lagi apa sayang, udah makan sayang, sayangnya aku, dih merinding gue bacanya".
"kurang ajar, loe baca-baca chat gue diam-diam ya, sini loe", Richi yang baru sadar dirinya keceplosan pun berlari sekuat tenaga menghindari amukan dari Rey padanya.
Sedangkan Anneth yang mendengar itu dari Richi hanya menatap Zara meminta jawaban.
"apaan sih neth ngeliatin gue begitu? Serem tau ngeliatnya".
"loe pacaran sama Rey? ".
"enggak".
"jangan bohong, terus kenapa pake sayang-sayangan".
"emang sama sahabat gak boleh sayang? ".
"terus sama Betrand loe pake sayang juga ngechat? ".
"kenapa, loe cemburu? ".
"ih, serius Zara".
"ya gaklah neth".
"tukan berarti sama Rey ajakan loe pake sayang".
"ya kalau sekarang kita emang gak pacaran, tapi gak tau kalau nanti".
"jadi ceritanya masih HTS an nih ceritanya".
"bisa gak sih gak usah di tekan gitu ngomong htsnya, kayak loe sama Betrand gak HTS an aja", Zara berjalan terlebih dahulu meninggalkan Anneth.
"kok jadi gue sama Betrand? ".
"emang iyakan, loe sama Betrand juga hts an".
"enggak, gue sama Betrand itu cuma sahabat".
"sahabat dari mana sih neth? Sahabat kok nangis sih ngeliat Betrand meluk cewek lain", merasa kalah Anneth pun berjalan meninggalkan Zara. "dih ngambek".
"ZARAAAAA".
"jangan salting gitu dong", Dijalan menuju ruangan Betrand, Zara terus saja menggoda Anneth yang wajahnya sudah seperti tomat.
"Zar, udah dong", mohon Anneth pada Zara.
"gak bisa neth, Muka salting loe terlalu lucu untuk di sia-siain", Zara mengmbil foto wajah Anneth dengan hp nya secara diam-diam.

Di depan pintu ruangan Betrand, tiba-tiba saja Anneth mematung saat teringat bahwa kedua orang tua Betrand juga berada di dalam sana. Apa yang harus ia lakukan? Apa yang harus ia katakan? Pertanyaan itu terus saja berputar di kepalanya saat ini.
"neth, loe ngapain sih diam di sini? Mau cosplay jadi manusia silver loe".
"apaan sih Zar, gue cuma...".
"cuma apa? Cuma gugup? Tenang aja kali neth gak usah grogi gitu. Kaya mau di lamar Betrand aja loe pakai segala grogi".
"Zaaaarrrr....".
"oke, oke, loe yang tenang aja, tarik nafas buang. Lagian orang tua Betrand itu baik kok, jadi loe tenang aja, yuk", Zara pun menarik tangan Anneth masuk kedalam.
"kok lama sih Zar? Dari mana aja?", tanya Rey yang berada di sofa bersama ayah dan oma Betrand.
Richi yang baru keluar dari toilet menyela pertanyaan yang di tujukan untuk Zara. "loe pake nanya lagi Rey, cewek kalo udah sama temannya pasti gak jauh dari ngegosip. Apalagi tadi ada gosip kalo loe sama Zara itu... ", Richi menutup mulutnya seakan keceplosan.
"Zara sama Rey kenapa chi?".
"kita gak kenapa-kenapa kok om, Richi aja yang suka ngarang".
"serius kamu? Jangan sampai Zara nya di ambil orang loh", ayah Betrand yang semakin menggoda Rey dan Zara.
"kamu apaan sih Frans kasian Rey sama Zara itu".
"hahaha, iya ma Frans cuma bercanda. Kamu bareng sama siapa Zar? ".
"ini Anneth om, teman sekelas kita pindahan dari Bandung".
"Anneth Om, tante, oma", Anneth salim dengan kedua orang tua Betrand.
"cantikkan? ".
"iya ma, tapi sepertinya gak bakalan mau sama Betrand, hahhha".
"kamu ini anak sendiri kok gak di dukung".
"ayo duduk Anneth Zara".
"iya om".

Dari sudut lainnya terlihat Betrand yang sedang berbicara dengan Bundanya. Terlihat sesekali ia tertawa dan tersenyum kearah ku sesaat setelah Bundanya menanyakan sesuatu padanya. Membuat kepalaku saat ini dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang tak seharus nya ia fikirkan. Apa yang ia bicarakan pada bundanya? Apakah sesuatu hal yang baik? Atau bahkan hal memalukan tentang dirinya?. Tuhan, bisakah kau buat otakku istirahat sebentar saja. Otakku sudah terlalu lelah untuk memikirkan pelajaran dan dirinya yang terus berputar di kepalaku saat ini.

BERSAMBUNG.......

Al & AnnTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang