Bab 31

91.7K 10.4K 1.1K
                                        

Nggak tahulah pokoknya pengen double update aja.

Happy Reading (✿❛◡❛)



"Hiks Ham gimana ini" Ujar Keyra dengan sesenggukan.

Pria yang bernama Ham itu mengelus punggung Keyra agar tenang.

"Tenang Key, pasti Ananta baik-baik aja"

Keyra menggelengkan kepalanya dengan air mata yang masih terus mengalir, "Hiks gue takut Ananta kenapa-napa"

Pria itu mendekap tubuh Keyra.

Keyra kemudian menatap Ezriel yang diam dengan raut wajah datar.

"Riel, lo kenapa diem aja? Gimana kalo Ata kenapa-napa?" Ujar Keyra dengan menghapus air matanya.

Ezriel menatap datar Keyra, dia bukan diam saja namun sedang menyusun rencana dalam otaknya. Lagian siapa yang tidak khawatir ketika kekasih sendiri di culik.

Bukan itu saja jantung dia sebenarnya sudah berdegup kencang takut Ananta kenapa-napa. Apalagi gadisnya itu sangat ceroboh.

Namun sempat terlintas di pikirannya kalau Ananta pasti baik-baik saja. Bahkan bisa jadi gadis itu malah santai. Entahlah dia juga kenapa berpikir seperti itu.

Tapi tetap saja di khawatir, Keyra juga mengatakan Ananta di culik oleh empat pria berbadan seperti sumo.

"Gue yakin orang yang culik itu pasti suruhan si Flora" Ujar Keyra dengan yakin.

"Kenapa kamu bisa yakin?" Tanya pria yang bernama Ham.

Keyra menoleh, "Gue yakin karena itu cewek pasti punya dendam sama kita bertiga"

Ezriel berdiri ketika mendengar ucapan Keyra. Dia mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan Ananta.

Keyra menoleh kepada pria yang disebelahnya, "Gue nggak percaya kalo Flora sampe ngelakuin itu, tapi siapa lagi yang punya dendam sama kita bertiga itu cuman dia"

Mata Keyra berkaca-kaca lagi ketika mengingat dia malah meninggalkan Ananta sendirian waktu itu.

Pria itu kembali mendekap Keyra dan mengelus lembut punggung Keyra, "Udah Key, aku yakin Ananta baik-baik aja"

Keyra memeluk kembali pria itu, "Hiks gue takut, gue takut sahabat gue kenapa-napa Genta"

°°°

Disisi lain Ananta di ikat di sebuah kursi dia menatap datar seseorang yang sudah menculiknya.

Baju kotor, banyak lebam di sekitar wajah, sudut bibir berdarah dan rambut acak-acakan. Penampilan sudah bisa dibilang seperti gembel yang tercebur kedalam got.

Ananta tidak meringis ataupun menangis dia hanya diam menatap dingin Flora yang sedang duduk di kursi bersama kepala mamah nya Flora.

Dia menatap Flora yang sedang mengelus rambut mamahnya. Ananta bergidik melihat kelakuan Flora.

"Mah, mamah tahu cewek disana itu. Cewek itu yang udah mempermalukan Maudy di sekolah" Ujar Flora kepada mamahnya sambil tersenyum.

Figuran Novel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang