Bab 15 ( rumit)

14 10 2
                                        



 Pelajaran berakhir, bel berbunyi dan seperti biasanya, kelas yang tenang jadi seperti kapal pecah karena kelakuan Ivan cs.

Rann mengambil ponselnya berharap ada notifikasi pesan dari Viona. Dan benar saja, ada satu pesan masuk dari Viona dan Rann dengan segera membukanya.

"Gue tunggu lo di parkiran, jangan kecewain gue Rann." 

Rann membacanya dengan seksama, takut salah baca jadi fatal nantinya.


Rasanya aneh kalau teman akrab jadi canggung hanya gara-gara cowok. ya, setidaknya itulah yang di rasakan Rann saat ini.


"Al, Tia, gue duluan ya. Ada janji sama Viona," ucap Rann seraya berjalan keluar kelas diantara kerumunan siswa yang hendak pulang.


Rann berjalan di koridor, dengan jalan yang setengah berlari karena takut membuat Viona menunggu sampai langkahnya terhenti saat terdengar alunan lagu yang sangat familiar buat Rann. Penggalan lagu yang biasa dia nyanyikan. Dia tau lagunya memang cukup populer tapi penggalannya hanya hatinya yang tau dan penggalan lagu itu mengingatkannya pada Rey.


Rann berjalan kesana-kemari mencari sumber suara. "But i've fronted long anough to know.there ain't to way. And today i'm officially missing you." Kalimat itu yang tadi dia dengar kini samar-samar mulai menghilang.


Rann masih berdiri di tempat. Di ruang musik, dia masih berfikir ini itu tentang hal tadi sampai dia teringat kalau dia ada janji dengan Viona.


Secepat mungkin Rann berlari ke parkiran melewati koridor yang sudah lumayan sepi karena siswa sudah mulai di parkiran. Kedua matanya menjelajah keseluruh parkiran mencari si cantik Viona. Dia hampir saja menyerah sampai akhirnya pandangannya jatuh pada gadis yang sedang berada di gerbang, hampir saja keluar.


"Vi ...!!" teriak Rann dan gadis itu menoleh. Dengan cepat Rann berlari menghampirinya.


"Sorry ya, gue telat," ucap Rann sambil berusaha mengatur nafasnya karena lelah berlari. Sementara Viona hanya menunjukkan lesung pipitnya yang manis. 


"Vi ... gue mau ngomong penting, tapi jangan disini. Cari kafe terdekat aja yukk," ajak Rann berharap Viona mau mendengarkannya. Beruntung, karena Viona bersedia untuk pergi bareng Rann.


Rann menarik tangan Viona dan mengajaknya masuk ke dalam mobil Viona yang terparkir disana. Di sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali. Tidak seperti sebelumnya, keduanya begitu akrab. Sampai akhirnya mobil itu berhenti di tepi jalan di dekat sebuah kafe.





Keduanya berjalan menyebrang jalan dan memasuki area kafe. Rann memandang kesana-kemari mencari ruang untuk duduk. Sampai akhirnya jatuh pada sebuah meja di pojok kafe yang lumayan bagus buat curhat. Karena paling pojok, jadi kemungkinan orang bisa denger sangat kecil jadi mereka bisa ngobrol sepuasnya.


Mereka duduk kemudian memesan makanan.


"Gue tau lo pasti laper," ucap Rann namun Viona masih saja diam.


"Vi, gue mau ngomong penting." Rann bingung harus memulai dari mana.


"Ngomong apa? dari tadi lo cuma ngomong itu mulu!!" balas Viona.


"Vi ... lo beneran suka sama Rafly?" Rann ragu tapi akhirnya punya keberanian juga untuk bertanya.


"Emang kenapa?!" ketus Viona.


"Gak papa sih." Jawab Rann.


"gue cuma mau bilang, kalau lo beneran suka gue dukung."


SamRannCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang