Bab 30

94.7K 10.9K 1K
                                        

Happy Reading (〃∀〃)ゞ

°
°
°
Ananta memasuki mansion bersama Keyra, dia memang sengaja mengajak Keyra untuk datang ke mansion nya.

Bundanya itu mengatakan untuk mengajak Keyra ke mansion nya dan bunda nya itu memang ingin bertemu dengan Keyra.

Dia memang menceritakan siapa itu Keyra, dan dia menceritakan bahwa Keyra itu sahabatnya yang cantik, pintar dan bisa membuat kalian tertular oleh tawanya itu. Dan dia juga menceritakan kehidupan Keyra kepada mamah nya namun hanya sebatas papahnya yang memperlakukan nya dengan kasar.

"Aka!"

Biasa memang sehabis dia pulang sekolah selalu disambut oleh teriakan bocah tuyul. Siapa lagi kalo bukan adiknya.

Kelvin mendongak menatap Ananta dengan berbinar, "Yuhu Evin dicini untuk mengajak aka belmain belcama ci bocah imut nan lucu" Ujarnya sembari mengedipkan matanya berkali-kali agar terlihat lucu.

Ananta menatap adiknya itu dengan miris, kenapa dan kenapa itulah yang bisa dia jeritkan di dalam hatinya.

"Aka" Panggil Kelvin dengan cemberut.

Ananta menatap malas adiknya, "Iya Evin adiknya aka yang sangat gila"

Kelvin menatap Ananta dengan bingung, "Makcud aka?"

Ananta tersenyum dengan manis, "Maksud aka, adiknya aka yang sangat manis"

Kelvin menganggukan kepalanya berkali-kali, dia kemudian menatap seorang yang berada di sebelah kakaknya.

Kelvin menatap Keyra dengan berbinar, "Ha-hai kakak" Ujarnya dengan gugup.

Keyra yang disapa dia berjongkok menatap Kelvin dengan senyuman manis, "Hai juga. Kamu Kelvin?"

Kelvin mengangguk dengan malu-malu.

"Nama kakak Keyra, Kelvin bisa panggil kak Key"

"Kakak cantik" Celetuk Kelvin.

Keyra tersenyum manis mendengarnya. Kelvin yang melihat bocah itu langsung berdiri di samping Ananta.

Ananta menunduk, "Kenapa?"

Kelvin mendongak dengan pipi memerah, "Aku malu"

Ananta mengernyit, "Hah?" Ujarnya dengan bingung.

Kelvin mencebik, "Aku malu liat kakak cantik itu"

Ananta membulatkan matanya ketika mendengar jawaban Kelvin. Dia kemudian menatap horor adiknya.

Keyra yang melihat itu tersenyum, tiba-tiba dia teringat kepada adiknya. Adiknya mungkin kalau masih ada bisa dia ajak bermain dan umurnya pasti sudah diatas Kelvin, tapi Tuhan berkata lain.

Memikirkan itu lagi membuat dia sedih, dia tidak sadar matanya sudah berkaca-kaca.

"Kak Key kenapa?" Tanya Kelvin.

"Kak Key malah ya sama Evin kalena Evin bilang cantik?" Tanya nya lagi ketika di hadapan Keyra.

Keyra menggelengkan kepalanya, "Nggak kak Key lagi inget sama adik kak Key aja"

Figuran Novel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang