Adakah tadi yang udah dapet notif tapi nggak bisa kebuka?
Muehehe biasalah kepencet duluan padahal nggak niat di publish.
Tapi karena udah telanjur. Kita update aja sekarang.
Ada yang nungguin kah?
3 bulan kemudian.
"Buka mulutnya aaa."
Ananta membuka mulutnya ketika Ezriel menyuapi kembali bubur nya.
"Kucing pintar." Ujar Ezriel sambil menepuk-nepuk kepala Ananta.
Ezriel menyimpan mangkuk bekas bubur nya. Dia menghembuskan nafas kasar dan menatap Ananta dengan lekat.
Dia tidak menyangka sudah empat bulan berlalu. Satu bulan Ananta koma dan tiga bulan nya lagi proses penyembuhan Ananta karena tulang-tulang dia yang banyak patah. Dan untungnya saja patang tulang nya tidak terlalu parah.
Ananta menaikkan alisnya sebelah ketika melihat mas pacarnya yang melamun.
"El" Panggil Ananta sambil menggoyangkan lengan Ezriel.
Ezriel mengerjapkan matanya, "Kenapa mau minum?" Tawarnya.
"Nggak. Kamu kapan pulang?"
Ezriel mendengus, "Ngusir ni ceritanya?"
Ananta menggelengkan dengan cepat, "Nggak kok. Cuman lama-lama disini sumpek. Pengen keluar." Lanjutnya cemberut.
"Ini udah malam sayang."
Ananta menatap Ezriel sambil menyatukan kedua tangan nya, "Please ya ya ya. Ayolah Ezrielku. Dinda disini memohon kepada kakanda dengan cara baik-baik lho." Ujar nya sambil menunjukkan wajah kucing kecemplung.
Ezriel memalingkan wajahnya, "Iya, iya."
Ananta mencolek-colek perut Ezriel, "Aaa mas pacar aku makin love-love deh."
»»----><----««
Suasana di taman malam ini sangatlah dingin dan sunyi. Memang Ananta keluar dari ruangan nya itu jam sudah menunjukkan pukul 09.00 PM. Bukan itu saja di taman itu hanya ada Ananta dan Ezriel.
Dua manusia itu saling diam dengan pikiran masing-masing.
Meskipun sudah di nyatakan sembuh namun Ananta belum bisa di perbolehkan jalan terlalu jauh. Apalagi ada sosok Ezriel yang selalu posesif kepadanya. Dia ke taman saja di gendong oleh Ezriel.
Pria itu memang selama Ananta di rumah sakit selalu menyempatkan untuk berkunjung dan menemani Ananta.
Ananta menatap Ezriel dari samping. Pria itu memang sangatlah tampan.
Luna tidak menyangka hubungan Ezriel dan Ananta bisa berjalan selama bertahun-tahun. Ezriel ternyata pria yang sangat setia.
Namun Luna tidak habis pikir kepada Ezriel. Bukannya sudah cukup 4 tahun lebih untuk mengenal baik buruk nya dan mengenal lebih dalam pasangan nya.
Apakah Ezriel tidak merasa curiga atau aneh kepada dia. Atau pria itu menyadari namun tidak mengatakan nya.
Luna juga bingung. Sifat dan sikap Ananta kepada Ezriel itu seperti bagaimana ketika berdua. Dan interaksi seperti apa yang mereka berdua lakukan.
Ananta menunduk ketika ada yang mengenggam tangannya. Dia menoleh ke samping yang ternyata Ezriel sedang tersenyum tipis kepadanya.
Pria itu memang selalu menampilkan ekpresi berbeda-beda dan tidak pernah absen untuk selalu tersenyum kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran Novel (END)
Fantasi(16+) WARNING!! [Banyak mengandung kata-kata kasar, harap bijak dalam memilih bacaan] Laluna Sky Deandra, gadis yatim piatu pencinta buku novel itu suatu hari menemukan sebuah buku kuno ketika pulang bekerja. Kemudian, membawa buku itu pulang dan t...
