Bab 24

117K 13K 1.4K
                                        

Nggak taulah alur makin sini makin kacau, aneh dan membosankan huh. Lieur aing Ó╭╮Ò

Happy Reading ˚̩̥̩̥( ͡ᵔ ͜ʖ ͡ᵔ )*̩̩͙✩



"Aka Cekai!"

Ananta baru saja membuka pintu dan adiknya sudah menyambut dengan sebuah teriakan yang sangat membahana.

Ananta melotot, "Hei tuyul! jangan lari-lari etdah buset"

Kelvin dengan cepat melambatkan, bocah itu langsung berjalan dengan gaya cool dan mengangkat dagunya.

Ananta mendelik bisa-bisanya dia mempunyai adik yang super aneh seperti Kelvin. Tidak sadar diri padahal dirinya lebih aneh.

"Aka yuhu main yu" Ajak Kelvin dengan melas menatap kakaknya itu.

"Ma__"

"Bang El huwa!" Ucapan Ananta terpotong oleh teriakan adik laknat nya itu.

Kelvin yang melihat ada Ezriel bocah itu langsung memeluk kaki Ezriel.

"Bang El kemana udah lama nda kecini?"

Ezriel yang baru saja datang langsung disambut pelukan oleh Kelvin. Pria itu memang datang bersama Ananta namun dia memarkirkan terlebih dahulu motornya.

Ezriel menunduk ketika melihat Kelvin yang sedang menatap nya berbinar. Ezriel berjongkok menyetarakan badannya dengan Kelvin, tersenyum tipis dan mengacak rambut Kelvin, "Hei boy"

Kelvin menatap dengan cemberut mengabaikan Ananta yang menatap datar padanya, "Bang El tau nda kalo aka itu jahat ama Evin" Adunya kepada Ezriel.

Ezriel melirik Ananta yang sedang mencibir adiknya, "Iya entar bang El hukum"

Ananta membulatkan matanya ketika mendengar ucapan Ezriel, "Dih aduan dasar tuyul"

Kelvin memajukan bibirnya dan menatap wajah Ezriel sok sedih, "Bang El liat kan aka itu jahat cama Evin, huh Evin nda laik"

Ezriel menggendong Kelvin membawanya pergi menuju ruang tamu meninggalkan Ananta yang sedang cengo sambil menunjuk dirinya sendiri.

Kelvin menoleh kebelakang menjulurkan lidahnya dalam artian bocah itu mengejek Ananta.

Ananta melototkan matanya dan mengangkat kepalan tangannya ke atas.

"Bocah edan"

Ezriel dan Kelvin sudah sampai di ruang tamu pria itu mendudukkan Kelvin di sofa.

Kelvin menatap Ezriel dengan wajah penuh tanda tanya, "Bang El kok bica cuka ci cama aka Cekai?"

Ezriel tidak menjawab dia hanya menaikkan sebelah alisnya.

"Padahal menulut Evin aka itu milip palak telus bisa milip jokel juga"

Ezriel tersenyum tipis mendengar ucapan bocah di hadapan nya, kemudian menoleh mencari Ananta yang untungnya gadis itu sedang berjalan menuju lantai atas. Apabila Ananta mendegar nya mungkin akan ada perang.

"Telus aka itu cuka malah-malah cama Evin dan cuka bilang Evin itu tuyul"

Kelvin memiringkan kepalanya, "Nah Evin cuka bingung tuyul itu apa?"

"Tuyul itu artinya ganteng makanya aka kamu suka bilang tuyul"

Bocah itu mengangguk sambil berohria.

"Oh jadi Evin itu ganteng makanya Evin dibilang tuyul gitu?" Tanya nya lagi dengan wajah polos.

Ezriel mengangguk dan mengelus kepala Kelvin, "Heem makanya kalo Aka bilang tuyul jangan marah ya artinya itu Evin ganteng"

Figuran Novel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang