10. Kemenangan Four Prince

62 10 0
                                    

Hell-o! Call Me Kak Bi😈 Slalu Dukung Ceritaku Dengan Cara Vote,Komen Dan Follow Akunini:) Makasih, Slm Mns♡
.
.
.
Tandai Typo🐾

[Milik_Zian]

[Milik_Zian]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Prit!

Bersamaan dengan suara itu bola di layangkan di udara, dari kedua tim terlihat sangat ambisi sekali untuk menang, selain menunjukan siapa yang lebih jago hadiah yang ditawarkan pun sangat menarik.


Jadi disinilah mereka berada, ditempat lapangan Voli sekolah mereka dengan dua tim berbeda.

Ave sangat jago dalam hal bola Voli, berbeda dengan ketiga temannya yang masih amatiran karena baru belajar tadi pagi, beberapa kali juga Ave mencetak skor membuat tim perempuan berteriak kegirangan. Lain lagi dengan keadaan tim Four Prince satu pun dari mereka tak ada yang menguasai bola Voli, mereka semua bergerak dalam bidang Basket jadi mana mungkin mengerti.

Tapi itu tak membuat semangat mereka runtuh, walau harus beberapa kali dikalahkan oleh tim perempuan, mereka tetap berjuang agar skor mereka mengejar skor perempuan, sedikit demi sedikit Arka dan Leon mulai mengerti bagai mana jalan permainan ini mereka murid pintar dan cepat tanggap jadi sangat memungkinkan mereka mengejar skor lawan.

Permainan sedikit lagi usai dengan skor mereka yang masih sama, seri! Tinggal babak terakhir yang menentukan siapa pemenangnya, bola itu tearah ke Alova dengan jarak yang lumayan tinggi, dia harus melompat agar bisa sampai dan memukulnya pada Ave agar gadis itu mencetak skor terakhir, namun sayang kaki Alova tiba-tiba keseleo yang membuat ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Bola terjatuh di area tim perempuan, tanda kalau tim lelaki memenangkan pertandingan ini, Zian meloncat kegirangan sedangkan Arka lansung berlari ke arah Alova yang kesakitan sambil memegang kakinya, mata gadis itu berkaca-kaca bersirat akan kesakitan yang amat dalam, Alova tak pernah jatuh seperti ini itu membuatnya terkejut sekaligus merasakan sakit di pergelangan kakinya.

"Alova!" Zian berhenti meloncat saat mendengar teriakan dari para perempuan, matanya hampir keluar melihat Alova yang duduk sambil memegang kakinya di samping Arka yang mencoba menenangkan.

"Kenapa?!" tanyanya yang kelewat khawatir hingga seperti ngegas pada Alova, jujur rasa khwatir itu ada dalam diri Zian apa lagi melihat wajah Alova yang memerah menahan sakit, lelaki itu tidak bisa melihatnya.

"Sini gue gendong, kepinggir dulu biar gak panas." Karena posisi mereka masih ditengah lepangan jadi sinar matahari tepat di atas mereka, walau Alova menolak Arka tetap mengendong Alova secara hati-hati ke pinggir lapangan di bawah pohon yang teduh, diikuti oleh teman-temannya yang lain.

Milik Zian[✔] SELESAITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang